Selangkah Lagi ke Digital Publishing

6
484

Pertemuan malam kemarin (21/12) ringkas saja bersama Mas Erwin Skripsiadi–salah satu manusia komplet di jagat penerbitan (penulis, ilustrator, praktisi IT, dan pengembang content digital). Saya mengontak beliau untuk sebuah mimpi mendigitalkan langkah menanamkan kecerdasan literasi.

Digital publishing bukanlah barang baru. Namun, penetrasinya membuat kita harus mengakui kecepatan perubahan dan perilaku masyarakat menggunakan device-device digital, termasuk juga layanannya. Penetrasi digital kini merambah ke PC, tablet PC (iPad, Galaxy Tab, dsb.), Android Market, Apple Store, ponsel termasuk Blackberry.

Content yang dikembangkan pun dapat berbagai bentuk:

  1. Embedded content yaitu muatan (content) yang ditanam pada device seperti ponsel maupun tablet, bentuknya bisa e-book, e-learning, ataupun game.
  2. Enhanced book yaitu buku yang dikembangkan dengan penambahan fitur, seperti audio, video, maupun animasi 3-D.
  3. Electronic book yaitu pengembangan yang paling dikenal dan populer berupa pengalihan buku cetak menjadi buku digital melalui beberapa program komputer seperti e-publishing.
  4. Interactive content yaitu pengembangan muatan untuk digunakan di PC maupun berbasis web/internet seperti e-learning ataupun game online.

Kami berdua asyik membincangkan rencana digitalisasi muatan (content) yang saya cetuskan di Penerbit Tiga Serangkai yaitu The Story Explorer. The Story Explorer adalah program penerbitan buku cerita karya anak, baik itu kumpulan cerpen maupun novel yang diperkenankan untuk anak usia 7-12 tahun. Program yang satu ini dikembangkan secara selektif dengan melakukan workshop kepada anak-anak bagaimana menulis cerita. Program yang dimulai pada 2011 telah menghasilkan beberapa buku anak plus penulis anak-anak.

Bagaimana melatih anak secara efektif menulis dan mengembangkan cerita? Itulah ide yang tebersit. Makna dari The Story Explorer sendiri adalah Penjelajah Cerita dan cerita memang identik dengan pejelajahan imajinasi. Di sinilah tantangannya. Karena itu, saya sudah menyiapkan muatan (content) pembelajaran menulis cerita untuk anak dan itulah yang segera akan kami digitalkan dalam bentuk e-learning.

Langkah-langkah juga dibuat struktur dengan standar pembelajaran menulis yang banyak digunakan di dunia seperti berikut ini.

Selain itu, muatan lain yang sedang saya kembangkan dan juga akan diluncurkan pada 2012 adalah Penulisan Bisnis (Business Writing) dan Penulisan Akademik (Academic Writing). Berbekal pengalaman memberikan training di Setneg Wapres RI, BPK RI, Ditjen Pajak, LIPI Press, Direktorat SD Depdikbud, Bakosurtanal, Pusdiklat Kemenperin, Pusdiklat Kemenhut, FSR IKJ, dan lain-lain maka saya perlu mengembangkan muatan penulisan ini. Muatan ini dikembangkan untuk dapat ditanamkan pada device maupun menjadi pendamping training penulisan.  Selain itu, saya juga tengah menyiapkan muatan digital bertajuk 101 SOLUSI EDITING yang dapat digunakan oleh editor, penulis, guru, dosen, sekretaris, staf humas, dan wartawan untuk memudahkan pekerjaan mereka melakukan pemeriksaan tulisan.

Sungguh ini pekerjaan menantang sekaligus mengasyikkan. Kami menggunakan segala source yang ada. Muatan dalam bentuk tulisan, ilustrasi yang pas untuk anak-anak maupun dewasa, kerja fotografi dan pembuatan video, serta tentunya pengolahan digital di laboratorium ‘edan’-nya Mas Erwin.

Muatan The Story Explorer kami kembangkan untuk Penerbit Tiga Serangkai. Tentu kami membuka kerja sama dengan penerbit lain yang ingin mengembangkan muatan-muatan kreatif berbasis digital. Salah satu target kami adalah merambah pasar pengembangan muatan (content developer) hingga sampai ke negeri jiran, Malaysia.  Ah, ini pekerjaan seru dan tentu kami juga siap mengajukan muatan-muatan kreatif lain untuk para provider telekomunikasi maupun produsen device, seperti Samsung dan Huawei.

Selangkah lagi memang saya dan teman-teman sevisi akan memasuki pengembangan muatan digital yang juga berbasis dari ide-ide menulis. Sungguh dunia penulisan itu adalah dunia yang takpernah mati selama ide terus bertumbuh dan berkembang. Dan seperti yang pernah saya tulis dalam blog ini bahwa bisnis penulisan-penerbitan ke depan adalah bisnis muatan (content) yang pasar utamanya adalah dunia pendidikan dan dunia bisnis, bahkan mungkin juga nanti dunia spiritual, termasuk motivasi.

Sebuah added value dari muatan tidak lagi menarik jika hanya menyertakan CD berisi video dengan durasi yang singkat ataupun powerpoint dalam bentuk pdf–seperti yang biasa terjadi pada penerbitan buku. Namun, hal itu akan lebih mengundang kesan bagi pelanggan jika dikembangkan menjadi muatan digital yang dilengkapi fitur-fitur menarik.

Anda mau mencoba menjadi content developer? Ayo!

: catatan kreativitas Bambang Trim

komporis buku Indonesia

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

6 KOMENTAR

  1. Mnarik skali ini

    Digital Publishing, mnurut saya akan jadi keniscayaan, karena teknologi, infrastruktur dan kultur reader yang akan mendorong ksana, ….. dan bisa jadi penerbit yg tidak masuk ksana, tidak lagi akan menjadi “gateway” antara penulis & pembaca, ….. mnurut saya sih …. he he

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here