Belantara Bisnis Penulisan

9
456

Apa pun yang terkait dengan dunia tulis-menulis, apalagi dalam bentuk buku, selalu menarik hati saya. Namun, saya meminati sesuatu di luar kebanyakan penulis yang belum merasa itu adalah lumbung kehidupannya. Saya berminat dengan bisnis penulisan dan penulisan bisnis sejak saya menjalankan bisnis jasa penerbitan (publishing service) pada 1995, lalu mulai diseriusi pada tahun 2000.

Tiba-tiba saya merasa mendapatkan harta berharga ketika menemukan buku yang terbit pada tahun 2000 berjudul How to Start and Run a Writing and Editing Business karya Herman Holtz yang hak cipta penerjemahannya ada pada Penerbit Grasindo. Holtz telah membuka mata saya tentang dunia penulisan bisnis yaitu penulisan korporasi.

Saya melihat memang jarang sekali buku tentang menulis yang membahas soal bisnis penulisan itu sendiri dengan menyasar dua pasar utama, pasar individu dan pasar organisasi. Holtz memberikan gambar tentang proyek dan produk untuk kedua jenis pasar tersebut.

Individu
  • korespondensi
  • naskah buku
  • naskah akademik
  • pidato
  • artikel
  • resume, dsb
Organisasi
  • buku pegangan
  • bahan pelatihan/modul
  • proposal,
  • artikel
  • laporan tahunan
  • teks iklan
  • pidato
  • katalog
  • korespondensi bisnis
  • buku korporat, dsb.

Saya menyebutkan bisnis ini memang seperti belantara belum terjamah banyak penulis karier. Kebanyakan penulis adalah mereka yang mengejar karier penulisan di bidang jurnalistik dan penulisan di bidang sastra, selebihnya lagi memang cukup bermimpi menjadi penulis buku saja. Pemain dalam dunia penulisan bisnis ini yang menyasar jasa penulisan untuk individu maupun organisasi bolehlah saya sebutkan, seperti Andrias Harefa, Dodi Mawardi, Her Suharyanto, Alberthiene Endah, Anang Yb, dan tentunya saya sendiri. Para penulis jasa ini kerap pula disebut sebagai co-writer ataupun ghost writer bergantung pada jenis pekerjaannya.

Terus terang saya tidak sengaja masuk ke belantara penulisan bisnis ini. Jalan pertama biasanya dimulai dari memberikan pelatihan dan penyeliaan untuk lembaga atau instansi pemerintah maupun swasta. Pengalaman membawa saya turut memberikan sentuhan penulisan dan penerbitan di Ditjen Pajak, Setneg Wapres RI, BPK RI, Penerbit Universitas Terbuka,  LIPI Press, Direktorat Pendidikan Dasar Kemendikbud, Bakosurtanal, Komisi Pemberantasan Korupsi, Takaful Indonesia, Binus Business School, Institut Kesenian Jakarta, Puskurbuk, PT Badak NGL, dan sebagainya. Berbagai ranah atau laras penulisan bisnis saya masuki, seperti penulisan laporan, copywriting, penulisan media internal, penulisan buku korporat, penulisan surat dan notula, hingga penulisan modul.

Bisnis penulisan dalam ranah penulisan bisnis maupun penulisan akademik ini lebih menjanjikan dari sisi finansial. Sebutlah bahwa salah seorang penulis jasa di bidang ini bisa mengantongi puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk satu proyek penulisan yang biasanya dikerjakan dalam rentang 3-6 bulan. Belum lagi dari hasil memberikan pelatihan yang tarifnya satu hari bisa sama dengan gaji seorang junior manager.

Ketika berkesempatan mengunjungi sebuah toko buku lokal di Bandung, saya pun menemukan kembali sebuah harta berharga. Buku yang saya temukan berjudul Memulai dan Menjalankan Bisnis Copywriting karya Steve Slaunwhite yang diterbitkan versi bahasa Indonesianya oleh Penerbit Abdi Tandur (Dinastindo Group). Buku ini terbitan tahun 2005 dan tentu sudah sulit dicari. Di dalamnya jelas sekali bagaimana penulis memaparkan soal bisnis penulisan bidang copywriting ini.

Menjalankan bisnis penulisan memang unik dan memerlukan perhatian terhadap pernak pernik, seperti

  • jenis jasa yang dapat Anda tangani;
  • dasar tarif yang Anda berlakukan, misalnya tarif per kata atau per halaman;
  • proposal;
  • draft perjanjian;
  • draft surat perintah kerja;
  • pertimbangan waktu penggarapan;
  • daftar klien;
  • surat penawaran;
  • identitas perusahaan jasa.

Anda juga dituntut berdamai dengan ketatnya deadline ataupun juga karakter klien yang berbeda-beda. Profesionalitas menjadi kata kunci bagi Anda untuk memulai bisnis ini.

Karena itu, saya memang sedang fokus dan serius membesarkan bisnis jasa penulisan-penerbitan seperti ini dengan menambah juga jasa untuk editorial serta desktop publishing. Ya, saya memang sudah meninggalkan selangkah gebyar-gebyar menulis buku atau menjadi penerbit buku—meski jasa ini masih saya lakoni saat ini untuk klien tertentu.

Ada sesuatu yang menarik bahwa sebagian besar organisasi maupun individu di Indonesia masih merasa surprise bahwa ternyata ada orang yang berprofesi membidani jasa seperti ini. Karena itu, di Indonesia bolehlah Anda mulai mengenali Bambang Trim dan Dixigraf sebagai bisnis jasa-penulisan bidang akademik dan bisnis serta TrimKom sebagai lembaga pelatihan dan konsultasi penulisan-penerbitan.

Belantara bisnis penulisan ini memang begitu menjanjikan untuk mereka yang ingin membenamkan dirinya ke dalam dunia tulis-menulis. Jadi, one step ahead, masuklah ke dunia yang masih memerlukan begitu banyak penulis profesional seperti ini.

 

©2012 oleh Bambang Trim

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

9 KOMENTAR

  1. selama ini saya menjadi penulis artikel dan mengerjakan beberapa proyek pribadi dan proyek duet juga keroyokan…tapi saya nihh seringkali ‘kepo’ sama bidang nulis yg lain…pak Bambang, tulisan ini pencerahan sekali, billion thanks sudah digiring ke sini…dan sekarang bisul ‘ kepo’ saya hampir pecah karena penasaran cara memulainya. 😀

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here