Siapa pun Anda Bisa Menerbitkan Biografi

8
540

Dini awalnya cuma seorang gadis biasa. Namun, malapetaka membuatnya harus menerima nasib yang mungkin tidak kuat ditanggung kebanyakan manusia. Wajahnya tersiram kuah bakso dagangan orangtuanya; selama beberapa tahun ia tak mampu menutup kelopak matanya saat tidur, selain wajahnya juga merusak. Dini pun sontak menjadi pemberitaan berbagai media beberapa tahun lalu. Sebuah usaha dilakukan untuk mengoperasi wajahnya. Dini mengalami face-off. Kisah dramatiknya dibukukan saat saya masih berkiprah di penerbit Salamadani yang memiliki imprint Semesta. Itulah salah satu buku true story yang diangkat dari sebuah kisah anak manusia dengan tekanan dramatik sebuah musibah.

1359266047121196690

Dini adalah satu dari sekian anak manusia yang memiliki kisah hidup. Ada kisah hidup yang mencekam, ada kisah hidup yang mengharu biru, dan ada pula kisah hidup yang begitu heroik. Hampir dipastikan tidak ada anak manusia yang memiliki kisah hidup lurus-lurus saja; tanpa gejolak, tanpa peristiwa. Itulah sebabnya seorang Zulfikar Fuad, yang kini menekuni karier sebagai seorang biograf (penulis biografi) selalu mengatakan bahwa setiap manusia punya kisah hidup dan kisah hidup itu layak dibukukan menjadi biografi, autobiografi, atau memoar.

Zulfikar Fuad belajar banyak hal ini dari seorang maestro biografi kenamaan Indonesia yaitu Ramadhan KH. Warisan Ramadhan KH dalam menulis kisah hidup seseorang inilah yang kemudian dibedah dalam acara Bedah Buku The Secret of Biography: Rahasia Menulis Biografi ala Ramadhan KH pada Sabtu, 26 Januari 2013 di Gramedia Matraman, Jakarta.

Siang yang cerah di Jakarta saat itu membuat para pengunjung yang hadir di function room Gramedia Matraman pun antusias menyimak paparan dari Djadjat Sudradjat (Anggota Dewan Redaki Media Group), Bambang Trim (praktisi perbukuan Indonesia), Zulfikar Fuad (biograf dan penulis buku). Acara yang dimoderatori R. Masri Sareb Putra (penulis, dosen, dan juga praktisi penerbitan) ini begitu hidup meski tanpa kehadiran Gilang Ramadhan, putra alm. Ramadhan KH yang dijadwalkan hadir. Justru istri mendiang Ramadhan KH, Ibu Syalfrida Nasution, hadir dan mengisahkan sendiri bagaimana proses kreatif seorang Ramadhan KH yang unik dan berkesan. Acara yang diadakan Penerbit Akademia Indeks ini pun menyiratkan banyak kepenasaran pengunjung tentang apa dan bagaimana menulis biografi itu sejatinya.

IMG_5818

Terungkap bahwa penulisan biografi termasuk jarang ditekuni oleh para penulis di Indonesia. Zulfikar memutuskan menulis buku tersebut karena ia hampir tidak menemukan panduan menulis biografi yang ditulis orang Indonesia. Karena itu, dengan mengumpulkan hasil belajarnya secara autodidak dengan sang maestro, Zulfikar pun menulis buku bertebal 172 halaman yang tidak hanya memaparkan pengalaman menulis biografi/autobiografi, tetapi juga teknik-teknik jitunya. Salah satunya adalah gaya penulisan roman biografi yang diperkenalkan oleh Ramadhan KH yaitu menulis biografi/autobiografi seperti layaknya menulis novel.

Saya sendiri diminta untuk memaparkan beberapa segi soal definisi dan konteks penulisan biografi ini. Saya kembali menjelaskan bahwa jenis penulisan ini masuk kategori FAKSI yaitu fakta yang dikisahkan (di antara FIKSI dan NONFIKSI). Di antara jenis FAKSI adalah biografi, autobiografi, memoar, dan kisah nyata. Mari kita kenal perbedaannya.

Paparan saya tentang biografi dari sudut pandang praktisi

Biografi adalah kisah hidup seseorang secara utuh sejak lahir (kecil) hingga dewasanya atau meninggalnya yang ditulis oleh orang lain. Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang penceritaan orang ketiga. Biografi kadang dikhususkan lagi menjadi biografi politik yang mengungkap masa kecil dan karier politik seseorang atau biografi profesional yang mengungkap masa kecil dan karier profesional seseorang. Karena ditulis orang lain, dalam biografi sering terdapat kata-kata “Seperti yang dituturkan/diungkapkan kepada ….” Tanda elipsis (…) diisi dengan nama sang penulis biografi.

Autobiografi adalah kisah hidup seseorang secara utuh sejak lahir (kecil) hingga dewasanya yang ditulis orang itu sendiri. Sudut pandang pengisahan adalah orang pertama dengan kata “aku” atau “saya”. Para tokoh yang sudah terbiasa menulis sejak kecil ataupun memiliki catatan harian tentu akan lebih mudah membukukan kisahnya dalam bentuk autobiografi. Namun, jika sang tokoh menginginkan sudut pandang penceritaan adalah dari orang pertama, di sisi lain ia sendiri tidak bisa menulis, sang tokoh dapat menggunakan jasa ghost writer (GW). GW secara profesional akan melakoni diri sebagai sang tokoh dan menuliskan pikiran, rasa hati, serta pengalaman sang tokoh. Nama GW tidak akan dicantumkan di dalam kover buku dan juga memang tidak akan disebut-sebut, kecuali tokohnya yang menyebut.

Memoar hampir mirip dengan biografi autobiografi karena sudut pandang pengisahan menggunakan orang pertama. Namun, memoar tidak utuh memuat kisah hidup seseorang, tetapi hanya sepenggal kisah yang benar-benar penting sebagai catatan peristiwa masa lampau. Misalnya, memoar tentang kerusuhan Mei 1998 yang terjadi di Jakarta. Isinya berupa pendapat, tanggapan, dan kesan pencerita/tokoh terhadap peristiwa yang dialaminya tersebut. Kadang-kadang dapat juga memoar itu dibuat oleh seseorang sebagai kesan terhadap seorang tokoh yang telah tiada karena ia pernah dekat dengannya.

Apakah kemudian seseorang yang bukan siapa-siapa berhak membukukan kisah hidupnya sebagai biografi, autobiografi, atau memoar? Sah-sah saja karena setiap orang pasti memiliki kisah yang menginspirasi orang lain, mungkin dalam lingkup kecil adalah keluarganya. Jadi, dengan kemajuan teknologi kini, siapa pun dapat menerbitkan biografi, autobiografi, dan memoarnya sebagai kenang-kenangan sejarah dengan cetak terbatas menggunakan teknologi print-on-demand. Namun, jika ingin dikemas secara profesional, tentu seseorang harus mengeluarkan biaya penulisan dan editorial yang juga tersedia seperti yang jasa yang ditawarkan seorang Zulfikar Fuad.

Intinya buku The Secret of Biography mendorong orang untuk mau membukukan kisahnya dan lebih jauh lagi mendorong para penulis untuk mampu menulis biografi dirinya atau seseorang. Acara bedah buku yang berlangsung 2 jam lebih tersebut kemudian ditutup dengan seremonial penyerahan hibah 50% royalti buku untuk keluarga Bapak Ramadhan KH serta penyerahan hadiah para pemenang penulisan resensi buku tersebut. Memang belum semua pertanyaan peserta dan pernyataan pembicara terbahas seluruhnya. Namun, setidaknya saya telah memberi pesan untuk kita mau berproses sebagai penulis biografi profesional, salah satunya dengan cara menggali warisan sang maestro yang luar biasa. Djadjat Sudradjat memberi pesan soal pentingnya kejujuran dalam menuliskan biografi. Zulfikar Fuad menguatkan pesan semua orang layak untuk dibukukan biografinya. Tidak peduli siapa pun Anda, Anda bisa menulis dan menerbitkan biografi sendiri. Dan menulislah dengan hati…. []

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

8 KOMENTAR

  1. ::: Lanjutkan Mas Bambang tentang Ramadhan K.H. dengan versi multimedia yang lain. Warisan Ramadhan K.H. sangat penting untuk generasi muda belajar dari suri teladan biografi tokoh Nasional.

  2. Beberapa buku biografi maupun autobiografi para tokoh lokal maupun internasional pernah saya baca, namun untuk memoar sangat jarang; mungkin Pak Bambang bisa memberi referensi khusus, agar saya bisa lebih paham soal genre biografi yang satu ini? 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here