Miles Kelly: Dari Independent Publishing Menjadi Book Packager

2
597

Beberapa bulan lewat saya mengunjungi gerai Toko Buku Times yang banyak menjual buku-buku impor. Mata langsung tertarik dengan buku referensi anak full color lebih dari 500 halaman. Bukan apa-apa, harganya sangat menarik, hanya Rp99.000,00 meskipun terbitan 2006. Namun, bagi saya tetap saja ini harta yang sangat berharga.

Saya maklum dengan penerbitnya. Sewaktu mengunjungi Franfkurt Book Fair 2010, entah berapa kali saya bolak-balik ke booth mereka yang berada di area khusus Independent Book Publisher Association. Buku-bukunya memang menggiurkan untuk dikoleksi.

Penerbit itu adalah Miles Kelly Publishing yang didirikan berdua oleh Jim Miles dan Gerard Kelly pada tahun 1996. Penerbit ini terletak di kawasan kota kuno, Thaxted di Essex, Inggris. Mereka mengawali kisah suksesnya sebagai penerbit indie dengan fokus utama pada buku-buku anak mulai usia 3-12 tahun. Penerbit indie artinya memulai sesuatunya berdasarkan kompetensi mereka sendiri dengan lingkup kecil–di antara yang termasuk independent publisher adalah self-publisher yang sudah marak di Indonesia . Alih-alih bekerja sama hanya dengan dua orang, sebuah independent publisher dapat kemudian berkembang memiliki staf dan berubah seolah menjadi penerbit mayor; itulah yang juga terjadi pada Miles Kelly.

Rumah Kreatif Miles Kelly Publishing

Miles Kelly sejak berdiri telah menerbitkan sekitar 800 judul buku yang terdiri atas ensiklopedia, buku aktivitas, kamus, atlas, buku fiksi, buku kumpulan fakta, dan buku kumpulan puisi untuk anak. Karya mereka sudah diterjemahkan lebih ke dalam 50 bahasa di dunia–salah satu efek dari kemunculan mereka di Frankfurt Book Fair, termasuk juga diterjemahkan di Indonesia di antaranya oleh penerbit Pakar Raya. Selain itu, mereka pun kemudian menjadi book packager untuk 15 perusahaan berbeda di Inggris maupun Amerika. Sudah lebih dari 200 judul dipesan oleh penerbit-penerbit tersebut. Laju pertumbuhan judul mereka setiap tahun adalah 100 judul. Jumlah ini mengundang decak kagum karena buku yang diterbitkan Miles Kelly umumnya memiliki tebal lebih dari 500 halaman fullcolor dengan ilustrasi dan foto mengandung nilai seni tinggi. Buku dicetak dengan jilid semi-hard cover.

Sebagai ciri penerbit indie, Miles Kelly memang tidak menerima naskah-naskah yang tidak dipesan (unsolicited) maupun bahan artwork yang tidak mereka inginkan. Penulis ataupun ilustrator yang terlibat dalam pekerjaan di Miles Kelly memang sudah ditetapkan atau mereka kontak sendiri. Kalau ditelusuri dari copyright notice-nya, tampaknya Miles and Kelly dalam beberapa buku menggunakan jasa ghost writer dengan tidak menyebutkan nama penulisnya, terutama dalam buku-buku kategori referensi seperti buku kumpulan fakta. Walaupun demikian, ada juga buku yang menyebutkan nama penulisnya seperti judul Body pada halaman full title-nya tersebut nama John Farndon dan Nicki Lampon (Tiger Media).

Trade mark karya penerbitan Miles Kelly adalah keandalan desainnya, terutama ilustrasi dan foto yang mengandung nilai seni tinggi. Umumnya buku memang dicetak di kertas matt paper. Tipografi teks dan penulisannya juga pas untuk anak-anak. Terlihat memang setiap buku direncanakan dengan matang konsepnya dan melibatkan tim kreatif lebih dari lima orang.

Apa yang dilakukan Miles Kelly mungkin bisa menjadi contoh bagi penerbit indie di Indonesia yaitu fokus dan profesional. Miles Kelly juga sudah mengembangkan produk-produk penerbitan digital, termasuk andalannya multi-touch book yang berisi konten multimedia: video dan animasi 3D. Inilah dunia penerbitan yang sebenarnya lebih dari sekadar soal buku, tetapi juga soal konten yang menjadi aset luar biasa.

Tampilan halaman e-book buku Miles Kelly

Saya bisa membayangkan seandainya Miles Kelly ada di Indonesia, entah berapa judul buku yang dapat dieksplorasinya dari bumi Nusantara ini. Namun, tentu kita pun mampu membuat sebuah penerbit layaknya Miles Kelly di Inggris itu. Lalu, pada 2015 ketika Indonesia bisa menjadi guest of honor di Frankfurt Book Fair maka karya-karya buku anak bercita rasa seni tinggi pun bisa muncul di booth Indonesia. Semoga.[]

Promo:

Hadiri event “How to be a Book Packager” Seminar bersama Bambang Trim dalam ajang PrintPackPublish: All Graphic Expo di Jogja Expo Center, 23 September 2012. Investasi Rp150.000/orang; Rp125.000/group | Kontak 0274-9663489; email: AllGraphicExpo@gmail.com

©2012 oleh Bambang Trim

Praktisi penulisan-penerbitan Indonesia. Pemilik usaha jasa penerbitan dan perajin buku DIXI, Bandung, 022-7310663. www.dixigraf.com

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

2 KOMENTAR

  1. Miles Kelly, sejurus teringat akan nama ini meski lupa kapan dan di mana pernah melihat/membaca karya mereka. Kalau kita bicara kreatifitas, fokus, dan profesionalisme, tampaknya Indonesia masih harus belajar banyak dari bangsa Barat.
    Penerbit saya sendiri, padahal sudah berdiri 10 tahunan, baru mulai mengonsep buku anak; itu pun, sejauh pengetahuan saya, agak mandek karena masalah konsepsi dakwah yang erat kaitannya dengan hukum Islam. Mohon bantu doanya, Pak, semoga bisa segera terealisasi harapan kami.
    Insya Allah, pelatihan event “How to be a Book Packager” akan saya sampaikan juga ke atasan; siapa tahu berminat mengutus salah seorang teman menghadirinya. 🙂

    • Buku-buku Miles Kelly sudah ada yang diterjemahkan di Indonesia, dan buku aslinya juga banyak yang mengimpor seperti toko buku Kinokuniya. Fokus memang penting karena pekerjaan penerbitan tidak bisa terlalu meluas. Memang beberapa penerbit Islam sulit mengembangkan buku anak terkait gambar yang bertentangan dengan norma agama. Karena itu, kreativitas pun perlu kemahiran untuk mengembangkannya.

      Aamiin semoga diberi kemudahan. Baik sekali jika hadir dalam seminar book packager itu. 🙂 Terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here