Mengayakan Tulisan dengan M2B

0
358

Ini bukan soal menjadi kaya dengan menulis, melainkan bagaimana mengayakan tulisan. Tulisan kaya itu yang membuat pembaca betah membacanya. Ada banyak informasi, tips dan kiat, bahkan kejutan di dalamnya. Tentulah tulisan kaya adalah buah dari pikiran kaya para pengarang atau penulisnya.

Ada tiga unsur di luar kepenulisan yang berpengaruh terhadap pengayaan tulisan. Saya menyebutkan M2B yang frekuensi lebih dari batasan normal. Apa itu M2B?

Banyak MEMBACA merupakan suatu keharusan bagi seseorang yang ingin tulisannya terlihat kaya. Jangan mengatakan Anda ingin menjadi penulis, tetapi Anda sama sekali tidak ingin atau bahkan membenci kegiatan membaca. Membaca itu jangan diperberat dengan pikiran soal tebalnya bahan yang harus dibaca, soal materinya yang berat, atau soal lainnya. Baca saja, cicil jika perlu ketika Anda punya waktu luang untuk beberapa halaman. Baca secara cerdas. Cermati daftar isi dan langsung membaca pada bagian yang memang perlu Anda baca (untuk buku). Rajin membuka internet untuk mendapatkan artikel-artikel dan feature-feature bermutu tentang suatu bidang yang menarik perhatian kita. Nah, satu lagi yang penting bagi Anda penulis fiksi, tentulah harus membaca buku-buku fiksi (antologi puisi, antologi cerpen, atau novel) yang bermutu dari para pengarang pesohor.

Banyak BERJALAN menjadi satu aktivitas favorit saya untuk menginstall pengalaman dan stimulus ide. Para penulis itu memang harus banyak bepergian untuk mengenali secara detail banyak aktivitas kehidupan atau melihat secara langsung detail-detail setting sebuah tempat. Hal yang paling sederhana saya lakukan adalah berjalan atau berkunjung ke pasar tradisional. Hal ini ada hubungannya dengan aktivasi pancaindra kita untuk merespons semua yang terjadi. Di pasar tradisional, visual (pelihatan), auditory (pendengaran), dan kinestetik (gerak) kita akan berfungsi optimal; ditambah tentunya penciuman (olfactory) dan perasa (gustatory) kalau Anda sempat mencicipi kuliner di sana.

Banyak BERSILATURAHIM merupakan suatu kebutuhan bagi para penulis untuk bertemu dengan banyak orang; bisa sebagai narasumber ataupun sekadar mengobrol dan mencerap jalan pikiran seseorang. Event-event adalah tempat yang bagus untuk dikunjungi dan berpotensi mempertemukan kita dengan banyak orang, baik yang sudah dikenal maupun yang baru dikenal. Di sinilah kita dapat memperkaya sudut pandang dari orang-orang yang berinteraksi dengan kita.

IMG_5763

Jadi, memang pada saat “ritual” menulis kita boleh bersunyi-sunyi. Namun, pada saat prewriting alias mulai menggagas dan menstimulus ide, tiga aktivitas tadilah yang berperan mengayakan tulisan kita. Drafting atau saat kita mulai menuliskan ide ke kertas ataupun layar komputer, saat itulah memori kita dari banyak membaca, banyak berjalan, dan banyak bersilaturahim akan berfungsi, terlebih jika kita memiliki catatan dari tiga aktivitas tadi.

Selamat mengisi hari-hari kepenulisan kita dengan tiga aktivitas tadi, M2B.[]

©2013 oleh Bambang Trim ~ Komporis Buku Indonesia plus Tukang Buku Keliling

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here