Cemburu Penulis

2
684

Apa yang mau dicemburui dari seorang penulis? Banyak, karya-karyanya; proses kreatifnya yang mengagumkan, bahkan mencengangkan; atau keseringan ia nongol di media massa berikut karyanya masuk deretan buku-buku baru.

Penulisan kerap mengundang kecemburuan karena menulis adalah dunia eksistensi. Banyak orang ingin memiliki eksistensi tersebut; memampangkan karyanya, diakui sebagai intelektual atau sastrawan, lalu juga mendapatkan umpan balik yang membanggakan dari para pembaca. Karena itu, eksistensi ini kemudian menjadi persaingan dalam jagat penulisan untuk mengharumkan nama masing-masing.

Lomba-lomba penulisan membuat para penulis memperebutkan predikat paling baik. Penghargaan dan berbagai proyek penulisan, membuat para penulis bersaing mendapatkan pengakuan. Penulis-penulis yang gagal kemudian menyimpan kecemburuan pada mereka yang berhasil dan sebagian lagi mengubahnya menjadi kekaguman sehingga secara sukacita menyampaikan penghargaan.

Api cemburu menulis menjadi berarti ketika itu dijadikan dorongan untuk berlatih dan berlatih, mengasah kanuragan menulis dengan aneka jurus sakti. Tulisan menjadi apik dan itu yang diharapkan untuk menarik perhatian karena memiliki daya pikat dari sisi keterbacaan berikut kejelasan. Hal yang terpenting juga soal gagasan.

Api cemburu menulis sebaliknya akan membakar diri karena terlalu banyak mengurusi tulisan para pesaingnya dan menganggap tulisannya paling bermakna. Penulis lupa diri untuk mengasah kemampuannya dalam diam, malah berhiruk pikuk di media sosial. Kecemburuannya tak menghasilkan apa pun selain karya-karya yang tidak diselesaikan tersebab buntu oleh rasa cemburu.

Ba(ha)sa Basi Bambang Trim

Hanya5Alinea ©2012 oleh Bambang Trim

Bambang Trim adalah Pendiri dan Direktur Institut Penulis Indonesia. Ia telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia penulisan-penerbitan serta telah menulis lebih dari 180 judul buku. Ia juga menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia dan pernah menjadi anggota Tim Pendamping Ahli penyusunan RUU Sistem Perbukuan di Komisi X DPR-RI.

2 KOMENTAR

  1. membaca tulisan ini sangat pas dengan apa yang saya alami. Bahwa saya tak boleh larut dengan kekaguman dengan prestasi orang lain dalam menulis, lalu melupakan hal bahwa saya harus sibuk memikirkan potensi kepenulisan saya. Trims atas pencerahannya …

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here