Menanam Buku di iPad

6
426

Masa panen buku digital mungkin beberapa tahun atau tak lama lagi akan menemukan momentumnya. Bibit sudah disemaikan sejak bertahun-tahun lalu melalu e-book dan e-book reader yang diproduksi Amazon lewat produk Kindle-nya atau Sony e-book reader. Masa menyemai seperti menemukan momentumnya 2010 ketika iPad diluncurkan dan ibarat gayung bersambut ditingkahi pula dengan akan meluncurnya gPad produksi Google ataupun Blackberry yang siap pula meluncurkan komputer tablet dengan tentunya fitur pembaca e-book ini.

iPad begitu seksi ketika ‘menanam’ 30.000 judul buku (http://www.detikinet.com/read/2010/03/29/163033/1327957/317/ipad-dibanjiri-30-ribu-buku-gratis) gratis hasil dari Project Guttenberg. Lalu, Amazon pun memutuskan bekerja sama dengan Apple untuk dapat ‘menitipkan’ sistem Kindle di iPad sehingga pengguna iPad juga dapat mengunduh e-book produksi Amazon.

Pertanyaannya, akankah iPad juga akan menjadi barang tren di Indonesia, syukur-syukur menjadi barang kebutuhan, tidak sekadar gengsi untuk pemakainya? Potensi Indonesia sungguh besar bagi pasar pengguna iPad, terutama untuk para akademisi dan mahasiswa/pelajar. Jikalau di dalam iPad dapat ditanam puluhan ribu judul, betapa praktisnya sebuah proses pembelajaran hanya dengan menenteng satu perangkat semua buku satu perpustakaan dapat terbawa. Saya memprediksi sebuah revolusi yang saya sebut ‘revolusi content dan context‘. Bagaimanapun iPad akan membutuhkan content alias buku-buku lokal yang terkemas dalam e-book.  Di sini menariknya bahwa bisnis penerbitan adalah bisnis content, apa pun medianya.

Kreativitas pun berbicara ketika penulis dan penerbit dapat merancang content dan context yang tepat untuk ditanam pada iPad. Siapa yang jeli melihat peluang ini dan punya segudang kreativitas serta inovasi, tentu dapat menggandeng provider iPad di Indonesia guna menyediakan layanan e-book store yang dapat kompatibel dengan iPad. Tentu besar sekali peluang bisnis penulisan dan penerbitan di sini.

***

Saya memandang iPad juga menjadi perangkat multiguna untuk para penulis karena penulis dapat menenteng sekaligus referensi dari berbagai sumber yang sudah dalam bentuk e-book. Di mana pun ia berada, tugas penulisan menjadi sangat mudah, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai sekretaris, staf humas, maupun notulis. iPad akan menjadi sebuah ‘revolusi’ gaya para penulis memproduksi tulisan karena memiliki fungsi stimulasi ide luar biasa. Bahkan, tentunya bukan hanya iPad, melainkan para pesaingnya pun pasti memiliki daya serupa dengan fitur yang berbeda.

:catatan kreativitas

Bambang Trim

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

6 KOMENTAR

  1. nice info cm kurang dijelaskan bagaimana cara buat buku digital …nah looo..koreksi ya …tq

    • Wah, menjelaskan bagaimana buat buku digital itu perlu satu buku Mas… dan memang tulisan ini tidak dimaksudkan membahas buat buku digital yang memang sudah semakin mudah dengan berbagai software. 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here