Keluarga yang Tak Membaca

0
375

Sulit dibayangkan jika ada keluarga sama sekali tak membaca saat ini, apalagi tak membaca buku. Bagaimana mungkin komunikasi mereka akan bernas? Pun sulit dibayangkan seorang ayah atau seorang ibu tak membaca kini, sementara anak-anaknya menjadi pembaca “yang rakus”.

Komunikasi pun akan menjadi tidak berimbang dan si anak mungkin bakal dicap “sok tahu” atau malah orangtuanya minder dan menerima pasrah ketidaktahuan mereka karena mereka memang enggan membaca. Di satu sisi buku makin banyak diproduksi, bahkan dengan bentuknya yang semakin canggih.

TrimKom Publishing House mendorong keluarga untuk membaca
TrimKom Publishing House mendorong keluarga untuk membaca

Jelaslah tanda-tanda keluarga membaca bisa dilihat dari koleksi buku atau adanya perpustakaan keluarga di dalam rumah. Bahkan, sebuah keluarga membaca kerapkali meninggalkan warisan buku-buku kepada anak-anak atau cucunya. Ilmu yang telah mereka baca pun tak mudah pupus begitu saja.

Jelaslah keluarga membaca itu kadang mengisi waktu senggang dengan berkunjung ke toko buku, ke taman bacaan, atau ke perpustakaan. Mereka tidak merasa aneh berada di antara buku-buku meskipun mereka tidak berkacamata atau tampak seperti kutu buku. Justru mereka akan bersuka cita dengan ramainya buku baru dan ada pula program obral buku–bak menemukan harta karun tak ternilai.

Namun, keluarga yang tak membaca pasti takkan peduli akan semua itu. Mereka mungkin terlalu asyik dengan gadget-nya dan khusyuk membaca pesan singkat atau chat yang melenakan. Ke mana-mana mereka menenteng tablet seolah sedang membaca, tetapi lebih sering matanya tertambat pada linimasa, baik facebook maupun twitter.

Ah, keluarga yang tak membaca…. Bisa apa kelak bertahan dari gempuran informasi? [BT]

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here