Bisnis Besar Buku Anak

0
379

Sulit untuk tidak menemukan booth (stand) yang memamerkan buku anak pada setiap jalur booth di Frankfurt Book Fair, terutama di Hall 8–tempat para penerbit internasional dari Eropa dan Amerika bercokol. Pemandangan serupa juga terjadi di hall 5 tempat beberapa penerbit Asia, Belanda, bahkan Serbia berada, beberapa jenis buku anak mendominasi. Pun demikian di hall 6, tempat para penerbit Timur Tengah dan negara-negara bekas pecahan Rusia.

Banyak buku mengusung tema yang sama, seperti human body, animal, atau yang sangat populer: dinosaurus. Beruntung saya sudah mengatur appoinment bersama kolega saya dari TS, Mr. Erwin Michiels, untuk melihat beberapa prospek penerbitan buku anak, baik melalui penerbit langsung atau melalui agent.

Untuk melihat prospek sebuah buku anak, memang diperlukan tidak hanya intuisi, tetapi juga pengetahuan dan pengalaman dalam buku anak tersebut, termasuk perkembangan psikologi anak masa kini. Ada beberapa buku yang benar-benar terlihat ide briliannya, tetapi ada juga¬† yang biasa-biasa saja–sehingga terpikir juga bahwa orang Indonesia juga bisa buat buku seperti itu dengan lebih baik.

Fenomena ini menunjukkan buku anak tetap menjadi bisnis besar dunia. Lalu, mengapa Indonesia belum berani menampilkan buku-buku anak untuk meramaikan pasar lisensi internasional? Tahun-tahun ke depan hal ini tampaknya akan terjawab. Prospek lisensi besar yang saya lihat ada pada buku-buku anak reliji Islam, termasuk juga buku-buku berbasis kearifan lokal budaya Indonesia. Bahkan, bukan tidak mungkin buku-buku fantasi untuk remaja tanggung (young adult) juga bakal mampu berbicara. Itu salah satu yang menjadi hasrat saya tahun depan menjajal kemungkinan ini di Frankfurt Book Fair.

:: kilas catatan dari FBF

oleh Bambang Trim

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here