Gebrak Literasi Bersama NIBIRU!

0
546

Nibiru, gak lupa dengan novel yang satu ini kan? Novel seru tentang kisah Dhaca Suli dkk. pada masa lalu dengan latar dunia Atlantis yang misterius. Secara jenius, settingnya dibuat oleh Tasaro GK, sang kreator, berada di Indonesia–mengambil teori Prof. Arysio Santos bahwa Atlantis adalah di Indonesia.

Nibiru direncanakan terurai secara pentalogi dengan kisah penuh fantasi tentang keajaiban 8 pughaba (kuwasa) yang dimiliki sebuah bangsa dan ingin dikuasai oleh bangsa-bangsa lain. Suasana kuno, namun dengan kecanggihan masa kini dibangun oleh sang kreator dengan cantik dan mengundang rasa ingin tahu untuk segera menamatkannya.

Novel lebih dari 700 halaman ini diluncurkan kali pertama pada Desember 2010 dan segera menyerap perhatian publik pembaca Indonesia. Nibiru segera menderu lagi menjelang liburan tahun ajaran baru kini. Apa yang patut ditunggu? Gebrakan literasi bareng Nibiru.

Kita mafhum bahwa sang kreator Nibiru, Tasaro GK, adalah pembawa kesegaran baru dalam literasi anak negeri. Karya-karya berbau sastranya mendapatkan perhatian lebih, mulai dari Sasmita, Pitaloka, Galaksi Kinanthi, Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan, hingga Nibiru. Sang penulis satu ini menerabas banyak gaya dalam beberapa genre–mampu menulis untuk audiens dewasa, remaja, dan anak-anak dengan variasi topik yang kaya. Karena itu, tidak berlebihan jika Tasaro GK, diletakkan sebagai ikon literasi kaum muda–memasuki babak baru meninggalkan era Hilman, Gola Gong, ataupun Zara Zettira. Segerbong dengan Tasaro, di antaranya ada Asma Nadia, Dewi Dee, Fira Basuki, A. Fuadi, Andrea Hirata, dan Habiburrahman El-Shirazy. Semuanya menyajikan dunia literasi yang kaya variasi.

Nibiru adalah novel yang ditujukan untuk pembaca remaja meskipun kemudian pembacanya meluas ke dewasa. Sebagai gerbong literasi, Nibiru hendak ditempatkan menjadi karya novel fantasi yang patut dibanggakan oleh anak negeri. Sebuah karya yang dicita-citakan dapat mengimbangi Harry Potter sebagai karya literasi bergizi dan penuh gengsi.

Musim liburan ini hingga Agustus nanti, Metamind, penerbit Nibiru berencana memboyong para kreator NIBIRU untuk berbagi soal literasi, termasuk kemajuan dunia digital untuk mendukung literasi. Idealismenya bahwa generasi muda kita perlu dibuat melek literasi atau bahasa keren kini disebut information literacy (i-literacy). Brian Ferguson menyebutkan komponen penting dari basic literacy adalah membaca dan menulis; mendengarkan dan berbicara; berhitung dan memperhitungkan; merasakan dan menggambarkan. Inilah yang mendorong event Gebrak Literasi Bersama Nibiru yang akan diselenggarakan Metamind di tiga kota.

Gebrak literasi akan dipandu oleh sang kreator Nibiru, Tasaro GK. Lalu, kami juga memboyong sang kreator game online Nibiru, Mas Erwin Skripsiadi yang lagi bekerja dalam tiga bulan ini menuntaskan game online Nibiru. Lalu, ada juga kreator Nibiru Readers Community, Fachmy  Casofa dan juga rencananya mengundang bintang tamu dari jagat literasi multimedia.

Ke mana target Gebrak Literasi? Target Gebrak Literasi adalah tiga kota: Jakarta-Bandung-Jogjakarta dengan audiens para remaja. Acara ini gratis, namun terbatas, terutama bagi para generasi muda peminat literasi. Bonus khusus diberikan bagi peserta yang sudah membeli Nibiru dan membawanya ketika acara berlangsung. Benefit acara adalah bagi-bagi tips bagaimana menulis sebuah novel terobosan, sekaligus juga bagaimana eksis di dunia maya dan dunia digital dengan menulis.

Gebrak Literasi akan dipadu dengan semangat motivasi untuk generasi muda. Sungguh acara ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Tasaro GK akan membuka rahasia mengeluarkan 8 pughaba (kuwasa/kemampuan) menulis. Memang Nibiru itu seru, gak ada habisnya untuk dibahas, kecuali novel pertamanya yang sudah habis dilahap sebagian besar pembaca. Saatnya menantikan Nibiru dan 7 Kota Suci dengan debar hati: Ada apa dengan Dhaca Suli?

Don’t miss it.

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here