Jogjakarta: Pulang ke Kotamu Menulis Buku

1
289

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu/ Masih seperti dulu/ Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna/ Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu/ Nikmati bersama suasana Jogja

Jogjakarta memang kota yang selalu dirindui dengan segala keunikan dan kekhasannya. Bagi yang berjiwa pujangga, pastilah kemudian kenangan Jogja menjadi rangkaian kata-kata yang indah. Seperti syair lagu KLA yang selalu enak didengarkan dengan alunan irama penuh nuansa kerinduan.

Rindu selalu menarik untuk diungkapkan karena rindu menyiratkan keindahan bertemu. Rindu kebanyakan mengandung kata “pulang” untuk menuntaskannya. Pulang ke kota kita atau pulang ke kotamu; pulang ke kampung kita atau pulang ke kampungmu.

Apa ada urusan dengan rindu, pulang, dan buku? Jawabnya ada justru di Jogjakarta. Saya memiliki seorang sahabat di sana, setia menetapi jalan buku. Sewaktu Jogja diguncang gempa, saya khawatir menunggu kabarnya. Alhamdulillah, keluarganya yang tinggal di Kota Gede selamat. Sampai kini ketika saya bermukim di Solo dan jarak semakin dekat dengan Jogja, pada kesempatan akhir pekan, saya sering berkunjung ke Jogja. Saya bertandang ke rumahnya untuk sekadar melepas tawa dan diskusi soal buku serta kenangan masa lalu.

Saya berkenalan dengan orang-orang bersemangat di sana, salah satunya Mas Heri “Smile” Suchaeri, seorang pakar customer relationship. Beliau mendirikan Smile Consulting sebagai biro pelatihan di bidang pelayanan. Hidup beliau memang dihabiskan dalam aktivitas melayani pelanggan. Sebentar lagi beliau akan melahirkan buku tentang pelayanan bertajuk TOTAL Customer. TOTAL itu akronim dari membuat pelanggan: Tersenyum, Optimis, Terkesan, Antusias, Loyal.

Bersama beliau kemudian saya sambil menghimpun energi kerinduan di Jogjakarta mendirikan AKADEMI PENULIS INDONESIA (ALINEA) bertempat Ruko Demangan Square No.4 Jln.Demangan Baru, Yogyakarta. Tempat ini akan menjadi tempat bersejarah Pulang ke Kotamu Menulis Buku karena untuk kali pertama di tempat ini pada 17-18 Desember 2011 akan diadakan BOOK WRITING REVOLUTION TRAINING. Lalu, batch #2 pada 4-5 Februari 2012 sebagai pembuka training awal 2012.

Jogjakarta. Ya, “pulanglah ke kotamu” untuk menulis buku.  Pulanglah dengan segala kenangan, pengalaman, dan pengetahuan yang kamu bawa hingga akhir 2011 untuk dituliskan menjadi buku yang bermutu dan menggugah kalbu. Apakah kamu sudah menulis buku tentangmu, tentang apa yang kau rindukan?

Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…

Maka tuliskanlah sebuah buku saat PULANG ke kotamu.

:: catatan kreativitas Bambang Trim

#komporis-buku-indonesia

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here