Buku “Kurang Pintar”

0
297

Iwan Gayo adalah tokoh yang pernah membuat nama “buku pintar” naik daun dan buku karyanya pun laris manis. Pada tahun 2012 lalu, saya juga membeli buku bertajuk buku pintar terbitan Penerbit Buku Kompas berjudul Buku Pintar Kompas 2011. Memang buku itu sungguh pintar menjawab kebutuhan kita akan informasi yang paling tidak sudah tersusun sedemikian rupa, lengkap dengan data dan fakta.

Sekadar lelucon, saya merasa perlu menyusun buku “kurang pintar” biar tidak ada yang menyalahkannya. Buku Kurang Pintar apa yang hendak saya buat? Sebenarnya masih mending daripada menulis Buku Kurang Ajar. Kalau soal buku kurang ajar, sudah banyak terbit di luar negeri. Contohnya, yang menggunakan judul The Complete Idiot’s Guide, Keep It Simple Stupid, atau seri For Dummies.

Jadi, kita buat Buku Kurang Pintar saja. Semoga bisa laku atau paling tidak mudah-mudahan laku (ungkapan kurang pintar). Tinggal cari penerbit yang mau berinvestasi dan semoga memang penerbitnya “kurang pintar” pula. Contoh bukunya?

Pertama, kita bisa susun Buku Kurang Pintar Memilih Presiden RI menjelang Pemilu 2014. Isinya pun tentang profil para kandidat Presiden RI. Kurang pintarnya di mana? Ya karena kurang pintar, sah-sah saja para pembaca untuk memilih kandidat yang menurutnya paling layak meskipun orang lain bilang mati-matian si kandidat itu tidak layak–orang akan mafhum yang memilihnya memang kurang pintar. Bisa jadi di buku ini ada tokoh-tokoh yang tidak terbayangkan sebelumnya. Salah satu yang akan saya masukkan adalah nama SBY. Pembaca yang menyatakan SBY sebagai kandidat presiden terkuat lagi pada 2014 pastilah kurang pintar–karena ya nggak mungkin dipilih lagi, kecuali mengamandemen UUD 1945.

Kedua, Buku Kurang Pintar Memilih Perguruan Tinggi. Isinya pun tentang profil berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kurang pintarnya mengapa? Karena sesungguhnya yang tahu PTN/PTS mana paling layak dimasuki ya si calon mahasiswa sendiri, bukan bukunya. Buku hanya memberi tahu bahwa si PTN/PTS ini begini dan si PTN/PTS itu begitu. Bahkan, mungkin ada daftar PTS abal-abal dimasukkan karena namanya juga ya kurang pintar untuk memilih.

Ketiga …. ya mungkin Anda punya ide lain yang lebih “kurang pintar” daripada saya. Dan ini salah satu cara kita membebaskan diri dari “kotak kepintaran” kita seperti ungkapan “hapal di luar kepala”–menunjukkan betapa hebatnya seseorang yang menghapal tanpa lagi menggunakan otaknya. Apalagi mereka yang merasa digjaya dengan otak kanan serta yang lainnya otak kiri–lalu yang menggunakan dua belahan otaknya pastilah dianggap tidak punya pendirian alias kurang pintar. 😀

Aha, ada satu lagi yang bagus kita buat: Buku Kurang Pintar Menjadi Kaya. Di dalamnya ada profil orang-orang yang nggak begitu pintar, tetapi bisa kaya. Lalu, ada beberapa uraian cara-cara “kurang pintar” untuk menjadi kaya, misalnya terus-terusan ikut pelatihan motivasi menjadi kaya dan membeli buku “kaya dengan segera” meski penulisnya jelas-jelas belum kaya.

Ah, cuma lelucon. Memang siapa yang mau mewujudkan ide Buku Kurang Pintar ini? Kalau ada, berarti memang harus membayar royalti kepada saya. Semoga. Hehehe… aya-aya wae. []

©2013 oleh Bambang Trim

Komporis Buku Indonesia

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here