Beginilah Menyusun Daftar Pustaka

19
18959

Manistebu.com | Penyusunan daftar pustaka atau terkadang disebut bibliografi termasuk perkara yang sering tidak dipahami penulis, bahkan editor (redaksi) dalam penerbitan naskah. Ada banyak versi penulisan daftar pustaka berdasarkan gaya selingkung (house style) yang diterapkan suatu institusi/lembaga.

Daftar pustaka merupakan senarai bacaan, baik itu buku, surat kabar, majalah, makalah, skripsi, atau bacaan lainnya yang digunakan penulis sebagai sumber informasi dan rujukan untuk mendukung tulisannya. Karena itu, daftar pustaka kerap juga disebut sebagai daftar bacaan.

Namun, apa yang terdapat di dalam daftar pustaka sudah berkembang tidak lagi sekadar teks tertulis, tetapi juga dalam bentuk audio-video. Contohnya, siaran televisi ataupun video di Youtube dapat dijadikan sebagai sumber tulisan. Saat ini kita juga mengenal adanya audio book dan buku elektronik dengan format multimedia.

Sebagai daftar bacaan, bahan-bahan pustaka ataupun sumber lain yang terdapat pada daftar pustaka belum tentu dirujuk langsung di dalam teks sebagai catatan kaki (footnote), catatan perut (in-note reference atau lebih populer disebut kutipan), atau catatan akhir (end note). Karena itu, daftar pustaka (bibliography) berbeda dengan daftar rujukan (references/citation).

Daftar rujukan dalam hal ini apa yang ada di daftar wajib dirujuk langsung di dalam teks, baik berupa kutipan, catatan kaki, maupun catatan akhir. Karena itu, daftar rujukan lebih relevan digunakan pada jurnal ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, atau karya tulis ilmiah nonbuku. Adapun daftar pustaka lebih relevan digunakan pada buku.

Jadi, kita perlu berhati-hati di dalam penggunaan daftar rujukan. Apabila di teks ada, tetapi di daftar rujukan tidak ada sumbernya, dapat dikatakan karya tulis terindikasi plagiat. Demikian pula sebaliknya, ada di daftar rujukan, tetapi tidak ada dirujuk di dalam teks maka disebut juga terindikasi plagiat.

Berikut ini adalah urutan penyusunan daftar pustaka untuk buku berdasarkan anjuran Badan Bahasa:

  1. nama penulis/editor (disusun secara terbalik berdasarkan abjad, kecuali nama etnis Cina yang ditulis apa adanya)
    Contoh:
    Trimansyah, Bambang
    Simatupang, Dian Puji
    The Liang Gie
  2. tahun terbit;
  3. judul buku (dicetak miring);
  4. nama media (dicetak miring);
  5. judul artikel/bab diapit tanda petik ganda;
  6. nama kota, tempat publikasi/penerbitan;
  7. nama penerbit.

Adapun ketentuan penting dari penyusunan daftar pustaka untuk menghindarkan kesalahan dalam penulisan sesuai dengan anjuran Badan Bahasa adalah sebagai berikut.

  1. Daftar pustaka disusun secara alfabetis dan tidak perlu diberi nomor.
  2. Nama penulis/penyusun, nama editor, atau nama penerjemah tidak perlu diikuti dengan gelar akademis.
  3. Jika ada dua penulis, penulisan nama penulis kedua tidak ikut dibalik.
  4.  Setiap bagian dipisahkan dengan tanda titik (.) bukan koma (,).
  5. Nama penerbit tidak perlu diikuti nama badan hukum/badan usaha.
  6.  Judul buku ditulis miring (italik), sedangkan judul artikel/makalah ditulis dengan diapit tanda petik ganda (“…”). Perhatikan tata cara penulisan judul buku pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
  7.  Informasi cetakan tidak perlu ditambahkan pada daftar pustaka, sedangkan informasi edisi (baru) perlu ditambahkan.
  8. Penyajian daftar pustaka menggunakan jenis paragraf menggantung (hanging indent) dengan baris kedua menjorok tiga karakter.

Daftar Pustaka Kategori Buku

Satu Penulis

Bambang Trim

Trim, Bambang. 2014. 5W + 1 Writerpreneur: Cara Cerdas dan Cergas Berbisnis Tulisan. Bandung: Trim Komunikata.

Dua Penulis

Tauhid Nur Azhar dan Bambang Trim

Azhar, Tauhid Nur dan Bambang Trim. 2005. Jangan ke Dokter Lagi: Keajaiban Sistem Imun dan Kiat Menghalau Penyakit. Bandung: MQ Publishing.

Tiga Penulis

Larry Bossid, Ram Charan, dan Charles Buck

Bossidy, Larry, Ram Charan, dan Charles Buck. 2012. Execution: Seni Menyelesaikan Pekerjaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lebih dari Tiga Penulis

Perkara ini biasa terjadi pada buku yang disusun oleh banyak orang sehingga tidak dapat disebutkan satu per satu, contohnya pada karya antologi ataupun bunga rampai. Nama penulis pertama akan menjadi nama yang dituliskan di dalam daftar pustaka.

Titik WS, dkk. 2012. Kreatif Menulis Cerita Anak. Bandung: Nuansa Cendekia.

atau

Titik WS, et al. 2012. Kreatif Menulis Cerita Anak. Bandung: Nuansa Cendekia.

Nama Editor

Taryadi, Alfons (ed.). 1999. Buku dalam Indonesia Baru. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Singkatan ed. digunakan untuk menyebut editor. Ada juga yang menggunakan singkatan peny. untuk menyebut penyunting. Namun, untuk membedakan dengan singkatan penyusun yang juga ditulis peny., sebaiknya digunakan ed. saja. Penulisannya dengan huruf italik.

Nama Lembaga

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi ke-4. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Karya Terjemahan

Osborne, John W.1993. Kiat Berbicara di Depan Umum untuk Eksekutif. Terjemahan Walfred Andre. Jakarta: Bumi Aksara.

Versi menggunakan keterangan teks asal:

Osborne, John W.1993. Kiat Berbicara di Depan Umum untuk Eksekutif. Terjemahan Walfred Andre. Jakarta: Bumi Aksara. (Teks asal dalam bahasa Inggris).

Tambahan Edisi

Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. edisi ke-3. Jakarta: Gramedia.

Tambahan Jilid

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2008. Api Sejarah. Jilid I. Bandung: Salamadani Pustaka Semesta.

Penulis Sama dan Tahun Terbit Sama

Trim, Bambang. 2011a. Muhammad Effect: Getaran yang Dirindukan dan Ditakuti. Solo: Tinta Medina.

—–. 2011b. The Art of Stimulating Idea: Jurus Mendulang Ide dan Insaf agar Kaya di Jalan Menulis. Solo: Metagraf.

Daftar Pustaka Kategori Nonbuku

Hal penting dari daftar pustaka kategori nonbuku adalah cara penulisan judul yang diapit tanda petik ganda (“…”). Adapun untuk nama media publikasi penulisannya menggunakan huruf italik.

Skripsi/Tesis/Disertasi

Trimansyah, Bambang. 1997. “Model Tematik Buku Anak Indonesia Dekade 1990”. Skripsi pada Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.

Lippes, R. 2005. Food as Emotional Bal min the Twentieth Century: A Study on Cultural Change. Tesis pada Oxford Brookes University.

Makalah

Parera, Frans. 1995. “Editor dalam Dunia Pernaskahan”. Makalah pada Kongres Perbukuan Nasional I 29-31 Mei 1995. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Artikel dalam Koran/Majalah/Jurnal

Arradon, Issabelee. 2014. “Aceh, Contoh Penyelesaian Kejahatan Masa Lalu”. dalam Kompas, 10 Februari 2014.

Versi dengan nomor halaman:

Pranoto, Iwan. 2014. “Kasmaran Tan Malaka Bermatematika”. dalam Kompas, 10 Februari 2014 , h. 7.

Sutopo, Hadi. “Pengembangan Perangkat Lunak Imposisi pada Industri Penerbitan”. dalam Ultimart, 5(2), h. 98-105. Desember 2012.

atau

Sutopo, Hadi. “Pengembangan Perangkat Lunak Imposisi pada Industri Penerbitan”. dalam Ultimart, 5(2): 98-105. Desember 2012.

Sumber Daring (Online) dengan Tanggal Tayang Diketahui

Trim, Bambang. 2014. “Harga Sebuah Impian Menulis”. Manistebu, 11 April 2014, dilihat 12 April 2014. <http://manistebu.wordpress.com/2014/04/11/harga-sebuah-impian-menulis/>.

Sumber Daring (Online) dengan Tanggal Posting Tidak Diketahui

Jika tanggal posting tidak diketahui, cantumkan saja tanggal akses.

Trim, Bambang. 2014. “Harga Sebuah Impian Menulis”. Manistebu, dilihat 12 April 2014. <http://manistebu.wordpress.com/2014/04/11/harga-sebuah-impian-menulis/>.

Sumber Siaran Televisi

Ilyas, Karni (Executive Producer). (11 Oktober, 2010). Indonesia Lawyers Club [Siaran Televisi]. TVOne: Jakarta.

Kitab Suci, Kamus, Ensiklopedia, Direktori

Al-Quran dan Terjemahannya. 2014. Jakarta: Departemen Agama RI.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2013. Edisi ke-empat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Entertainment Directory Book 2010. 2010. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Daftar Pustaka untuk Perkara Khusus

Karya yang Belum Pernah Dipublikasikan

Trimansyah, Bambang. 2010. “Teknik Editing Karya Terjemahan”. Makalah Seminar Editologi. Bandung. (Tidak diterbitkan).

Karya Tanpa Nama Penulis

t.t. “I La Galigo”. (Manuskrip). (Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan).

Singkatan NN bermakna nonim atau tanpa nama.

Adapun untuk karya yang dibuat oleh negara, kementerian, atau lembaga, langsung dituliskan nama negara, kementerian, atau lembaga pada bagian awal tanpa dibalik.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 202 tentang Hak Kekayaan Intelektual. Jakarta: Republik Indonesia.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kongres Perbukuan Nasional I. Kumpulan Makalah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Karya Tanpa Tahun

Trimansyah, Bambang. t.t. ….

Singkatan t.t. artinya tanpa tahun.

Karya Tanpa Nama Kota

Terkadang di dalam sebuah sumber tidak disebutkan nama kota tempat sumber tersebut diterbitkan. Jika tidak ada nama kota, cari nama provinsi yang mungkin disertakan. Jika tidak ada nama kota atau nama provinsi, keterangan nama kota/nama provinsi dihilangkan.

Demikian beberapa cara penyusunan daftar pustaka yang perlu Anda ketahui. Jika ada perbedaan dalam penulisan/penempatan bagian seperti tahun, biasanya terkait dengan gaya selingkung (house style) yang digunakan seseorang. Saat ini banyak digunakan gaya selingkung dalam penulisan akademis/ilmiah, seperti APA Style, MLA Style, Vancouver, dan Harvard Citation Style.

Perhatikan perbedaan berikut ini.

American Psychological Association (APA) Style

Trim, Bambang. (2011), The Art of Stimulating Idea, Surakarta: Maxigraf.

Chicago Manual of Style

Trim, Bambang. The Art of Stimulating Idea. Surakarta: Maxigraf, 2011.

Harvard Style

Trim, Bambang. 2011. The Art of Stimulating Idea. Surakarta: Maxigraf.

Modern Language Association (MLA) Style

Trim, Bambang. The Art of Stimulating Idea. Surakarta: Maxigraf, 2011.

Turabian Style

Trim, Bambang. The Art of Stimulating Idea. Surakarta: Maxigraf, 2011.

Vancouver Style

Trim, Bambang. The Art of Stimulating Idea. Surakarta: Maxigraf; 2011.

Jadi, model mana yang mau dipilih bergantung pada kebijakan media atau lembaga yang menerbitkan.Tidak ada yang lebih baik atau lebih benar atau menyebutkan yang lain tidak baik atau tidak benar. Hal penting yang harus diperhatikan adalah kekonsistenan penggunaan gaya penyusunan daftar pustaka. Adalah kurang profesional jika di dalam sebuah penerbitan, apakah itu buku atau media berkala seperti jurnal, cara penyusunan daftar pustaka atau daftar rujukan tiap terbitan berbeda-beda.

Semoga bermanfaat.[]

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

19 KOMENTAR

  1. Wah, pas sekali nih pak Bambang. Saya memang lagi mencari acuan penulisan Daftar Pustaka yang resmi dalam bahasa Indonesia. Untuk bahasa Inggris, saya biasanya pakai APA style. Terima kasih banyak ya pak sudah berbagi ilmu… 🙂

  2. Pak Bambang, saya mau bertanya kalau menulis referensi dari sumber luar negeri, apakah tetap diperlukan tanggal akses sumber artikel? Jika iya, apakah tulisan tanggal dan dilihat, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris? Terima kasih.

    • Di KBBI daring (online) tidak ada tulisan, yang ada lema. Anda cukup menyebutkan KBBI daring saja jika mengutip suatu lema di dalam teks. Di dalam daftar pustaka sama dengan pengutipan sumber daring (online).

  3. selamat pagi Pak, saya mau tanya, untuk nama campuran Cina, apakah tetap tidak dibalik?
    mis. :
    1. Jimmy Lim
    2. Evelin Oh Chia May
    Terima kasih

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here