Pensiun (Lalu) Menulis Buku

0
405

Satu aktivitas yang tak kenal kata pensiun adalah menulis. Uniknya aktivitas ini bisa dimulai sejak kecil hingga seseorang menjelang uzur. Banyak kisah tentang para penulis yang masih setia menulis walau sudah uzur.

Menulis menjadi aktivitas yang tak terbatas ruang dan waktu. Di mana pun seseorang kini bisa menulis menggunakan catatan kecil, atau lebih modern dengan perangkat notebook, tablet, bahkan smartphone. Waktu juga begitu fleksibel, menyesuaikan dengan saat paling tenteram untuk menulis, seperti saat malam hari atau subuh hari.

Bagaimana dengan mereka yang akan mengisi hari-harinya dengan pensiun? Satu jawaban yang mudah, murah, dan meriah dalam hati adalah menulis. Ya, tentu apalagi menulis tidak sekadar menulis, tetapi sesuatu yang dapat dibukukan menjadi warisan untuk anak cucu.

Masalahnya bagaimana jika para pensiunan itu tidak punya bekal kemampuan menulis. Kembali pada paragraf pertama bahwa hal itu dapat dilatihkan meskipun para pensiunan sudah memasuki usia di atas kepala lima. Tips paling mudah adalah memulai dulu dengan apa yang dirasakan dan ingin dikeluarkan.

Nah, baru kemudian kita mengenali apa yang hendak ditulis. Kisah imajinasikah? Pembelajarankah? Atau kisah nyata berdasarkan perjalanan hidup? Umumnya banyak pensiunan yang akan mengambil jalur nonfiksi, yaitu memaparkan tentang pengalamannya sebagai ilmu atau keterampilan.

Sebuah proses dan metode standar yang selalu saya latihkan untuk siapa pun termasuk pensiunan adalah prewriting-drafting-revising-editing-publishing. Memang metode ini pun harus diikuti dengan pendampingan hingga seseorang dapat menghasilkan buku.

Iklan-Privat

Mewujudkan impian menulis buku setelah pensiun saat ini makin dipermudah dengan kehadiran teknologi. Dengan hanya biaya kurang dari Rp3 juta, seseorang sudah bisa menerbitkan buku sendiri, termasuk menjualnya dalam format digital.

Tidak percaya? Silakan menfaatkan kursus privat dan pendampingan yang saya tawarkan. 🙂

Hak cipta © Bambang Trim 2014

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here