Writerpreneur: No Pain, No Gain

1
403

Dua hari kemarin selepas mendarat di Jakarta dari perjalanan rangkaian perdana workshop “1001 Cerita Nusantara” di Medan, saya langsung menghabiskan masa berdiskusi tentang buku dengan dua orang klien saya, Adi Putera Widjaja dan adiknya, Aries. Kami membicarakan buku terbaru mereka tentang implementasi business model.

Buku ini akan digunakan sebagai buku kerja para pebisnis pemula atau setidaknya mereka yang memang ingin terjun menjadi entrepreneur sejati. Setiap bagian buku  memang membawa saya pada pemikiran ide dan bangunan fondasi bisnis yang kini saya jalani yaitu writing and editing business.

Saya makin mantap berada di jalur bisnis jasa penulisan dan penyuntingan karena memang melihat kebutuhan tinggi bidang ini. Saya melihat pain atau ketidaknyamanan orang jika berhubungan dengan tugas tulis-menulis. Ketidaknyamanan itu bisa melanda satu organisasi, baik itu organisasi bisnis, organisasi nirlaba, maupun organisasi pemerintah, yang alhasil tugas menulis dianggap sebagai beban berat.

writersblock

Begitu pula yang terjadi di dunia akademis. Meskipun karya tulis berupa buku  menghasilkan nilai atau poin tinggi dalam urusan kenaikan pangkat dan sertifikasi, menulis buku tetap menjadi kesulitan dan kepayahan tersendiri. Karena hal ini pula, terjadilah berbagai aksi plagiat penulisan akademis yang banyak membuat karier para dosen tergelincir.

Di sinilah saya melihat dua peluang. Pertama, melatih mereka untuk mampu menulis dengan baik dan benar. Kedua, membantu mereka untuk mewujudkan tulisannya dengan cara pendampingan atau penulisan bayangan (ghost writing).

Menulis secara jelas menyentuh semua aspek, seperti aspek sosial yaitu bagaimana seseorang memperoleh pengakuan atas karya tulisnya dari sejawat ataupun lembaga tempat ia bernaung; aspek emosional yaitu bagaimana menulis dapat dijadikan sarana penyembuhan luka, perenungan diri, dan juga tentunya kebanggaan luar biasa; aspek kebutuhan dasar yaitu berbagi pengalaman dan pengetahuan atau berkomunikasi dengan orang lain lewat karya.

Karena itu, saya menawarkan jasa penulisan sebagai sebuah harapan ‘gain’ bagi klien saya untuk

  • menghemat waktu mereka jika kesibukan luar biasa menjadi alangan untuk menulis;
  • menampakkan harmonisasi antara pemikiran mereka dengan apa yang tertulis sehingga tidak ada hal-hal yang tertinggal di benak mereka sehingga tidak tersampaikan di dalam karya tulis;
  • menghasilkan karya tulis dengan bahasa yang baik serta benar jika ada tuntutan harus sesuai dengan Pedoman Umum EYD;
  • mempermudah mereka untuk mempertimbangan biaya dengan basis harga per halaman dan memberi mereka opsi untuk pencetakannya secara hemat dan cepat.

Target pasar saya pun sudah jelas yaitu dari perseorangan dan organisasi. Pangsa pasarnya pun saya fokuskan hanya pada dunia akademis dan dunia bisnis. Artinya, saya memberi layanan untuk penulisan-penerbitan akademis serta layanan  untuk penulisan-penerbitan bisnis.

Beberapa klien organisasi akhir-akhir ini menambah keyakinan saya untuk fokus pada kedua pasar ini, seperti P2M2 UT (Penerbit UT), LIPI Press, KPK, PT Badak NGL, PTPN XII, dan Qbaca Telkom. Berbeda dengan masa tiga tahun lalu ketika saya  masih sibuk dengan klien dari kalangan penerbit. Saya tidak lagi tertarik mengarahkan pasar saya pada pemenuhan kebutuhan penerbit akan naskah dan buku.

Visi saya menjalankan bisnis jasa ini bahwa saya ingin kelak orang di Indonesia akan selalu ingat TrimKom begitu mereka memerlukan bantuan penulisan dan penerbit, baik itu penulisan akademis maupun penulisan bisnis. TrimKom bukan hanya penerbit, melainkan lebih dari itu sebagai sebuah lembaga jasa yang menawarkan aneka pekerjaan kreatif di bidang penerbitan.

Apa yang menjadi kelebihan saya sebagai sebuah dorongan semangat adalah kemampuan memberikan konsultasi serta pelatihan di bidang penulisan-penerbitan karena diperkuat latar belakang pendidikan khusus di bidang publishing science. Hal lain yang tentu tidak bisa dikesampingkan adalah pengalaman selama lebih dari delapan belas tahun menangani bisnis penerbitan buku (MQS, Salamadani, Grafindo, Tiga Serangkai).

Karena itu, apa pun masalah seseorang atau calon klien di bidang penulisan-penerbitan, selalu ada solusi yang dapat ditawarkan TrimKom. Bidang utama TrimKom memang buku, tetapi TrimKom juga mampu mengerjakan urusan penulisan lain, seperti surat-menyurat, dokumen perusahaan, atau konten-konten presentasi. Semua sekarang saya kerjakan dari rumah bersama empat anggota tim saya lainnya sebagai karyawan.

Semoga mereka yang berkenalan dengan TrimKom tak lagi merasakan keperihan ‘pain‘ tersebab tugas-tugas dan tuntutan menulis. Sebaliknya, malah dapat tersenyum bersama kami menyongsong harapan dengan karya tulis yang baik, berkualitas, serta disusun dalam jangka waktu tidak terlalu lama. [BT]

©2014 oleh Bambang Trim

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

1 KOMENTAR

  1. Apa kabar, pak Bambang?

    Inspiratif pak tulisannya. Saya juga makin mantap di ranah Writerpreneur biografi dan bisnis. Berkat pencerahan dari pak Bambang juga, terima kasih..

    Btw saya pesan buku Writerpreneur yang lagi bapak tulis. Sudah kirim email tapi belum dibalas. Semoga sukses pak!
    🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here