Engkau Penulis yang Mana?

3
372

Ada penulis pena terlena

: setiap saat asyik berkarya

Selalu lupa pada pembaca

Merasa karya enak dibaca

 

Ada penulis pena perdana

: suatu saat menghasilkan karya

Setelah itu tak terdengar nama

Karya pertama dan satu-satunya

 

Ada penulis pena terpana

: setiap saat asyik bertanya

Mengumpulkan karya sejumlah penulis ternama

Tapi hanya terbuai angan belaka

 

Ada penulis pena terhina

: setiap saat dicerca naskahnya

Tiada pernah ia beranjak sempurna

Karena ia tidak pernah tahu menulis untuk apa

 

Ada penulis pena merana

: setiap saat mengeluh menderita

Beridealisme tanpa rencana

Menulis tak dihargai semestinya

 

Ada penulis pena durjana

:  setiap saat mencari celah

Plagiat karya berpuluh jumlah

Naskah orang dibubuhi namanya

 

Ada penulis pena berdana

: setiap saat terobsesi bernama

Terpikat penerbitan swakelola

Menerbitkan sendiri siapa sangka

 

Ada penulis pena kelana

: setiap saat entah pergi kemana

Backpacker sebutan mengena

Menulis di mana saja dan apa saja

 

Ada penulis pena bahana

: setiap saat menajamkan karya

Tidak berkompromi dengan kualitas rendah

Setiap naskah mengejutkan dunia

 

Ada penulis pena bermakna

: setiap saat merenungi cinta

Mengikat makna amat sempurna

Karyanya mulia bertenaga

 

Engkau penulis yang mana?

Aku penulis bukan apa-apa, Na.

 

 

untuk para ‘pejuang penulis’ Indonesia dan Na.

:: Bambang Trim

Colomadu, 16 Januari 2011

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

3 KOMENTAR

  1. Mas Bambang mohon izin boleh nggak syair puisi saya ambil untuk reminder kala saya mengajar KTI? Tolong asap ya mas. Kalau boleh mau saya masukan dalam power point. Terima kasih. Salam LS

  2. Mungkin saya penulis pena tak terencana
    : -tak- setiap saat mampu mengubah rasa dalam rangkai kata
    terus meraba jalan jiwa tuk temukan makna hidup
    yang kelak bisa diuntai dalam lembaran hikmah 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here