Engkau Penulis yang Mana?

3
673

Ada penulis pena terlena

: setiap saat asyik berkarya

Selalu lupa pada pembaca

Merasa karya enak dibaca

Ada penulis pena perdana

: suatu saat menghasilkan karya

Setelah itu tak terdengar nama

Karya pertama dan satu-satunya

Ada penulis pena terpana

: setiap saat asyik bertanya

Mengumpulkan karya sejumlah penulis ternama

Tapi hanya terbuai angan belaka

Ada penulis pena terhina

: setiap saat dicerca naskahnya

Tiada pernah ia beranjak sempurna

Karena ia tidak pernah tahu menulis untuk apa

Ada penulis pena merana

: setiap saat mengeluh menderita

Beridealisme tanpa rencana

Menulis tak dihargai semestinya

Ada penulis pena durjana

:  setiap saat mencari celah

Plagiat karya berpuluh jumlah

Naskah orang dibubuhi namanya

Ada penulis pena berdana

: setiap saat terobsesi bernama

Terpikat penerbitan swakelola

Menerbitkan sendiri siapa sangka

Ada penulis pena kelana

: setiap saat entah pergi kemana

Backpacker sebutan mengena

Menulis di mana saja dan apa saja

Ada penulis pena bahana

: setiap saat menajamkan karya

Tidak berkompromi dengan kualitas rendah

Setiap naskah mengejutkan dunia

Ada penulis pena bermakna

: setiap saat merenungi cinta

Mengikat makna amat sempurna

Karyanya mulia bertenaga

Engkau penulis yang mana?

Aku penulis bukan siapa-siapa

Aku penulis bukan apa-apa

:: Bambang Trim

Colomadu, 16 Januari 2011

 

Bambang Trim adalah Pendiri dan Direktur Institut Penulis Indonesia. Ia telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia penulisan-penerbitan serta telah menulis lebih dari 180 judul buku. Ia juga menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia dan pernah menjadi anggota Tim Pendamping Ahli penyusunan RUU Sistem Perbukuan di Komisi X DPR-RI.

3 KOMENTAR

  1. Mas Bambang mohon izin boleh nggak syair puisi saya ambil untuk reminder kala saya mengajar KTI? Tolong asap ya mas. Kalau boleh mau saya masukan dalam power point. Terima kasih. Salam LS

  2. Mungkin saya penulis pena tak terencana
    : -tak- setiap saat mampu mengubah rasa dalam rangkai kata
    terus meraba jalan jiwa tuk temukan makna hidup
    yang kelak bisa diuntai dalam lembaran hikmah 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here