Bukan Mental Gratisan

4
318

Sebuah komen di socmed menyindir saya soal promosi yang masih menggunakan blog gratisan semacam wordpress ini. Menanggapi sambil tersenyum saya bilang memang nggak penting (bagi saya) soal gratisan atau berbayar terkait dengan blog atau website. Sudah banyak yang menawarkan pembuatan web pada saya. Dan saya pun sudah membeli domain: manistebu.com, perajinbuku.com, dan bambang-trim.com, tapi semua akhirnya memang nggak pernah di-update.

Entah mengapa tetap saja saya nyaman berblog ria semacam ini dan itu tidak ada hubungan dengan layanan profesional di bidang penulisan-penerbitan yang saya jalani atau memang punya mental gratisan. Tidak pernah ada klien yang bertanya dan mempermasalahkan saya menggunakan blog atau website sehingga ukuran profesional saya dinilai dari sana. Lalu, di tim saya juga ada desainer, ilustrator, dan editor yang bisa menyulap desain-desain web/blog serta konten-konten di dalamnya dengan apik. Karena itu, kami pun menggunakan lagi www.perajinbuku.blogspot.com untuk promosi. Sekali lagi, tentu para pengelola jasa pembuatan web akan pula merasa seperti ini: “Lho kok pake blog gratisan sih Pak Bambang, ayo dong bikin web sendiri.”

Hehehe… di tim yang saya bangun, WritInc, juga ada Masa Doni yang kerjaannya buat web. Dan WritInc juga punya web keren www.writinc.com. Tentulah sangat mudah bagi saya dibuatkan web, tetapi tetap saja saya memang masih nyaman berblog ria macam begini. Apa pasal? Ya, nggak tahu mungkin nyaman bisa utak-atik sendiri konten bagi orang gaptek seperti saya ini.

Namun, pada rencana e-Book store yang akan saya luncurkan yaitu Trimboo, kami sudah menyiapkan beragam konten gratisan yang saya sebut konten sedekah. Gratisan itu tetap saja “seksi”. 🙂

Jadi, bukan karena nggak mau atau nggak ingin dilihat profesional, melainkan karena saya masih “bersahabat” dengan wordpress gratisan ini dan biarlah pemikiran saya mengalir di sini. Namun, soal kerja tetap saja orang akan melihat hasil yang telah kita kreasikan. Socmed dan blog ini hanya sebuah media atau wahana menghantarkan siapa diri kita dan apa yang kita kerjakan. Orang pun bisa terlihat profesional dengan sebuah sentuhan copywriting pada blog/web dan itu tidak cukup membantu pada kerja sesungguhnya.[BT]

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

4 KOMENTAR

  1. Wah, lha kok alasannya sama dengan saya ya Mas. Sayapun masih lebih suka menggunakan gratisan. Saya sudah punya web (dot com) tapi tetap saja lebih suka yang gratisan. Bagi orang yang suka gatal untuk utak-atik blog, memang gratisan lebih menyenangkan ya. Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada yang komplain Mas…he..he…:)

    • Hehehe… iya Mas. Terpaksa buat tulisan karena ada yang “nyentil” kok bisnis pake gratisan. Lha, wong saya juga lebih nyaman dan bukan sekadar berbisnis, tapi berbagi informasi. Beberapa web (dot com) itu malah nggak ke-urus. Ini saya nangani dua blog dan mencoba menyajikan tulisan yang berbeda. 😀

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here