How to| Kaifa| Bagaimana, ya?

1
466

Buku-buku how to akan tetap evergreen seiring dengan perkembangan kehidupan yang makin kompleks. Manusia pasti membutuhkan panduan hingga bertanya: bagaimana, ya? Dalam bahasa Arab bagaimana berbunyi kaifa dan dalam bahasa Inggris populer ungkapan how to…. Tema buku how to akan tetap menjadi primadona penerbitan buku pada 2011. Saya coba mendaftar sekian topik kecil dari tema how to yang luas dan tentu diperlukan para penulis yang memang punya kapabilitas serta kredibilitas mengkreasikan buku-buku how to yang bernas. Apa saja topik-topik juara untuk how to pada 2011 nanti?

  1. Spirituality how to: buku-buku praktis tuntunan ibadah maupun fiqih Islam yang bersifat how to akan tetap dicari oleh masyarakat pembaca, terutama pembaca di perkotaan yang terus tumbuh ghirah beragamanya. Masyarakat pembaca membutuhkan ‘rahasia-rahasia’ kecil maupun besar yang diungkapkan dari pelaksanaan dan penyempurnaan ibadah. Masyarakat pembaca butuh pencerahan yang membangkitkan motivasi ibarat bahan bakar yang menghidupkan ‘mesin-mesin spiritualitas’–yang dalam keadaan prima.
  2. Business how to: kategori ini juga akan tetap banyak diminati karena makin ketatnya persaingan dalam dunia kerja dan inginnya orang mendapatkan peluang yang mereka minati dalam pasar kerja. Subtopik dari business how to termasuk employment, entrepreneurship, hardskill dan softskill, serta juga how to working a broad (bagaimana bekerja di luar negeri).
  3. Family how to: kategori ini juga banyak peminatnya, terutama dari kalangan ibu-ibu. Subtopik dari kategori ini adalah parenting, kesehatan, pernikahan, dan sebagainya. Keluarga-keluarga muda selalu membutuhkan panduan untuk menciptakan kehidupan lebih baik di dalam keluarganya. Dalam subtopik kesehatan juga terjadi perkembangan yang bagus, seperti buku bagaimana diet yang sehat, pengobatan alternatif hingga pengobatan herbal, bagaimana memijat, dan banyak lagi, termasuk yang legendaris seperti buku Food Combining karya Andang Gunawan.
  4. Hobby how to (Leisure): Buku-buku tentang bagaimana melakukan suatu kegemaran memang kagak ada matinye. Akhir tahun 2009 hingga awal 2010, sebuah buku hobi tentang bagaimana bermain rubik tiba-tiba laku keras–seperti halnya dulu buku Sudoku juga laris manis. Padahal, rubik termasuk permainan lama, tetapi tiba-tiba dapat dipopulerkan kembali.
  5. Education how to: Tentu dengan jumlah pelajar serta mahasiswa yang termasuk terbesar di dunia, buku-buku how to edukasi akan tetap banyak peminatnya, terutama buku panduan belajar dan mengerjakan soal-soal. Buku-buku panduan memilih perguruan tinggi serta bimbingan karier juga tak kalah laris manis dibandingkan dengan buku-buku panduan atau pendukung pelajaran.
  6. Children’s Book how to: Buku-buku anak how to biasanya masuk kategori nonfiksi anak. Untuk kasus Indonesia, belum banyak yang menggarap buku-buku how to anak ini yang biasanya ditujukan untuk pembaca usia SD kelas tinggi 10-12 tahun dan para ABG. Subtopiknya bisa dari hal-hal sepele hingga hal-hal agak serius semisal bagaimana menyelamatkan diri saat bencana (mitigasi bencana).
  7. Technology how to: Buku how to dengan topik teknologi juga akan terus diburu. Ingatlah kasus munculnya jejaring sosial yang langsung menjadi tren, seperti facebook dan twitter. Buku-buku how to-nya pun meluncur dengan puluhan judul serta sebagian laris manis. Lalu, ada tren blackberry dan beberapa penerbit menangkapnya sebagai peluang. Mengapa? Karena masyarakat kita terkenal gaptek alias gagap teknologi, tetapi punya hasrat ingin bergaya dengan barang berteknologi tinggi. Jadi, gak ada salahnya belajar dari buku-buku panduan.

Namanya saja how to maka buku-buku jenis ini sangat mengandalkan pengalaman praktis penulisnya dan bukan sekadar teori meski teori tetap dibutuhkan untuk menguatkan pengalaman langsung.  Karena itu, penulis buku-buku how to hendaknya memang mereka yang punya reputasi di bidangnya atau mereka memang biasa melakukannya. Tentu ketika kita ingin menerbitkan buku how to tentang pendakian gunung, pastilah kita mengharapkan penulisnya adalah seorang pendaki gunung.

Zaman informasi digital memang kadang mengubah sesuatu. Banyak buku how to kini ditengarai hanya ditulis seorang writer yang ‘kerjanya’ cuma mengumpulkan bahan-bahan dari internet, lalu disusun sedemikian rupa menjadi buku how to. Sama halnya kita protes berat manakala membaca buku-buku how to komputer yang ternyata isinya terjemahan dari content HELP  di software tersebut. Tidak ada ungkapan pengalaman di situ.

Solusi mengatasi hal ini tentunya kita dapat menggunakan seorang co-writer ataupun ghost writer atau juga mempekerjakan seorang associate editor untuk memburu para pakar atau para praktisi untuk membocorkan ilmunya tentang suatu bidang. Nah, narasumber pakar atau praktisi inilah yang digali pengalaman empirisnya, lalu diramu oleh sang penulis menjadi buku how to yang bernas.

Intuisi Penerbit Melejitkan Buku How to

Bagaimana penerbit bisa tahu buku-buku how to apa yang dapat meledak pada 2011? Ya, memang tidak gampang menjawab pertanyaan seperti ini. Ujung-ujungnya saya pasti bilang soal intuisi dan ini tidak berhubungan dengan persoalan ‘klenik’ atau bertanya pada si gurita peramal, Paul, kira-kira buku how to apa yang akan berjaya.

Mengendus how to berarti mengendus apa yang terjadi pada masyarakat kita: tren, kecenderungan, gaya hidup, komunitas kumpul-kumpul, kesadaran (enlighment), dan banyak hal lagi. Karena itu, para penggiat penerbitan seperti editor dan marketer harus benar-benar melek pancaindranya, dan tidak terlena dengan hanya membaca permukaan yang terlihat atau sekadar menjadi epigon dengan konsep Me Too.

Penerbit harus menerjunkan para associate editor untuk terjun ke publik, baik secara umum maupun spesialis (khusus) seperti misalnya terjun ke komunitas ABG untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Dalam hal family how to, penerbit dapat menerjunkan editor di acara-acara kumpulan para ibu ataupun keluarga muda. Semua untuk memfungsikan radar dan menangkap apa yang dibutuhkan atau diinginkan masyarakat kini. Begitu pun tren iklan dan teknologi harus dicermati.

Intuisi Penulis Menyiapkan Naskah How to

Kalau penerbit sudah tinggi hasratnya menerbitkan buku how to karena terbayang tingkat kebutuhan yang tinggi, penulis pun jangan menjadi gagap ide untuk merealisasikan naskah-naskah bernas tentang how to. Jadi, penulis perlu melihat pengalaman dan penguasaan mereka atas suatu hal atau melihat sekeliling mereka: adakah orang-orang ahli atau praktisi yang ilmunya dapat dibeberkan menjadi buku how to?

Buku how to termasuk buku kategori nonfiksi. Apa yang dicari pembaca dari sebuah buku how to?

  1. Bagaimana melakukan sesuatu dengan baik dan benar?
  2. Bagaimana melakukan sesuatu secara taktis; adakah jalan pintas (short cut) menguasainya (makanya banyak pembaca suka membeli buku yang diembel-embeli waktu: 24 Jam Mahir…., 30 Hari Jago….)?
  3. Bagaimana mengatasi permasalahan yang mungkin timbul dan solusi-solusi praktisnya?
  4. Bagaimana langkah-langkah memulai dari awal hingga akhir secara terstruktur?
  5. Adakah produk derivatif pendukung buku seperti VCD yang dapat menjelaskan langkah-langkah secara visual?

Kunci dari keberhasilan sebuah how to books adalah 1) PRAKTIS (bahwa petunjuk yang diberikan memang mudah dilaksanakan serta runtut); 2) LENGKAP (bahwa segala segi dari yang diinformasikan sudah terangkum, bukan hanya kulit luarnya saja); 3) MEMBUMI (bahwa contoh-contoh, termasuk gambar yang ditampilkan memang dapat ditemukan dalam kenyataan, bukan sekadar gambar yang justru tidak ada di Indonesia); 4) SOLUTIF (bahwa informasi yang disampaikan lengkap dengan permasalahan yang mungkin timbul dan solusi mengatasinya); 5) INFORMATIF (bahwa jika ada uraian tentang bahan atau alat, ada informasi tempat untuk mendapatkannya dan sekaligus ada kisaran harganya).

Jejak Pengalaman Saya

Saya senang dengan buku-buku how to. Ada buku how to yang seperti main-main, tetapi luar biasa dibuat dengan serius. Buku yang saya maksud adalah seri For Dummies. Sudah ratusan judul For Dummies terbit dan mendapat respons meriah dari pembaca.

Saya mengkaji content For Dummies dan benar-benar luar biasa bahwa buku ini dipersiapkan dengan sangat matang setiap topiknya. Hal setara dengan For Dummies adalah seri The Everything Series yang dikeluarkan Adams Media Corp. dan seri The Complete Idiot’s Guide Series yang dikeluarkan Penerbit Alpha. Semua seri how to itu dipersiapkan dengan sangat matang, melibatkan penulisnya yang pakar, serta betul-betul lengkap sebagai sebuah petunjuk melakukan atau menguasai sesuatu secara detail. Namun, kemasannya sangat populer dan terkesan main-main.

Dari benchmark ini saya sempat mengeluarkan ide buku how to praktis di Salamadani Publishing dengan judul serial GAPTEK dan GUIDE. GAPTEK adalah singkatan dari GAmpang PrakTEK dan GUIDE singkatan dari GUdang IDE.

Seri ini sudah keluar beberapa judul, termasuk yang bertopik spiritual dan sebagian besar berhasil di pasaran serta mendapat respons pembaca meskipun ada kekhawatiran sebelumnya dengan judul GAPTEK ini. Saya menggunakan prinsip ‘main-main’ dalam judul dengan memunculkan akronim GAPTEK yang sangat akrab pada masyarakat Indonesia.

Seri lain yang sempat saya realisasikan juga idenya dan baru keluar satu judul adalah Seri Belajar Bisnis dari Ahlinya sebuah buku panduan bisnis dengan mengambil topik sentral kisah sukses seorang pengusaha. Buku pertama yang dikemas adalah buku tentang bisnis kue kering yang berhasil ditekuni oleh Ibu Ina dengan brand Ina Cookiesnya. Jadilah kemudian sebuah buku gabungan kisah sukses dan bagaimana melakukan bisnis tersebut dengan baik dan benar.

Saya memang masih menyimpan beberapa ide yang belum direalisasikan dalam bentuk serial how to books. Sungguh ini pergulatan yang menarik didorong hasrat yang tinggi mengkreasikan sesuatu yang akan menjadi panduan banyak orang.

How to books meskipun tampak praktis dan sepele adalah sebuah tantangan untuk menyusun dan mengemasnya sebagai panduan teruji. Garansi seharusnya adalah pembaca bisa merealisasikannnya.

Hmm… saya ingat ketika membeli buku panduan tentang memperbaiki alat-alat elektronik untuk adik saya.  Buku tersebut saya buka sebentar dan kebetulan dispenser di rumah ada masalah, air panas tidak keluar. Dari buku saya dipandu untuk membongkar dispenser dan melihat masalahnya. Ternyata ada kabel yang terbakar. Mulailah dilakukan perbaikan sesuai dengan petunjuk buku. Hasilnya, dispenser kembali berfungsi dan saya tidak jadi membeli yang baru. Hehehe ini baru buku how to yang jitu.

Anda mau mencoba membaca atau menulisnya? Bagaimana, ya? Lakukan segera.

Bagaimana menulis naskah buku yang sukses? Buatlah salah satunya naskah buku-buku bertema: how to. Soal ini dibahas taktis dalam Double Impact Training: Writing & Editing, 22-23 Juli 2010, nanti di Hotel Vue Palace Bandung. Hubungi segera Irma (081320200363) atau Nunung (022-5206640) untuk mendaftar. Hanya satu kali training ini selama 2010.

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here