Pertama di Indonesia, Penpro Buka Jalan Sertifikasi Penulis dan Editor

0
46

Manistebu.com | Sebagai respons terhadap Program Indonesia Kompeten yang digagas Pemerintah Indonesia serta berkontribusi terhadap sertifikasi profesi di bidang penulisan-penerbitan, Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (Penpro) telah menginisiasi disusunnya SKKK (standar kompetensi kerja khusus) bidang Penulis Buku Nonfiksi dan Editor Buku.

Tahap pertama Penpro telah menerima SK Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kementerian Tenaga Kerja, untuk SKKK Penulis Buku Nonfiksi. Terbitnya SK Dirjen ini tidak terlepas dari dukungan asosiasi dan lembaga lain, yaitu Ikapi, APPTI, Polimedia, dan Institut Penulis Indonesia. Selain itu, Penpro juga menerima dukungan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud.

SK Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kemnaker untuk SKKK Penulis Buku Nonfiksi

Sebagai tindak lanjut penyusunan standar kompetensi ini, Penpro mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi bernama LSP Penulis dan Editor Profesional. Untuk melengkapi persyaratan tersebut, Penpro telah memberikan pelatihan terhadap 25 orang calon asesor kompetensi bersertifikat BNSP. Ke-25 peserta telah dinyatakan lulus sebagai asesor kompetensi oleh BNSP.

Pelatihan Asesor Kompetensi yang digelar CLSP PEP pada September 2017

Terkait dengan pendirian LSP, Penpro juga tengah melengkapi berkas untuk meminta dukungan dari Kemenkominfo, Kemenristek Dikti, Kemenag, dan Bekraf sebagai lembaga pemerintah yang terkait langsung dengan pendidikan dan industri kreatif perbukuan.

Awal tahun 2018, Penpro melalui LSP Penulis dan Editor Profesional (PEP) sudah siap berkiprah melakukan uji kompetensi untuk sertifikasi penulis buku nonfiksi dan editor buku. Siapa saja yang menjadi target sertifikasi LSP PEP?

  1. mahasiswa D-3 hingga S-3;
  2. dosen;
  3. guru;
  4. widyaiswara;
  5. peneliti;
  6. pelatih (trainer) atau pembina (coach);
  7. motivator; dan
  8. masyarakat umum yang berkecimpung di bidang penulisan-penerbitan.

LSP PEP juga membuka kerja sama dengan lembaga lain, terutama perguruan tinggi untuk menjadi tempat uji kompetensi (TUK) bagi para penulis buku dan editor yang berminat mendapatkan sertifikat atas profesinya. Langkah sertifikasi penulis dan editor ini merupakan yang pertama di Indonesia sebagai penjabaran misi Penpro untuk pengembangan profesi.

Selain itu, kebutuhan akan tenaga-tenaga profesional di bidang penulisan-penerbitan yang bersertifikat merupakan amanat dari UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan (Sisbuk). UU Sisbuk mengandung visi menghadirkan Negara untuk menyediakan buku yang bermutu, murah, dan merata bagi masyarakat.

Menandai tahun pertama berkiprahnya LSP PEP ini, Penpro menargetkan 1.000 orang dapat disertifikasi sebagai penulis dan editor profesional di seluruh Indonesia. Untuk itu, LSP PEP disiapkan bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia.

Sertifikasi profesi berkontribusi pada upaya mempersiapkan buku-buku yang bermutu untuk masyarakat. Karena itu, Indonesia ke depan memerlukan para penulis dan editor yang andal. Mereka harus berkompeten menghasilkan buku-buku yang bermutu untuk mencerdaskan bangsa.[]

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here