Energi Kata-Kata

2
231
Foto: David Iskander on Unsplash

Manistebu.com | Asian Games 2018 yang menyisakan kenangan bagi Indonesia baru saja usai. Saya teringat dengan semboyan perhelatan olahraga Asia terbesar ini yaitu Energy of Asia dan juga terpukau dengan kedahsyatan lagu Meraih Bintang yang diciptakan Parlin Burman Siburian (yang dikenal dengan nama Pay, sempat menjadi gitaris Slank) dibantu Rustam Rastamanis.

Penggalan lirik lagu Asian Games 2018 ini benar-benar mengandung energi kata-kata yang positif:

Setiap saat setiap waktu
Keringat basahi tubuh
Ini saat yang kutunggu
Hari ini ku buktikan

Ku yakin aku kan menang
Hari ini kan dikenang
Semua doa kupanjatkan
Sejarah kupersembahkan

Terus fokus satu titik, hanya itu titik itu
Tetap fokus kita kejar lampaui batas
Terus fokus satu titik, Hanya itu titik itu
Tetap fokus kita kejar dan raih bintang
….

Terus terang saya merindukan lagu-lagu Indonesia yang ditulis dengan kata-kata positif sekaligus indah. Pasalnya, kini jarang kita temukan seniman kata-kata mencipta lagu.

Benarkah kata-kata mengandung energi? Di dalam KBBI, energi dipadankan juga daya untuk menggerakkan. Kata mengandung makna, sekaligus nilai rasa. Ada rasa netral, rasa halus, rasa kasar, dan rasa sangat kasar. Mereka mengeluarkan kata-kata setiap hari sesungguhnya mengeluarkan energi.

Perhatikan kata-kata di dalam doa. Ia mengandung energi untuk mendorongnya sampai ke Sang Maha Pencipta. Tentu saja ketika berdoa Anda harus memilih kata (diksi) yang tepat agar jelas apa yang Anda minta. Kata-kata di dalam doa itu semestinya mewakili perasaan dan pikiran Anda.

Selain energi positif, kata-kata juga mengandung energi negatif. Pengalaman manusialah yang menciptakan kata-kata itu dan memaknainya. Apabila kata yang dikenal sebagai sebutan binatang digunakan untuk manusia, terasalah bahwa kata-kata itu sangat kasar dan sangat melukai perasaan.

Namun, ada juga penggunaan kata negatif yang dikonversi menjadi kekaguman atau pujian. Contohnya, kata ‘gila’ yang sering diucapkan seperti: “Gila! Ia akhirnya meraih medali emas!” Semua itu dalam bahasa lisan terasa dari intonasi dan dalam bahasa tulis terlihat dari konteksnya.

Di media sosial, setiap hari kita dapat melihat keluaran kata-kata dari teman-teman dunia maya. Anda dapat menilai dari kata-kata si empunya akun apakah kata-katanya positif atau tidak. Anda juga dapat menilai apakah kata-kata positif yang digunakan sekadar pamer, ingin dipuji, atau memang benar-benar tulus. Karena ada energi, rasa menerpa benak Anda.

Sebagai penulis saya sangat peduli dengan energi yang dikandung kata-kata, terutama dalam mencipta judul yang tepat. Pilihan kata-kata juga sangat bergantung pada tujuan menulis itu sendiri. Apakah tujuannya menginformasikan sesuatu, menggerakkan sesuatu, memengaruhi sesuatu, atau menghibur.

Karena itu, saya sangat berhati-hati dengan kata-kata yang masuk ke dalam benak saya setiap hari dan terprogram secara otomatis. Salah satu cara yang saya gunakan untuk memasukkan kata-kata dan memprogramnya adalah membaca tulisan-tulisan yang baik—untuk mengimbangi berita-berita yang buruk.

Lewat latihan pada subuh hari, saya melenturkan otot-otot menulis untuk mengalirkan kata-kata yang positif dan berenergi baik. Itu mengapa saya menganjurkan para penulis Muslim untuk menjaga wudu pada saat menulis. Sesungguhnya kita memerlukan pembimbingan Ilahi untuk menulis.[]

Bambang Trim adalah Pendiri dan Direktur Institut Penulis Indonesia. Ia telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia penulisan-penerbitan serta telah menulis lebih dari 180 judul buku. Ia juga menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia dan pernah menjadi anggota Tim Pendamping Ahli penyusunan RUU Sistem Perbukuan di Komisi X DPR-RI.

2 KOMENTAR

  1. Terimakasih Pak Bambang, setiap saya membaca tulisan Pak Bambang selalu saja ada sesuatu yang bermakna. Saya senantiasa mengikutinya. Energi kata-kata, memang menjadi kunci keberhasilan yang bisa menjadi magnet bagi pembaca. Memang perlu jam terbang yang cukup untuk mampu mencurahkan tulisan yang kata-katanya “ber-energi”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here