Menghabiskan Sabtu (13/11) di Solo, kondisi tubuh masih kurang fit benar. Namun, saya paksakan mencari sarapan pagi untuk ‘memberi power’ dan sejenak singgah di Gramedia Slamet Riyadi.

Langkah langsung membawa saya ke lantai dua, tempat para buku berada. Di sana mata langsung tertuju pada floor display best seller. Maka tampaklah buku berwarna mencolok dan berdesain cover unik. Buku The Power karya Rhonda Byrne. Seorang produser film dari Australia yang mendapatkan pencerahan sehingga mengungkap apa yang disebutnya The Secret.

The Power diterjemahkan menjadi Daya. Pada flap bagian depan dari jaket buku saya membaca kalimat begini:

Buku ini merupakan pegangan menuju kekuatan terbesar di semesta–Daya untuk memiliki apa yang Anda inginkan.

Tanpa Daya, Anda takkan pernah lahir. Tanpa Daya, tiada satu pun manusia di planet ini. Setiap penciptaan, penemuan, dan kreasi manusia berasal dari Daya….

Menarik. Ketika membayar buku ini di kasir, saya diberi tahu ada voucher sebesar Rp15 ribu karena saya membeli The Power. Ketika saya menukarkan struk pembelian dengan voucher, ternyata potongan harga khusus untuk membeli buku The Secret yang memang sudah saya miliki sebelumnya. Malahan, data saya pun dicatat oleh customer service. Saya memberi data pribadi dan dalam hati saya ingin sekali berujar… tapi sepertinya gak penting amat.

***

Saya membeli The Power bukan karena terkagum-kagum dengan Rhonda. Para pembaca buku saya sebelumnya Magnet Muhammad saw: The True Law of Attraction tentu mafhum bagaimana saya berseberangan pemikiran dengan Rhonda yang menjadi tokoh bagi gerakan New Age Movement. Sepanjang buku The Secret seolah semua doa dijawab oleh [S]emesta (S dalam huruf besar) dan kali ini dalam The Power kata [D]aya juga dibuat dengan huruf besar. Interpretasi saya ya seperti Tuhan. Anda boleh resapi kalimat di flap yang tadi sebelumnya saya sampaikan. Siapa dan apa Daya itu sehingga ia begitu kuasa bagi manusia.

Entah terjadi koneksi dengan Rhonda, saya pun sempat membahas soal daya ini pada buku saya Magnet Muhammad  saw cetakan kedua pada 2008 yang diterbitkan Cicero (sayang, saya kemudian sama sekali tidak mendapat kabar bagaimana penjualan dan penyebaran buku ini sejak 2009 sampai kini). Ada 2 getaran yang membuat Nabi Muhammad saw menjadi daya tarik yaitu getaran cinta dan getaran akhlak. Lalu, ada tiga daya yang luar biasa, yaitu daya intuisi, daya juang, dan daya tahan ibadah. Dari sini kemudian timbul efek positif yang saya sebuth Efek Muhammad saw. Dalam buku Magnet Muhammad saw sebenarnya saya ingin membongkar tidak ada rahasia yang ditutup-tutupi selama berabad-abad dalam versi Rhonda. Bukan semesta itu yang menjawab keinginan (doa) manusia, melainkan ada Allah Swt. yang Maha Berkuasa atas segala kehendak hamba-Nya.

Sebenarnya, bukan hanya saya yang coba meng-counter pemikiran Rhonda ini, setelah The Secret terbit beberapa buku yang menyangkal The Secret. Anda dapat baca sebuah buku yang diterbitkan oleh Elexmedia berjudul Truth Behind The Secret yang ditulis James K. Walker dan Bob Wardrep. Inilah buku yang membongkar penyimpangan The Secret dan beberapa perseteruan terkait penulisan dan penerbitan buku The Secret.

Lucunya buku ini justru diterbitkan oleh Group Gramedia juga. The Secret diterbitkan oleh Gramedia. Lalu, The Truth Behind The Secret diterbitkan Elexmedia. No problemo, it’s a business.

Buku The Secret memang menjadi meledak seiring bertumbuhnya berbagai training motivasi dan training-training business yang diselenggarakan MLM maupun komunitas-komunitas wirausaha. Gagasan Rhonda seperti match dengan gagasan untuk mengubah takdir menjadi kaya atau bahagia: apabila Anda berpikir bisa, maka Anda bisa!

Tidak cuma dalam forum-forum pelatihan dan pertemuan bisnis, bahkan saya sempat mengetahui bahwa The Secret juga dikaji di forum pengajian secara positif. Artinya, ada komunitas Muslim yang mengakui The Secret tanpa mengkaji dan membedah lebih dalam arus pemikiran yang hendak disuntikkan oleh Rhonda ini. Rhonda berhasil menghimpun sejumlah tokoh (mulai motivator, psikolog, penulis, therapist, dan banyak lagi) yang disebutnya sebagai guru The Secret.

Lalu, mengapa saya membeli buku Rhonda? Tidak ada hubungan antara tidak membeli buku dengan ketidaksetujuan kita terhadap gagasan penulis atau pengarangnya. Saya senang mengoleksi buku-buku best seller dunia untuk mengetahui mengapa buku seperti ini bisa menjadi best seller.

Soal The Power, gemanya memang tidak saya temukan saat di Frankfurt Book Fair, Oktober lalu. Berbeda halnya dengan The Secret yang terasa menggema. Mungkin karena The Power diterbitkan di Australia. Adapun The Secret diterbitkan Penerbit Beyond Words yang dulu juga menerbitkan buku The True Power of Water karya Masaru Emotobuku ini sempat saya gagas penerbitannya di MQS dan menggemparkan karena menjadi kontroversi meski kemudian saya sadar bahwa penerbit buku ini (Beyond Words) memang membawa arus pemikiran New Age.

***

Indigostar. Ini sebuah istilah yang dikenalkan Syamsuddin Haesy (Bang Semch) dan menjadi judul bukunya yang diterbitkan Salamadani. Indigostar berkisah tentang sebuah kaum yang menjadi penggagas sukses dan pendobrak pada zamannya. Namun, kerapkali kiprah mereka itu tersamarkan meski mereka bersinar terang ibarat bintang indigo. Terkadang tanpa kita sadari dan ketahui, ternyata di Indonesia banyak para indigostar yang bagi saya mereka sudah menemukan lebih dulu soal the secret dan the power. Dan mereka sama sekali kadang tidak peduli soal law of attraction.

Dalam bukunya, Bang Semch, justru mengungkit daya spiritual yang biasanya dilakoni oleh para Indigostar. Mereka orang-orang yang percaya kekuatan Tuhan dan berkhidmat dengan kerjanya. Mereka tidak merasa bahwa mereka memiliki daya unggul sebagai manusia lantaran kecerdasan serta keprofesionalan mereka. Mereka tumbuh dan sukses karena memegang teguh keyakinan, kepercayaan, serta berkomitmen terhadap visi dan misi.

***

Rhonda Byrne memang piawai mendongeng dengan filmnya, lalu memengaruhi lebih dahsyat lagi lewat bukunya. Apa yang diceritakan Rhonda adalah bagaimana orang-orang terdahulu bisa sukses dan mereka mempraktikkan sesuatu yang disebutnya The Secret. Padahal, kalau kita kaji lebih dalam, ya biasa-biasa saja. Apalagi, dalam kajian seorang Muslim, tak ada rahasia sama sekali karena hal itu sudah termaktub di dalam al-Quran dan juga sirah Nabi Muhammad saw.

Kita memang hidup dalam zaman yang serba menarik dalam kemasan. Kita begitu mudah terpengaruh soal penemuan ‘aktivasi otak tengah’ yang seolah mencengangkan. Kita terkesima dengan ocehan-ocehan motivasional yang seolah-olah begitu wah dan sudah valid kebenarannya. Bahkan, kita seperti kecanduan motivasi sehingga mengikuti training berkali-kali dan berkali-kali pula kita malah tidak sedang melakukan perubahaan jangka panjang–hanya sesaat untuk kemudian kembali lagi pada keadaan semula.

Entah berapa banyak kalimat-kalimat movitasi yang bertebaran di jejaring sosial, tetapi terkadang jarang berbunyi, lalu menghentak kita ketika kalimat-kalimat movitasi itu tidak bertemu, apalagi matching dengan visi dan misi hidup kita. Karena itu, orang-orang seperti Rhonda Byrne dengan segala kisah kesuksesannya seolah menjadi dewa dengan membawa satu rangkaian kata-kata yang disebut rahasia dan hebatnya seolah tahu apa yang sedang kita pikirkan. Mereka mampu membaca ‘pasar’ kebutuhan orang-orang yang berputus asa dan tak pernah menemukan jalan sukses–bahkan lebih berbahaya orang-orang yang kehilangan Tuhan.

The Power…. Menarik untuk dibaca, tetapi bukan untuk ‘diamini’ (bagi saya tentunya). Nantikan buku saya selanjutnya: The True Power & The True Secret–saya sedang menggagasnya. Terima kasih.

:: catatan buku Bambang Trim

Praktisi Perbukuan Indonesia

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

6 KOMENTAR

  1. Wah sebuah keyakinan memang harus kita patok sesuai dengan kebenarannya. Kalau saya mengubah posisi pandangan saya, saya sudah tidak pada keyakinan itu lagi. Pertanyaannya apakah daya semesta itu berdiri sendiri tanpa adanya campur tangan Tuhan? Terima kasih.

  2. Kenapa d sebut Semesta. karena saya yakin tidak smua orang d dunia ini menganut yang namanya kepercayaan dengan Tuhan, bahkan ada pula yang Atheis atau tidak beragama, sehingga Semesta itu d anggap secara global.

  3. Kesimpulan The Secret…!
    Kita Berpikir Kemudian “Alam Semesta Menata Dirinya” Untuk Membuat Apa Yg kita Pikirkan…! ( Itu Terbukti Untukku )
    Petunjuk = Siapa yang Menata Alam….?
    Perlu Di Ingat…! => MAHA BESAR …! MAHA PENYAYANG..! MAHA MENGETAHUI….!
    Yang Jelas Menurutku The Secret Adalah Buku Hebat,,,!
    Tetapi Perlu Di ingat…! Jika Kita Salah Memahaminya,,,? Maka Tersesatlah Orang Itu….!
    “Tiada Tuhan Selain Allah,,,! “

  4. “Nantikan buku saya selanjutnya: The True Power & The True Secret–saya sedang menggagasnya.”

    Sudah terbit di pasaran belum, Pak, dua buku tersebut?

    Lebih baik membaca satu buku bantahan suatu pemikiran daripada harus melakukan studi komparasi sendiri; lebih bisa menghemat waktu, he-he-he. 🙂

  5. cool… pemikiran yang sama dengan saya tentang the secret..
    banyak orang yang ga percaya dan bilang musyrik tentang buku ini… pemikiran yg begitu sempit.. padahal kalo kita berusaha berpikir keluar dari otak.. yaa tinggal kita ganti aja kata semesta itu menjadi Allah… dan islam juga mengajarkan kita untuk selalu berbaik sangka kepada Allah (positive thinking).. bukan berburuk sangka kepada Allah… berdoa dan meminta dengan penuh keyakinan.. maka aura positive akan terpancar dari diri kita dan membuat daya magnet kita semakin kuat untuk menarik segala hal yg kita inginkan.. membuat kita untuk lebih optimis..

  6. Apa yang ingin diberitahukan oleh Byrne Rhonda dalam buku the Secret dalam bacaan saya hanyalah cara pandang yang sebetulnya tidak keliru dilihat dari sudut proses. Kalau Byrne berhenti pada Semesta, kita yang Muslim tidak boleh berhenti hanya sampai di situ. Semesta ini ini hanyalah bentuk tajalli (penampakan asma dan sifat) Tuhan, yang dari situ kita dapat (meyakini) ada Tuhan yang Maha Mengatur (sunnatullah) di balik cara kerja semesta ini. Jadi apa yan diperkenalkan Byrne dengan The Secretnya tersebut, bagi kita yang Muslim cukup dipahami saja sebagai cara kerja semesta (sunnatullah). Dengan cara ini, kita tidak akan terjatuh ke dalam syirik dengan menuhankan semesta ini. Di sisi lain , prinsip yang diperkenalkan dalam The Secret yang sangat positif adalah prasangka baik (feeling positif). Saya kira titik tekan kepada prinsip inilah yang mendasari seluruh bangunan The Secret yang dikenalkan oleh Byrne tersebut. Salam pak Bambang Trim, tulisan2 Bapak sangat memotivasi..

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here