Mengatasi Writer’s Block dengan Writing Toolbox

0
408

Writer’s block adalah (1) mengalami kemacetan/kebuntuan menulis, (2) kondisi ketika pikiran dalam keadaan kosong-melompong (blank) dan merasakan secara nyata bahwa tidak ada yang dapat dituliskan, (3) bingung mau menulis apa dan dari mana memulai menulis, (4) frustrasi dalam menulis (sudah berkali-kali menghapus, mengoreksi, dan memperbaiki tetapi tulisan tetap nggak jadi-jadi), (5) bengong di depan laptop, (6) nggak percaya diri dalam menuliskan sesuatu, dan (7) senantiasa mengalami ketegangan ketika ingin memulai menulis dan selama proses menulis.

Writing toolbox—yang saya rancang terdiri atas lima perkakas ([1] bahasa, [2] mengikat makna, [3] free writing, [4] mind maping, dan [5] AMBAK)—memang saya tujukan untuk mengatasi writer’s block. Kotak perkakas untuk menulis ini cara bekerjanya seperti kotak perkakas (toolbox) yang dimiliki oleh seorang tukang kayu atau para montir yang kerjaannya mereparasi mobil atau motor yang mogok. Ia digunakan untuk mempermudah menulis dan mengatasi berbagai problem menulis yang mendadak muncul. Apabila kita punya, dan paham benar tentang,  cara mengoperasikan kelima perkakas menulis tersebut, ada kemungkinan kegiatan menulis pun menjadi lebih mudah dan lebih lancar serta lebih mengasyikkan.

Apabila tulisan sebelumnya menjelaskan cara bekerjanya kelima perkakas writing toolbox secara satu per satu, tulisan kali ini akan menjelaskan cara bekerjanya kelima perkakas tersebut dalam bentuk yang terintegrasi (terpadu dan saling mendukung). Pertama-tama, untuk mengefektifkan pengoperasian kelima perkakas, sangat dianjurkan agar setiap kali ingin menulis (atau tiba-tiba ada sesuatu yang ingin dituliskan) segeralah mengambil perkakas nomor lima yang bernama AMBAK. Perkakas #5 ini dapat mengatasi hal paling berat dalam menulis: ketiadaan semangat atau motivasi (gairah) menulis. Apabila Anda berhasil membangkitkan motivasi (gairah) menulis, tentulah jenis writer’s block yang lain akan mudah sekali diatasi.

Setelah perkakas #5, ambillah kemudian perkakas #4 (Mind Mapping) dan perkakas #3 (Free Writing) secara bersamaan. Kedua perkakas ini—Mind Mapping dan Free Writing—akan membuat Anda tidak tegang dan tidak kemrungsung serta lebih relaks (santai) dalam memulai menulis. Manfaat lain sinergi kedua perkakas ini adalah akan memudahkan Anda menulis. Tidak terlalu berpikir lama dan jauh (dalam) ketika menulis. Anda juga dapat menggunakan otak belahan kanan yang sangat bebas. Dan Anda dapat memulai menulis tanpa memikirkan harus menulis ini atau itu terlebih dahulu. Anda akan memulai menulis tanpa bentuk. Nanti, tanpa Anda sadari, Anda akan menulis dengan bentuk yang sangat jelas.

Setelah secara berurutan mengambil perkakas AMBAK (#5), Mind Mapping (#4), dan Free Writing (#3), kemudian perkakas #2 (Mengikat Makna). Begitu Anda mengambil (mendengar) nama perkakas #2 ini, secara otomatis (dalam pikiran Anda) akan segera muncul sebuah prinsip bahwa Anda perlu membaca teks terlebih dahulu sebelum menulis. Membacanya pun tidak banyak—intinya hanya memasukkan sesuatu ke dalam pikiran secara ngemil. Anda perlu membaca (memasukkan sesuatu) karena Anda ingin mengeluarkan (menuliskan sesuatu dari pikiran Anda).

Ada banyak sekali hambatan dan problem menulis yang akan Anda pecahkan dengan Mengikat Makna ini. Dan jika Anda sudah merasakan bahwa kegiatan menulis Anda lancar dan tidak menekan Anda, Anda tak perlu mengambil perkakas #1 (Bahasa). Secara otomatis, Mengikat Makna telah membantu Anda memperkaya kosakata dan meningkatkan kualitas berpikir Anda—yang sesungguhnya merupakan tugas/fungsi perkakas #1.

Selamat mencoba dan bermain-main dengan writing toolbox. Selamat merasakan khasiatnya. Selamat menyingkirkan berbagai writer’s block.[]

Hernowo—di dunia maya dikenal dengan nama “Hernowo Hasim”—adalah penulis 24 buku dalam 4 tahun. Dia punya konsep membaca-menulis bernama “mengikat makna”. Ia mulai menekuni dunia menulis di usia lewat 40 tahun. Buku pertamanya, Mengikat Makna (Kaifa 2001) terbit saat usianya mencapai 44 tahun. Kini sudah 37 buku diciptakannya. Buku ke-37-nya berjudul “Flow” di Era Socmed: Efek-Dahsyat Mengikat Makna (Kaifa, 2016). Kini Hernowo sedang mempersiapkan buku tentang “free writing”, bagaimana membuat buku, dan aplikasi “mengikat makna”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here