Pengusaha Jangan Takut untuk Menulis

2
380

Dua hari kemarin, 17-18 September 2014 ada kesempatan istimewa bagi saya untuk mengisi kursus privat menulis. Awalnya lewat sebuah panggilan telepon, seorang Bapak yang mengaku bernama Rizal dari Palembang menanyakan perihal pelatihan penulisan.

Karena tidak ada pelatihan dalam waktu dekat, saya menawarkannya untuk kelas privat di Cimahi, Bandung. Beliau menyanggupi dan langsung menetapkan jadwal Rabu-Kamis itu.

Tanpa mengenal sebelumnya, perjumpaan dan kelas hari pertama menjadi awal perkenalan yang hangat. Ternyata Bapak Ahmad Rizal adalah pengusaha ternama di Palembang, Sumatera Selatan. Beliau juga menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Kadin Sumsel dan Wakil Ketua KONI Sumsel. Di bidang usaha, beliau juga kadang berkutat dalam penanganan kasus-kasus sengketa usaha sebagai hakim arbitrase.

Ini yang menarik. Mengapa Pak Rizal yang begitu tinggi aktivitas kesibukannya mau menyempatkan diri belajar menulis, bahkan dalam usia 51 tahun? Tuntutan aktivitas dan kegiatan kembali ke dunia kampus adalah dorongan utama beliau ingin mampu menulis dengan baik.

Pak Rizal tengah mengerjakan tugas menyusun paragraf.
Pak Rizal tengah mengerjakan tugas menyusun paragraf.

Saya takjub ketika beliau mampu menyelesaikan tugas artikel dalam tiga halaman. Mengapa? Karena beliau mengerjakan lebih dari dua jam. Artinya, ada sebuah perjuangan yang dilakukan untuk berproses menulis. Hasilnya, sebuah artikel tentang isu yang hangat (kesiapan Palembang menjadi host Asian Games 2018) dengan susunan paragraf ringkas khas artikel dan beberapa data serta fakta penguat.

Mengapa takjub? Karena beliau belum pernah menulis sama sekali. Dalam pembelajaran sehari, Pak Rizal sudah mampu melakukan drafting. Ya, pada hari pertama beliau mendapat pembekalan tentang prewriting yang berlanjut pada drafting. Pada hari kedua, beliau mendapat pembekalan tentang revising dan editing. Saya tengah menunggu beliau untuk mampu memasukkan artikel hasil revisi dan editing ke media di Sumatera Selatan.

Ya, pengusaha, pejabat pemerintah, atau siapa pun tidak perlu takut untuk mau dan mampu menulis dengan baik. Hanya diperlukan waktu singkat, konsistensi, dan pendampingan (coaching) secara tepat.

Perlu kegigihan dan kemauan mengikuti proses untuk mampu menulis. Bambang Trim bersama Ahmad Rizal.
Perlu kegigihan dan kemauan mengikuti proses untuk mampu menulis. Bambang Trim bersama Ahmad Rizal.

Testimoni Bapak Ahmad Rizal untuk

Kursus Privat Menulis Trimuvi

MATERI
Cukup lengkap, baik tertulis maupun penyampaian melalui paparan. Detail disampaikan dan ditambah dengan contoh-contoh serta penggalan-penggalan paragraf dan kalimat, baik yang benar maupun yang salah.

CARA PENYAMPAIAN
Lugas, informatif, dan langsung pada persoalan, sehingga mudah dan cepat diserap, bahkan bisa mulai diterapkan.

HASIL YANG DIRASAKAN
Dengan didapatnya landasan teori dan contoh-contoh tulisan yang ada, muncul rasa kepercayaan pada diri sendiri untuk memulai menulis dan ada sedikit keyakinan bahwa ke depan saya akan menjadi seorang penulis yang baik.

Bandung, 18 September 2014
Ahmad Rizal
Ketua Umum Kadin Sumsel, Wakil Ketua KONI Sumsel

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here