Bisnis Penulisan: Bangkit, Jatuh, dan Bangkit!

2
456

Karier saya dalam dunia penerbitan jelas dimulai dari tercemplungnya saya ke Prodi D3 Editing Unpad. Dari sana saya mengenal publishing science dengan segala potensinya dan termotivasi oleh dua dosen saya, Ibu Sofia Mansoor dan Bapak Dadi Pakar (alm.).

Saya benar-benar memulai karier penerbitan ini dari bawah. Memulakan diri sebagai penulis buku pesanan, tepatnya buku pelajaran untuk penerbit Granesia (Grup Pikiran Rakyat) dan Media Iptek. Setahun menjadi penulis lepas, lantas saya diterima menjadi copyeditor di Penerbit Remaja Rosdakarya.

Penerbit Remaja Rosdakarya adalah kawah candradimuka bagi saya karena di sinilah saya berkutat langsung dengan aneka pekerjaan menyunting naskah mulai naskah buku agama Islam, buku perguruan tinggi, buku anak, dan buku pelajaran. Hal lain yang berbekas bagi saya, di sini pula saya mengasah kemampuan copywriting (banyak iklan buku umum di RR hasil kreasi saya) dan desktop publishing (DTP).

Saya memang memandang dunia kerja sebagai dunia yang dinamis. Masuknya berbagai pemikiran dari buku yang saya sunting turut memengaruhi jalan hidup saya. Saya hanya bertahan 1,5 tahun di RR untuk kemudian memutuskan hijrah ke penerbit baru bernama Salam Prima Media. Di SPM, kemampuan menulis buku anak saya terasah karena konsentrasinya memang ke sana. Bahkan, sebelumnya saya sudah menulis skripsi tentang sastra anak Indonesia yang kemudian dibukukan oleh Nuansa Cendekia serta mendapat bantuan Program Pustaka I dari Ford Foundation dan Adikarya Ikapi.

Karier yang melesat di induk penerbit SPM yaitu Grafindo Media Pratama tak serta merta membuat diri saya puas. Saya terasuki buku Cashflow Quadrant Robert Kiyosaki hingga memutuskan keluar pada tahun 2000 dan mendirikan penerbit sendiri bernama Bunaya Multidimensi Kreasi. Kali pertama saya menerbitkan buku Menggagas Buku yang ternyata banyak memengaruhi para calon penulis untuk mulai menulis buku.

Penerbitan yang saya bangun bersama dua orang teman lainnya ini ambruk karena kelemahan dalam marketing dan penangannya. Dengan keadaan rumah masih mengontrak dan hilangnya berbagai fasilitas serta uang pesangon yang amblas digunakan untuk modal usaha, saya masih coba bertahan. Namun, perusahaan lama kembali meminta saya yang tidak dapat saya tolak karena keadaan.

Saya kembali sebagai konsultan, lalu menempati posisi tertinggi di Divisi Penerbitan. Saya pun mendapatkan fasilitas mobil baru. Namun, satu hal yang saya cari tak jua bersua yaitu tantangan. Karena itu, pada tahun 2003 saya kembali hengkang dan bergabung dengan MQ Publishing milik Aa Gym. Saya meninggalkan gaji tinggi dan mendapatkan hanya setengah dari gaji saya sebelumnya. Beruntung perusahaan saya menghadiahkan mobil yang saya pakai sehari-hari sebagai tanda apreasiasi atas kinerja saya selama di sana.

***

Perjalanan bangkit, jatuh, bangkit lagi adalah perjalanan yang melatari karier saya di dunia penerbitan buku. Saya bukanlah contoh sukses yang bisa dibukukan dengan kisah sangat heroik. Selain Bunaya, saya mendirikan juga perusahaan direct selling buku bernama Kaki Buku yang akhirnya juga runtuh dengan uang saya tenggelam bersamanya. Saya juga mendirikan perusahaan jasa penerbitan yang berganti nama beberapa kali dari PQS ke Detika, dari Detika ke Dixi, dan dari Dixi ke TrimKom. Saya masih bertahan meski dengan luka-luka bisnis yang seriusnya cukup.

Bangkit lagi maka tahun 2011 saya putuskan meninggalkan segala pekerjaan profesional sebagai karyawan di perusahaan dalam usia 40 tahun. Saya kembali mendirikan Trim Komunikata (TrimKom) dan memanfaatkan rumah saya yang tidak terlalu luas sebagai kantor–small office home (sweet home) office. 🙂

Benar usaha yang fokus ini mulai menunjukkan hasilnya dan saya bisa benar-benar leluasa mengaktualiasikan diri sebagai apa pun: penulis, editor buku, konsultan, serta trainer/tutor khusus penulisan-penerbitan buku. Saya menikmatinya perjalanan ke berbagai kota di Indonesia dan bertemu begitu banyak orang yang berkepentingan terhadap penulisan-penerbitan.

Kini bisnis saya makin mengerucut pada upaya melayani jasa penulisan-penerbitan untuk institusi pemerintah dan institusi pendidikan. Tahun 2014 ini saya membantu Qbaca Telkom untuk meluncurkan program 1001 Cerita Nusantara, membantu Pusdiklat Kemenkes untuk menyusun buku ajar untuk Poltekkes, membantu Dirjen PAUDNI Kemdikbud untuk menyusun buku ajar kursus, menuntaskan buku panduan penerbitan untuk P2M2 Universitas Terbuka, membantu Prudential Indonesia untuk penyuntingan dokumen asuransi, membantu editorial buku-buku terbitan Universitas Binus, dan terakhir bersiap membantu Pustaka Balitbang Kementan dalam pengolahan buku-buku ilmiah populer.

Satu mimpi lagi untuk saya adalah mendirikan sekolah penulisan-penerbitan yang benar-benar bisa saya miliki dan jalankan sendiri. Gayung bersambut lewat sebuah kemitraan yang bakal terwujud. Inilah semangat yang membuat saya tidak peduli dengan luka-luka masa lalu.

Karena itu, saya pun memaklumkan berdirinya Detikata Media sebagai “reinkarnasi” dari semangat-semangat yang telah mati untuk dihidupkan kembali dengan penanganan yang lebih terencana, lebih terukur, dan lebih profesional. Pertemuan saya dengan Ibu Endang Iyan, praktisi humas dan pendidikan, menghasilkan sinergi bisnis ini.

 

dummy web 1

Kami bersiap membangun kemitraan dengan institusi pemerintah, BUMN, dan lembaga pendidikan, terutama perguruan tinggi dalam bidang penulisan-penerbitan serta kehumasan. Kami bangkit untuk sesuatu yang sangat diperlukan INDONESIA: semangat buku-buku dan kekuatan kata-kata.[]

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here