Magnet Tulisan: Tunjukkan, Jangan Memberi Tahu

4
379
Foto: Bambang Trim

Manistebu.com | Mengapa saat membaca sebuah awal tulisan pembaca cenderung dapat merasakan apakah tulisan itu layak untuk diteruskan atau membosankan sehingga mengundang kantuk? Biasanya ini terkait dengan cara menyajikan paragraf awal. Banyak penulis yang akhirnya gagal memikat dengan tulisannya karena paragraf awalnya sudah bergaya ‘memberi tahu’, bukan ‘menunjukkan’

Teknik untuk memancing ketertarikan seorang pembaca saat membaca bagian awal tulisan kerap disebut sebagai cara memunculkan efek VHF dalam tulisan. VHF adalah visual-hearing-feeling. Artinya, potensi pancaindra dapat digunakan penulis untuk menyajikan tulisannya menjadi hidup.

Lalu, muncullah apa yang disebut sebagai teknik MENUNJUKKAN, bukan SEKADAR MEMBERI TAHU saat Anda menulis. Bagaimana contohnya?

Ini adalah contoh paragraf yang memberi tahu:

Editor adalah profesi dengan multitugas. Seorang editor harus menguasai tata bahasa. Lalu, seorang editor juga harus menguasai perihal seluk-beluk naskah.

Ini contoh paragraf yang menunjukkan:

Benar suatu kali ia larut memperbaiki bahasa mulai kata hingga paragraf. Namun, kali lain ia akan memperbaiki struktur tulisan dan penyajian. Matanya yang awas juga tidak luput dari pemeriksaan data dan fakta. Editor menjalankan multitugas, termasuk membangkitkan semangat para penulis yang sudah frustrasi untuk memperbaiki tulisannya sendiri.

Dapatkah Anda membedakannya? Baiklah, saya berikan contoh lain.

Ini yang memberi tahu:

Rujak adalah makanan tradisional Indonesia yang telah dikenal sejak dulu. Bahan-bahan rujak terdiri atas buah-buahan segar ditambah dengan bumbu rujak yang dapat diracik dari gula merah, asam jawa, cabai rawit, kacang tanah, lalu diulek dan diberi air.

Ini yang menunjukkan:

Siapa yang tak kenal rujak? Jenis makanan pencuci mulut asli Nusantara nan eksotik ini hampir pasti dapat ditemukan di seluruh penjuru Indonesia. Bagi mereka penggemar makanan pedas, rujak dengan bumbu yang bercampur dengan dua atau tiga cabai rawit adalah makanan favorit penuntas selera.

Bagaimana Anda dapat berlatih menulis dengan cara ‘menunjukkan’ itu? Syarat pertama adalah kekayaan kosakata Anda harus berlimpah sehingga Anda dapat memilih diksi (pilihan kata) yang tepat untuk menggambarkan sesuatu. Kosakata berlimpah tentu diperoleh dari keseringan membaca.

Gunakan kata-kata yang menggerakkan VHF, seperti memandang, memantau, melirik, mengerling, menatap, mendesau, mendesir, meraung, merayap, merangkak, dan terhempas. Jadi, kata-kata itulah yang menghidupkan cara Anda menunjukkan.

Kedua, Anda harus berani menggunakan cara-cara baru dalam memulai tulisan. Anda dapat memulai dengan pertanyaan yang “menggoda”; menyajikan data dan fakta yang “mencekam”; atau menyajikan kisah menarik yang belum terungkap sebelumnya, termasuk pengalaman pribadi Anda atau pengalaman orang-orang terdekat Anda. Jadi, memang jangan terjebak memulai tulisan dengan cara biasa.

Ketiga, Anda benar-benar melibatkan pembaca untuk merasakan sesuatu yang ingin Anda jelaskan, termasuk dalam topik-topik ilmiah populer. Jadi, jangan menempatkan diri Anda lebih tahu daripada pembaca atau terkesan menggurui pembaca. Tunjukkan saja dan biarkan pembaca menemukan apa yang mereka cari selama ini.

Semoga tip kecil ini membantu Anda berlatih menulis dengan lebih impresif. Salam literasi!

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

4 KOMENTAR

    • Hehehe zaman sekarang majalah tidak akan laku Mas, apalagi cetak. Orang cenderung sudah terbiasa mendapatkan informasi serbagratis. Dulu ada majalah tentang penulisan-penerbitan bernama Matabaca yang diterbitkan oleh Kelompok Gramedia. Majalah itu akhirnya juga tamat riwayatnya beberapa tahun lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here