Jodoh Penulis

2
318

Penulisan memang terasa seperti perjodohan dan perjodohan adalah pertemuan yang ditakdirkan. Seorang penulis pasti punya pengalaman mengapa ia bertemu dengan kesenangan menulis atau dorongan apa yang membuat ia menulis. Bahkan, para penulis profesional punya momen-momen penting yang membuat mereka membanting stir kehidupan mereka untuk memilih menulis sebagai ‘kekasihnya’.

Perjodohan penulis yang sangat penting adalah perjumpaannya dengan ide. Ide atau gagasan memang sebuah perjumpaan/pertemuaan, bukanlah pencarian. Ide ditemukan terkait dengan hasrat yang dibaluri pengalaman berikut ilmu serta pengetahuan. Ide menampakkan dirinya pada kejernihan pikiran meskipun sang penulis dalam keadaan terdesak oleh waktu atau terpojok oleh keadaan. Karena itu, penulis stress sekalipun dapat saja takdirnya bertemu dengan sang ide.

Penerbit adalah jodoh penulis selanjutnya yang membuat karyanya tereksekusi, lalu tersebar. Terkadang perjodohan dengan penerbit adalah pertaruhan apakah karya “layu sebelum berkembang” atau menemukan momentumnya merajai pasar. Karena itu, ketika para penulis tak menemukan jodohnya satu pun dalam penerbitan, mereka memilih menjadi penerbit itu sendiri (self publisher) dan “mencumbui” bayangnya. J

Siapa lagi yang akan menjadi jodoh penulis selanjutnya? Penulis juga dapat berjodoh dengan para pekerja kreatif penerbitan lainnya, seperti layouter, ilustrator, dan desainer. Ingat bahwa ketika penulis tidak mengenali mitra kreatifnya ini, biasanya bukunya pun kurang memiliki ruh yang mewakili ide-ide kreatif sang penulis. Para pekerja kreatif perbukuan itu ibarat soul mate bagi mereka, terutama dalam hal penggarapan buku anak.

Perjodohan adalah sebuah proses. Proses mengenali dan juga mendalami. Begitupun menulis adalah sebuah proses untuk menghasilkan produk bernama tulisan. Dua proses yang harus digauli seorang penulis adalah menggagas dan menulis itu sendiri. Penulis harus berpacaran dengan bacaan serta buku-buku dan menjadikan membaca sebagai keranjingan tingkat dewa (meminjam istilah ngepop sekarang). Karena itu, membaca membawanya pada sang Dewa Cinta (Amor) hingga menemukan jodohnya: menulis!

 

Ba(ha)sa Basi Bambang Trim

Hanya5Alinea ©2012 oleh Bambang Trim

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

2 KOMENTAR

  1. “Hanya5Alinea” ini gerakan menulis pak bambang ya? hehehe.. oke punya nih. klo gerakan saya gerakan “3paragraf”, pak :d

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here