Mengorbit(kan) Cerita Nusantara di Medan

0
320

Qbaca Telkom mengundang saya untuk menjadi narasumber dalam rangkaian road show Mini Workshop Menggagas 1001 Cerita Nusantara; Mengorbit Bersama Qbaca di sembilan kota. Acara ini merupakan upaya Qbaca menghimpun konten berlatar seni-budaya Nusantara untuk didigitalisasi.

Medan itu memang kota bersejarah bagi industri perbukuan Indonesia. Medan termasuk kota bersejarah yang memulakan industri penerbitan nasional sejak awal. Dahulu ada penerbit di Medan yaitu Sarkawi dan Loekisan Poedjangga lazim menerbitkan karya-karya sastra.

Tahun 1952, di Medan telah berdiri organisasi penerbit lokal bernama Gabungan Penerbit Medan (Gapim) yang terdiri atas 40 orang anggota dan 24 di antaranya adalah pedagang buku. Gapim pun diajak bergabung ke Ikatan Penerbit Indonesia pada tahun 1953, Oktober 1953 terbentuklah Ikapi Cabang Medan (Sumber: 50 Tahun Ikapi: Membangun Masyarakat Cerdas).

Tidak hanya itu, Medan menjadi kota pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pameran buku. Bulan April 1954, Ikapi Cabang Sumatra Utara menggelar pameran buku pertama di lingkungan Ikapi yang dihadiri Menteri PP dan K, Mr. Moh. Yamin.

Dan ternyata tahun 2014 ini kembali Medan yang menjadi kota pertama berlangsungnya acara Mini Workshop “Menggagas 1001 Cerita Nusantara; Mengorbit Bersama Qbaca”. Tepatnya tanggal 18 Februari 2014, pukul 9.00 s.d. 14.00. acara ini menjadi pembuka serangkaian road show keliling Indonesia yang diadakan Qbaca Telkom demi menghimpun karya-karya bertajuk Cerita Nusantara untuk diterbitkan dalam bentuk buku digital dan dipublikasikan di Qbaca–sebuah ekosistem buku digital.

Karya-karya yang masuk tajuk Cerita Nusantara terdiri atas fiksi (cerita rakyat, mitos/legenda, dsb.), nonfiksi (sejarah kota, sejarah bangunan, sejarah kuliner, kearifan lokal, dsb.), faksi (biografi tokoh).

SIAPA YANG DIUNDANG

Qbaca akan mengundang

  1. para penerbit anggota Ikapi Sumatra Utara dan Ikapi DI Aceh;
  2. para penerbit mandiri (self-publisher) yang telah menerbitkan buku;
  3. para ketua jurusan Sastra Indonesia dan Sastra Daerah kampus di Aceh & Sumut;
  4. pemerintah daerah/kota/kabupaten pada dinas terkait, seperti Perpusda dan Dinas Pendidikan-Kebudayaan;
  5. para penggiat komunitas literasi dan taman bacaan masyarakat.

Acara diselenggarakan secara gratis untuk 60 orang peserta. Untuk itu, bagi rekan-rekan penerbit, penerbit mandiri, komunitas literasi yang belum tertangkap “radar” Qbaca serta berada di DI Aceh dan Sumut, dapat mengirim pesan permintaan undangan ke SMS 081312357585 atau email ke bambangtrim72@gmail.com

ACARA

Alhamdulillah, saya, Bambang Trim, dipercaya untuk mengisi acara mini workshop ini berupa lokakarya penulisan dan penerbitan buku berkonten Nusantara. Kesempatan bagi rekan-rekan di Aceh dan Medan sekitarnya untuk bersilaturahim sambil melejitkan potensi karya berbasis konten Nusantara serta tentunya berkiprah dalam penerbitan buku digital bersama Qbaca.

(Kota lain menyusul: Yogyakarta, Surabaya, Padang, Makassar, Balikpapan, Bali, Bandung, dan Jakarta)

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here