Soal Buku, Malaysia Memang Boleh

0
641
Foto: Bambang Trim

Manistebu.com | Pemilik kandungan? Jangan berpikir dalam bahasa Indonesia karena pasti Anda bingung atau tersenyum sendiri. Kandungan di sini bukan soal kehamilan. Kandungan dalam bahasa Malaysia dapat bermakna ‘naskah’ atau ‘konten’. Namun, yang membuat iri karena lewat lembaga Kota Buku bertajuk Malaysiana, para penerbit dan penulis di sana ditawarkan bantuan dana ‘grant‘ untuk menerbitkan buku-buku Malaysiana.

Jargon Malaysiana memang mirip dengan Indonesiana yang menggambarkan serba serbi tentang Indonesia.Malaysiana pun tampaknya begitu. Adalah Tempo yang awalnya memopulerkan istilah Indonesiana.

Enam topik dari program yang diinisiasi Kota Bukumenjadi tantangan untuk dituliskan dan diterbitkan, yaitu 1) Islamika Malaysiana (Perbankan, keuangan, dan perniagaan syariah); 2) Pengurusan haji; 3) Halal; 4) Komoditas Malaysia; 5) Biodiversiti Malaysia; 6) Sosial budaya Malaysia.

gran-malaysia

Ada kadang opini menyebut mengapa harus membanding-banding dengan Malaysia. Bagi saya dalam konteks kepedulian pemerintahnya terhadap perbukuan dan literasi, saya memang angkat topi. Saya kenal baik dengan Cik Hasan Hasri yang mengelola Perbadanan Kota Buku. Selain, Kota Buku, Malaysia memiliki badan perbukuan lainnya yaitu Institut Terjemahan dan Buku Malaysia. Badan-badan itu saling bersinergi dan membuat program yang menyenangkan bagi industri perbukuan, termasuk para pelakunya.

Bambang Trim adalah Pendiri dan Direktur Institut Penulis Indonesia. Ia telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia penulisan-penerbitan serta telah menulis lebih dari 180 judul buku. Ia juga menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia dan pernah menjadi anggota Tim Pendamping Ahli penyusunan RUU Sistem Perbukuan di Komisi X DPR-RI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here