Mendadak Menulis Buku

0
340

Apa tujuan Anda sebenarnya jika mengikuti pelatihan-pelatihan  menulis? Tentulah Anda ingin tahu bagaimana menulis itu dapat dilakukan dan bagaimana hambatan-hambatan yang ada diri Anda dihilangkan. Selain itu, ada pula yang spesifik ingin mengetahui seluk beluk penulisan buku, tentunya dengan metode tertentu.

Kebanyakan  pelatihan penulisan memang menawarkan sukses bagi Anda untuk menulis. Namun, terkadang unsur penting metode dan proses langkah demi langkah terabaikan. Ada saja pelatihan yang hanya mengisahkan kisah sukses sang penulis tanpa pernah sekalipun si penulis menunjukkan bagaimana ia bisa menulis. Hal ini dapat dimaklumi karena si penulis pun memang tidak mengetahui mengapa ia bisa menulis atau lebih tepatnya ia mengalami “mendadak menulis”. Peluang dan keberuntungan membuatnya langsung bisa berkarya dan diterbitkan.

Menulis tetaplah sebuah proses yang dapat dijabarkan langkah demi langkah. Menulis tentu bermula dari ide yang dikembangkan menjadi topik dan kerangka penulisan. Tahun 1972 Donald M. Murray memublikasikan sebuah  manifesto singkat berjudul “Teach Writing as a Process Not Product”. Murray, seorang wartawan sekaligus guru ini, mulai mendengungkan pentingnya proses daripada produk dalam tulisan. Begitu pula Maxine Hairston, pada tahun 1982  berpendapat bahwa pengajaran menulis telah mengalami “pergeseran paradigma” dari  berfokus pada produk tulisan menjadi bergerak fokus pada proses menulis.

Pendampingan peserta untuk merancang outline tulisan.
Pendampingan peserta untuk merancang outline tulisan.

Jadi, pelatihan-pelatihan menulis memang harus memperhatikan proses bukan sekadar teknik yang menyiratkan “mendadak menulis”. Proses standar itu adalah prewriting-drafting-revising-editing-publishing. Contohnya, jika ada yang mempraktikkan teknik free writing yaitu menulis bebas saat melakukannya tanpa berfokus soal tata bahasa, teknik itu dipraktikkan pada drafting. Dalam revising dan editing, para calon penulis diberi pengetahuan bahwa mereka dapat melakukan perbaikan-perbaikan pada tulisan mereka sebelum dipublikasikan.

Dalam banyak pelatihan tentang penulisan buku, saya selalu menekankan output akhir dari pelatihan adalah outline buku dan draf naskah. Dari sini biasanya para peserta termotivasi untuk menyelesaikan naskah dengan komitmen tertentu. Biasanya pasca-pelatihan saya  masih  mendampingi dalam bentuk konsultasi dan review naskah yang tengah dikerjakan. Beberapa peserta pun akhirnya bisa menembus penilaian para penerbit.[BT]

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here