Cemburu Penulis

2
469

Apa yang mau dicemburui dari seorang penulis? Banyak, karya-karyanya; proses kreatifnya yang mengagumkan, bahkan mencengangkan; atau keseringan ia nongol di media massa berikut karyanya masuk deretan buku-buku baru.

Penulisan kerap mengundang kecemburuan karena menulis adalah dunia eksistensi. Banyak orang ingin memiliki eksistensi tersebut; memampangkan karyanya, diakui sebagai intelektual atau sastrawan, lalu juga mendapatkan umpan balik yang membanggakan dari para pembaca. Karena itu, eksistensi ini kemudian menjadi persaingan dalam jagat penulisan untuk mengharumkan nama masing-masing.

Lomba-lomba penulisan membuat para penulis memperebutkan predikat paling baik. Penghargaan dan berbagai proyek penulisan, membuat para penulis bersaing mendapatkan pengakuan. Penulis-penulis yang gagal kemudian menyimpan kecemburuan pada mereka yang berhasil dan sebagian lagi mengubahnya menjadi kekaguman sehingga secara sukacita menyampaikan penghargaan.

Api cemburu menulis menjadi berarti ketika itu dijadikan dorongan untuk berlatih dan berlatih, mengasah kanuragan menulis dengan aneka jurus sakti. Tulisan menjadi apik dan itu yang diharapkan untuk menarik perhatian karena memiliki daya pikat dari sisi keterbacaan berikut kejelasan. Hal yang terpenting juga soal gagasan.

Api cemburu menulis sebaliknya akan membakar diri karena terlalu banyak mengurusi tulisan para pesaingnya dan menganggap tulisannya paling bermakna. Penulis lupa diri untuk mengasah kemampuannya dalam diam, malah berhiruk pikuk di media sosial. Kecemburuannya tak menghasilkan apa pun selain karya-karya yang tidak diselesaikan tersebab buntu oleh rasa cemburu.

Ba(ha)sa Basi Bambang Trim

Hanya5Alinea ©2012 oleh Bambang Trim

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

2 KOMENTAR

  1. membaca tulisan ini sangat pas dengan apa yang saya alami. Bahwa saya tak boleh larut dengan kekaguman dengan prestasi orang lain dalam menulis, lalu melupakan hal bahwa saya harus sibuk memikirkan potensi kepenulisan saya. Trims atas pencerahannya …

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here