Tulis Buku yang Menarik Bagimu

11
592

Bab 3 buku Steal Like An Artist karya Austin Kleon yang diterbitkan versi bahasa Indonesianya oleh Noura Books, bertajuk ‘Tulis Buku yang Menarik Bagimu’ mengikat perhatian saya. Kleon menceritakan bagaimana saat berusia sepuluh tahun dan sehabis menonton Jurrasic Park, dengan tidak sabar ia melanjutkan sekuel film itu melalui PC-nya. Ia membuat sebuah fan fiction–melanjutkan cerita dari karakter yang sudah ada.

stealBab tersebut dimulai dengan subbab TULISKAN APA YANG KAMU TAHU SUKA. Kata TAHU dicoret sebagai tekanan oleh Kleon bahwa lebih baik menulis apa yang kita suka daripada apa yang kita tahu. Menurut Kleon kecenderungan menulis apa yang kita tahu daripada yang kita suka malah menghasilkan cerita buruk tanpa peristiwa menarik di dalamnya.

Sebagai writerpreneur, tantangan saya kadang tidak bisa memilih tulisan yang saya suka (topiknya), bahkan yang saya tahu. Saya harus menerima sebuah tugas penulisan apa pun sepanjang saya mampu melakukannya–bekerja cepat menghimpun bahan dan mengembangkan outline. Namun, saya bersetuju dengan Kleon saya mengerjakannya dengan rasa suka dan cinta, bukan pada topiknya mungkin, tetapi pada upaya mengenali hal-hal baru dan bertemu dengan banyak orang.

Tulisan ini saya buat setelah mencoba menyelesaikan beberapa naskah secara berantai. Satu naskah tentang bagaimana meraih kebahagiaan, satu naskah lagi tentang biografi seorang pengusaha Jepang, dan satu naskah lagi merampungkan hasil wawancara tetang buku sejarah lembaga. Semuanya menguras energi dan pikiran untuk menghimpun bahan dan mengalibrasi perasaan serta pikiran para penggagasnya.

Saya tidak pernah memandang pekerjaan menulis itu dengan ukuran besar kecil, termasuk ukuran imbalannya. Semua saya pastikan mendapatkan perhatian penuh sehingga saya harus membaca banyak buku dan terkoneksi dengan beragam informasi. Saya mengerjakannya dengan rasa suka meskipun kadang rasa itu tidak selalu didukung dengan energi yang cukup untuk menuntaskannya.

Pikiran Kleon soal bab menulis ini sebenarnya pikiran meniru dari sesuatu yang kita suka. Ada cara yang diperkenalkan The Liang Gie, pakar menulis, tentang bagaimana kita bisa meniru cara menulis dari penulis favorit kita. Cara itu disebut copy the master. Cara paling ekstrem adalah menulis kembali karangan penulis favorit tersebut kata per kata.

Apa efeknya? Anda akan terlatih untuk memilih dan merangkai kata-kata.

Berbeda dengan Kleon, ia menyuruh kita membayangkan sekuel dari sebuah tulisan yang belum dirilis. Itu semua dilakukan karena kita begitu suka dengan suatu karya, termasuk penulisnya. Galibnya, kita bisa mengalibrasi cara penulis itu mengembangkan karyanya. Alhasil, muncul karya lain “versi” kita dan tunggulah apakah versi yang ditulis pengarang asli bisa tampak sama dengan yang kita buat.

Cara kreatif ini termasuk ampuh untuk menuliskan buku dengan topik yang kita sukai secara lebih baik daripada yang pernah ditulis orang lain sebelum kita. Anda tinggal membuat gambaran yang lebih meriah dari buku tersebut berdasarkan IMAJINASI, tak sekadar bahan baku seperti pengalaman diri sendiri, pengalaman orang lain, dan bacaan kita. Anda harus berpikir apa yang Anda inginkan dari sebuah buku.

Tulisan ini sekadar selingan menyegarkan pikiran saya tentang menulis (buku). Senyampang juga melenturkan saraf-saraf menulis saya yang sudah pegal. Hehehe kok malah menulis lagi?

Selamat malam dan mempraktikkan. TULIS BUKU YANG ANDA TAHU SUKA!

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

11 KOMENTAR

    • Yang disenangi dan diperlukan orang. Yang jadi tren kalau topiknya tidak kita suka, tentu hasil tulisannya juga tidak akan bagus. Sekarang lagi tren batu akik, apakah kita suka menuliskannya? Jadi, pilih topik yang memang kita sukai dan banyak orang diprediksi memerlukan informasi yang kita tulis.

  1. bagaimana jika saya suka dengan karya fiksi, tapi setelah menuliskannya, tulisan saya terasa kering dan kaku, apakah hal seperti ini dipengaruhi bakat? awal-awal menulis saya lebih ke nonfiksi soalnya, pak

    • Pertanyaannya apakah Anda senang membaca karya fiksi penulis lain, terutama karya-karya fiksi bermutu? Apakah karya fiksi itu bisa memengaruhi Anda, misalnya, cara sang penulis memilih kata-kata? Biasanya kekeringan dan kekakuan itu terjadi karena referensi baca kita rendah atau memang kita tidak pernah melatihkannya. Coba bayangkan sehelai daun jatuh atau gugur dari atas pohon dan jatuh perlahan. Bagaimana Anda menuliskannya?

      • ya, saya suka membaca karya fiksi yang bermutu.
        mungkin begini:
        rimbun pohon bergoyang pelan merespon sapaan angin dari utara. sehelai daun yang tampak rapuh harus rela berpisah dari tangkainya, menghempas bumi yang siap memeluknya.

        • Oke buku apa yang pernah Anda baca tiga bulan terakhir?

          Sip. Sudah cukup baik meskipun pilihan kata memang harus diperhatikan. Kata “merespon” (seharusnya merespons) terlalu formal untuk sebuah gaya penulisan sastra. Frasa “menghempas bumi yang siap memeluknya” juga menghasilkan nilai rasa bertentangan antara menghempas dan memeluk.

          Intinya semua perlu latihan dan bimbingan. Soal bimbingan, carilah seorang mentor karena bagaimanapun keterampilan menulis tidak bisa dilatihkan sendiri tanpa bimbingan. Terima kasih.

          • Insya Allah, Sah! karya Achi TM, John Grisham, dan Sabda Armandio.
            jika misalnya sudah menemukan mentor, bagaimana sikap terbaik kepadanya agar dia mau membimbing kita dengan terbaik pula? 🙂

          • Tanyakan kepadanya bagaimana kita bisa belajar kepadanya. Jika ia profesional, tentu wajar jika berbayar menggunakan waktunya sebagai coach. Jika ia mempersilakan Anda belajar secara terbuka tanpa bayaran, tentu adabnya harus mendatanginya dan belajar langsung kepadanya karena tentu akan merepotkan jika hanya lewat email.

  2. Sepakat..
    Saya suka baca buku motivasi anak muda & pengembangan diri. Alhamdulillah sudah nulis 6 buku antologi breng temen2.

    Nah sy ingin nulis buku sperti bacaan yg sy suka. Satu kendala; menghimpun data. Nah bagaimana menghimpun data itu?

    terimakasih.

    NB: Sy sedang membaca buku “WRITER PRENEUR” nya Bapak. Salam sukses buat Pak Trim..

    • Menghimpun data dimulai dengan membaca; membaca dimulai dengan memilih bacaan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan kita. Pernah baca Buku Pintar Kompas? Di situ terhimpun banyak data kelas A1 yang bisa digunakan untuk menulis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here