Penulis Pemula, Penulis Pemalu

4
512

Makin hari makin banyak lahir penulis pemula dan tak peduli usia. Namun, makin lama tetap masih saja banyak penulis pemalu–tak peduli sudah menulis berapa buku, tetap saja disuruh tampil tak mau. Dua-duanya menarik ditelisik dalam jagat penulisan di Indonesia.

Penulis pemula bagi saya bermakna mereka yang baru kali pertama berani memublikasikan karyanya ataupun kali pertama mendapat kesempatan karyanya ditampilkan kepada publik melalui media massa. Biasanya penulis pemula yang karyanya tampil secara otomatis mendapatkan energi berkali-kali lipat untuk menulis kembali–meski tak jarang pula ada yang cuma berkarya sekali sesudah itu mati.

Penulis pemula dalam kategori subjektif saya memang bukan mereka yang baru belajar untuk menulis dan kebanyakan memilih genre puisi. Penulis pemula bukan mereka yang masih awam titik koma, pilihan kata, ataupun struktur tulisan yang bernas. Penulis pemula adalah mereka pendatang baru yang siap melejit atau malah langsung ko’it dengan karyanya.

Penulis pemalu lain lagi. Mereka ini yang enggan sekali bertemu publik untuk sekadar mengupas isi bukunya maupun talk show membentangkan pemikirannya kepada khalayak pemirsa TV ataupun pendengar radio. Penulis pemalu sulit berkompromi dengan promosi. Kasus utama umumnya karena mereka tidak menguasai teknik bicara di depan publik dan cenderung demam panggung. Atau mereka malah takut karyanya dikritik habis-habisan dan ia tidak bisa menjawab.

Penulis pemula dan penulis pemalu sama-sama menjadi fenomena dari dahulu hingga kini bagi penerbit di Indonesia. Ada penerbit yang memberi kesempatan luas untuk para pemula, terutama pemula yang langsung jadi pesohor. Ada pula penerbit yang masih ragu-ragu mengangkat pemula. Begitupun ada penerbit yang tidak ambil pusing dengan penulis pemalu. Namun, ada juga penerbit yang gusar dengan keengganan penulis pemalu mempromosikan karyanya, termasuk mempromosikan dirinya.

Penulis pemula perlu dibina. Penulis pemalu perlu dimotivasi. Itulah sebabnya mengapa penerbit perlu mengambil perhatian (focal concern) terhadap pembangunan komunitas (community development). Komunitas menghimpun penulis-penulis potensial, apakah mereka pemula atau pemalu, untuk seterusnya didesain menjadi penulis profesional.

Dalam kurikulum berbasis kompetensi lalu, khususnya untuk pelajaran bahasa Indonesia, memang kompetensi menulis menjadi salah satu kompetensi kebahasaan yang perlu dikuasai siswa (di samping menyimak, berbicara, dan membaca). Namun, kompetensi menulis tidak dijabarkan dalam teknik menguasai menulis sebagai keterampilan hidup sehingga tidak pula dapat ditetapkan kriteria seseorang yang dapat disebut penulis. Guru tak bisa menjelaskan penulis sebagai profesi, sama ada guru tidak dapat menjabarkan menulis sebagai keterampilan hidup (life skill) yang penting.

Alhasil, memang penulis pemula gamang memilih karier yang mantap untuk menjadi penulis profesional. Di pihak lain, penulis pemalu tak mampu mengenali dirinya sendiri berikut kemampuannya dan tak ingin tahu seberapa besar apresiasi orang terhadap karyanya. Dan kemudian banyak buku yang bertebaran–miskin kreativitas, miskin apresiasi.

Lalu, siapa yang mau mengambil jalan khidmat membina sebenar-benar penulis untuk menjadi profesional? Sekolah atau penerbit? Dua-duanya.

:catatan editorial Bambang Trim

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

4 KOMENTAR

  1. Hmm, aku juga mau nerbitin novel. Tapi masih ragu. Kira-kira apa yang harus aku lakukan?._.
    =======================================================
    Tolong lihat salah satu novel lepas saya, menurut anda apa yang kurang?
    kazamiharu.wordpress.com

  2. Attractive section of content. I just stumbled upon your website and in accession capital to assert that I get in fact enjoyed account your blog posts. Any way Ill be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently rapidly. bdgbbfdbfeee

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here