Menguak Rahasia Pembaca Tulisan Anda

0
465
Foto: Alexander Solodukhin

Manistebu.com | Anda seorang penulis? Kunci berkiprah di dunia penulisan tidak dapat dipisahkan dari PEMBACA SASARAN. Para penulis yang berhasil selain karena menulis dengan baik, juga karena mampu “membaca” terlebih dahulu keinginan dan kebutuhan para calon pembaca.

Dalam nonfiksi kemudian lahir gelombang cara penyajian buku yang disebut how to dan self-help. Para penulis mampu melihat apa yang dibutuhkan orang-orang masa kini yaitu bagaimana cara melakukan sesuatu dengan tepat dan cepat atau melakukan sesuatu secara sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain.

Sebenarnya apa yang dilihat adalah MASALAH yang dihadapi manusia. Kita dapat membagi masalah pada bidang-bidang kehidupan dan dalam masyarakat modern kini beberapa topik bisa diangkat sebagai masalah. Berikut contoh kecilnya.

  • Ekonomi-Bisnis yang melahirkan masalah soal pekerjaan, karier, dan upaya menggapai kemakmuran/kekayaan.
  • Religi yang melahirkan masalah kehampaan spiritual, keinginan untuk tobat dan menjadi saleh, ataupun masalah-masalah terkait keberagamaan (fiqih).
  • Kesehatan yang melahirkan masalah ancaman penyakit degeneratif, diet, kesehatan ibu dan anak, dan banyak lagi.
  • Pendidikan dan Pengasuhan yang melahirkan masalah dalam hal pemelajaran, pengasuhan anak balita, pengasuhan remaja, dan banyak lagi.

Terkadang ada penulis yang tidak terlalu baik dalam menulis, tetapi karena ia mengangkat topik yang tengah dibutuhkan alih-alih menyebut digandrungi, ia pun memanen perhatian pembaca dan bukunya laris manis.

Fenomena lain yang tidak kalah menarik adalah buku-buku instan yang memang menyasar untuk para pembaca dengan karakter tidak mau berpayah-payah membaca buku tebal, apalagi dijejali teori. Para pembaca itu ingin langsung tahu dan mempraktikkan.

Walaupuan begitu, banyak buku seperti ini meskipun menyajikan sesuatu yang dibutuhkan, tidak mampu menjawab pertanyaan lebih lengkap dan kompleks. Banyak juga yang dibuat asal jadi sehingga menimbulkan kekecewaan pada pembaca karena merasa ditipu oleh judul dan penampilan buku.

Ambil contoh apa yang bisa Anda dapatkan dari buku bisnis yang menyajikan 101 atau 99 pilihan bisnis untuk usaha kecil menengah. Buku ini jelas “menggiurkan” karena menyajikan begitu banyak pilihan bisnis. Namun, jika benar-benar ingin berbisnis, tentu Anda tidak akan dapat mengandalkan penjelasan 2-4 halaman buku tentang bisnis yang akan Anda coba. Akibatnya, malah fatal.

Nah, sebagai penulis untuk mampu “membaca” apa yang diinginkan atau diperlukan pembaca, tentu Anda dapat melakukan riset kecil-kecilan atau lebih serius lagi. Media sosial kini juga bisa membantu Anda untuk mengamati kecenderungan sekaligus tren ini, apalagi jika Anda mampu bermain di pasar ceruk (niche market).

Apa poin dari hal ini? Penulis harus paham bisnis dan pasar. Penulis harus tahu apa “gain” (kesakitan) yang dirasakan masyarakat dan bagaimana penulis dapat mentransfer solusi untuk memberikan harapan. Maka rasakanlah sakitnya mereka yang kelebihan berat badan dan Anda dapat memberi solusi “diet” atau Anda malah memberi solusi membesarkan hati: “gemuk itu seksi”.

 

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here