Tidak Ada yang AJaib dalam Menulis Buku

0
361

Manistebu.com | Riska telah berkali-kali mengikuti pelatihan menulis, namun hingga kini ia masih tetap kesulitan menuangkan gagasannya. Jangankan menuangkan gagasan, di satu sisi ia pun merasa gagasannya tidak layak untuk ditulis. Riska ingin mampu menulis seperti teman-temannya sekomunitas, termasuk impiannya dapat menulis buku.

Calon penulis seperti Riska memang banyak. Terkadang mereka mencoba melatihkan sendiri teknik menulis lewat buku-buku. Namun, buku-buku yang ada alih-alih membahas soal teknis menulis, malah banyak menceritakan fenomena dan motivasi menulis. Lha, menulisnya bagaimana?

Sesungguhnya tidak ada rumus ajaib dalam menulis hingga seseorang secara sim salabim menguasainya tanpa berlatih dan tanpa memiliki seorang guru. Keterampilan menulis dikuasai secara berproses–terkadang bermula dari dorongan tertentu. Proses inilah yang kemudian melahirkan metode untuk berlatih menulis dan tentu dengan bimbingan seorang guru yang juga telah piawai menulis.

Pun tidak ada yang ajaib dalam soal menguasai keterampilan menulis ini. Setiap orang pasti mampu menguasainya. Keajaiban justru terletak pada manusianya. Mengutip teori Daniel Coyle bahwa bakat adalah keterampilan yang diulang-ulang. Sesuatu menjadi bakat apabila seseorang mendapatkan lecutan api hasrat, lalu mendapatkan guru yang tepat, dan melakukan pelatihan yang mendalam.

 

 

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here