Ibu-Ibu yang Geregetan Menulis

0
350

Entah berapa kali saya bersua para ibu yang begitu gregetan untuk bisa menulis, terutama buku. Selepas acara Festival Penulis 3 Jakarta kemarin, saya pun berbincang panjang dengan dua orang ibu di sebuah sudut restoran FX Plaza ditemani Mas Syahid dan Mas Erlan dari Buqu.

Dua topik yang saya jelaskan hanya melalui laptop dan sebuah sketch book adalah prewriting dan drafting; tak lupa saya sisipkan materi tentang anatomi buku dan matriks outline untuk dieksekusi. Demikianlah saya mementingkan metode dalam memandu seseorang untuk menulis buku; siapa pun ia, termasuk para ibu.

Ibu? Ya, ini kekuatan tak terbantahkan. Para ibu telah mendorong ide lahirnya berbagai barang-barang kebutuhan rumah tangga, seperti seterika, penanak nasi, magic jar, water dispenser, refrigerator, mesin cuci, dan banyak lagi. Dari sini pula kemudian muncul ide dalam bentuk kiat atau tips. Karena itu, tabloid atau majalah untuk wanita (ibu) itu selalu dipenuhi dengan kiat dan tips.

Apalagi? Tentu saja kisah. Kaum ibu sangat menikmati kisah, terutama yang dapat menyentuh perasaan. Alih-alih sebuah gosip kadang kita menyebutnya sebagai kisah human interest.

Topik-topik penulisan yang dapat dikembangkan dalam dunia ibu pun banyak sekali, di antaranya 1) keluarga; 2) kecantikan; 3) kanak-kanak; 4) kesalehan (religi); 5) kesehatan; 6) kisah. Karena itu, wajar jika para ibu yang memiliki bahan-bahan seperti itu gregetan untuk mau dan mampu menuliskannya.

Saat di Salamadani, saya pun menaruh perhatian terhadap kaum ibu, umumnya kaum wanita. Karena itu, saya pun mengadakan lini penerbitan (imprint) Madanisa–seperti juga Mizan yang menghadirkan Qanita. Ke depan, topik tentang ibu ini memang “kagak ada matinye”, akan abadi seiring semangat kaum ibu untuk memperbaiki kualitas hidup diri dan keluarganya.

~ catatan Ahad pagi, 16 Maret 2014

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here