Ini Rahasia Memercikkan Api Menulis

0
490

Manistebu.com | Semua orang memiliki potensi karya tulis atau buku di dalam dirinya karena semua orang pastilah memiliki pengalaman hidup yang khas, pengetahuan yang baik untuk dibagikan, ataupun ilmu yang tersimpan selama bertahun-tahun ia belajar. Hanya potensi itu harus dipercikkan dengan api menulis.

Banyak orang tidak tepercik karena hambatan-hambatan dari dalam diri seperti tidak percaya diri ataupun tidak tahu harus memulai dari mana. Hambatan lain juga datang dari luar karena ia tidak mendapatkan akses untuk mewujudkan impiannya dalam menulis.

Saya ingin percikkan api untuk mengenyahkan semua itu yaitu menulis saja tanpa memikirkan hal-hal lain yang belum tentu terjadi. Dari mana memulainya ya dari menulis. Ingat saja apa yang terlintas di pikiran dan mulailah menulis tanpa memikirkan dulu bagaimana cara Anda menata kata-kata, frasa, kalimat, hingga paragraf. Tulis saja semampu Anda menuliskannya.

Namun, sebelum itu ada hal yang menjadi dasar Anda menulis seperti niat untuk menggesekkan pentol korek api ke lapisan yang dapat memercikkan api. Itu adalah tujuan untuk apa dan mengapa Anda menulis. Kita tidak percaya diri, tetapi kita tahu tujuan kita, itu hanya masalah sepele. Kita tidak tahu memulai dari mana, tetapi kita tahu tujuan kita, itu juga masalah enteng. Apa yang sulit ketika seseorang menulis, tetapi ia sendiri tidak tahu tujuan menulis untuk apa dan mengapa.

Ada beberapa pemosisian orang dalam menulis. Menulis menjadi pekerjaan atau tugas seseorang dalam kehidupan sehari-hari, contohnya seorang sekretaris atau seorang guru. Menulis menjadi karier seseorang itulah para pengarang dan penulis yang hidup dari kegiatan tulis-menulis. Menulis menjadi semacam kesenangan saja, ini untuk mereka yang menempatkan menulis sebagai hobi. Menulis menjadi jalan untuk mencapai suatu tujuan, ini yang dilakukan para politikus, motivator, trainer, dan banyak lagi.

Pada kenyataannya memang tidak ada satu bidang pun di dunia ini dapat lepas dari kegiatan tulis-menulis. Di dalam setiap pekerjaan, pasti ada menulisnya. Karena itu, mereka yang menguasai keteramplan menulis selalu dianggap istimewa daripada yang lainnya. Jadi, menulis lebih tinggi dapat ditempatkan sebagai keterampilan hidup (life skill) yang akan membantu kehidupan seseorang, terutama dalam ia memperjuangkan cita-citanya.

Jika sudah tahu pentingnya menulis, itu seperti percikan api untuk mereka yang berusaha belajar menulis. Mereka yang punya cita-cita, apa pun bidangnya, pasti tidak akan mengabaikan menulis. Menulis adalah anak tangga, menulis adalah wahana, yang dapat mengantarkan seseorang lebih lancar untuk mencapai tujuannya melalui sebuah karya.

Untuk itu, tanggal 29-31 Januari 2017, saya hadir di Solo akan mengungkap rahasia ini lebih detail: Apa dan Mengapa Kita Harus Menulis. Pada zaman kini dengan mudahnya akses ke seluruh penjuru dunia dan mudahnya kita terhubung dengan banyak orang, menulis menjadi daya tersendiri. Daya untuk mengubah diri sendiri, mengubah orang lain, bahkan mengubah dunia.

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here