Beyond Writing & Editing: Masihkah Kita Seperti Katak di Bawah Tempurung?

0
487

Double Impact Training: Writing & Editing| 8-9 Juli 2010, Hotel Vue Palace, Bandung| Investasi: Rp1.000.000| Benefit: handout + sertifikat + CD presentasi dan e-book + coffee break + lunch berikut doorprize dan voucher| Fasilitator: Bambang Trim| Penyelenggara: TrimKom| CP: Irma (081320200363)

Tanda-Tanda Koreksi

Pernah lihat tanda-tanda koreksi (corection mark) seperti pada gambar? Pernah menggunakannya? Hampir 90%, bahkan lebih peserta training saya sebelumnya, baru kali pertama mengenal tanda-tanda seperti ini yang lazim digunakan dalam praktik mechanical editing atau populer disebut copyediting. Lalu, coba perhatikan gambar berikut ini.

Ini adalah hasil editing gaya modern yang disebut on-screen editing atau penyuntingan menggunakan komputer. Jadi, naskah softcopy langsung disunting di komputer. Di dalam program MS-Word, terutama Word 2007 terdapat fasilitas review yang memungkinkan seorang penulis atau editor melakukan on-screen editing secara mudah dan praktis.

Ketika saya mengenalkan metode ini dalam berbagai pelatihan menulis, hampir 90%, bahkan lebih peserta tidak mengenal cara penyuntingan (editing) semacam ini.

Nah, sebelum masuk ke teknis seperti itu, para penulis atau editor perlu bekal. Bekal utama adalah pengetahuan dan wawasan kebahasaan yang digunakan dalam teks atau wacana. Hal ini pun setali tiga uang; masih banyak penulis yang tidak memahami kaidah-kaidah bahasa dari pilihan kata (diksi), kata baku, kalimat, hingga paragraf. Padahal, keterampilan dan kemahiran berbahasa inilah kunci untuk menghasilkan tulisan berdaya, sekaligus penyuntingan yang niscaya.

Begitu banyak perkembangan ilmu dan informasi; begitu pesatnya berlari kemajuan teknologi. Dan begitu kita merasa tertinggal dengan ilmu-ilmu dasar yang di beberapa negara maju sudah diajarkan sejak SD. Sekarang kita baru sadar soal writing dan editing, padahal mungkin bangsa-bangsa maju itu sudah beberapa langkah di depan kita: Beyond Writing and Editing!

Kita memang harus keluar dari kotak kesalahan berpikir dan segera keluar dari tempurung ketidaktahuan dan ketidakpahaman. Mari belajar dan berlatih bersama menyongsong masa depan dunia ilmu dan pengetahuan. Kuasai dunia dengan kemampuan menulis dan menyunting yang sejatinya kedua-keduanya perlu seimbang kita kuasai.

Writing & Editing Skill bukan sesuatu yang baru. Namun, karena waktu terus berjalan dan ilmu/informasi berkembang sedemikian dahsyatnya, jarak antara pengetahuan kita dan yang kita tidak ketahui semakin menganga. Karena itu, segera kita bergerak taktis menguasainya.

Saya secara pribadi dengan pengalaman sejak 1991 mendalami writing & editing hendak berbagi lebih praktis dan secara populer kepada Anda semua. Karena itu, saya persembahkan bersama TrimKom pelatihan berdampak ganda: mampu menulis sekaligus mampu menyunting.

Sampai jumpa pada pelatihan tersebut. Jangan sampai terlewat. Pelatihan langka yang mungkin tidak mudah Anda dapatkan di tempat lainnya. Terima kasih.

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here