40 Tujuan Seseorang Menulis

8
2444

Manistebu.com | Satu email dan satu pesan WA masuk ke akun saya, datang dari dua orang yang mengaku penulis pemula. Kebetulan sekali apa yang mereka tanyakan dan harapkan berkenaan dengan rencana buku saya berjudul 6 Perkara Menulis untuk Bahagia. Ya, saya akan langsung menyelisik apa sebenarnya tujuan seseorang hendak jadi penulis.

Anda juga sebagai penulis tentu punya tujuan-tujuan tertentu dalam menulis. Dalam hal ini, saya tidak sedang mengajak Anda menimbang-nimbang mana tujuan yang baik atau mulia dan mana tujuan yang kurang baik. Semua berpulang pada orangnya masing-masing. Jadi, setiap tujuan sah-sah saja, termasuk tujuan menulis untuk mendatangkan uang dan meraih popularitas.

Namun, setiap tujuan tentu mengandung konsekuensi-konsekuensi tertentu. Coba saja sekarang Anda pilih sebagai apa menulis itu Anda tempatkan. Berikut pilihannya:

  1. hobi (kesenangan), termasuk pengisi waktu luang;
  2. penugasan;
  3. keterampilan hidup;
  4. profesi;
  5. media terapi psikologis;
  6. pelarian.

Penempatan posisi menulis dalam diri Anda akan berhubungan dengan tujuan-tujuan Anda menulis. Nah, sering antara posisi menulis dan tujuan memang tidak nyambung. Contohnya, Anda menyebut bahwa menulis berposisi sebagai hobi Anda, tetapi Anda ternyata punya tujuan dapat memublikasikan karya Anda pada media ternama.

Kalau sekadar hobi, Anda pasti akan menulis sekenanya saja, tanpa memperhatikan kebutuhan pembaca sasaran. Hobi terkadang juga membuat Anda merasa cukup belajar dari buku atau mengikuti diskusi-diskusi selewat tentang penulisan tanpa harus tahu bagaimana melatihkan menulis agar layak publkasi.

Ya, itu pandangan saya yang mungkin berbeda dengan orang lain yang memandang hobi menulis akan mengantarkannya menjadi penulis profesional. Tidak ada profesional tanpa pengorbanan tentunya.

Berikut ini senarai tujuan orang untuk menulis yang saya kumpulkan dari pengalaman berinteraksi dengan para penulis atau orang yang ingin menulis–saya menyusunnya secara acak:

  1. mendapatkan imbalan uang dari honor atau royalti;
  2. memberi kontribusi pada angka kredit kenaikan pangkat;
  3. menyebarkan pesan agama (berdakwah);
  4. meninggalkan warisan pengalaman dan pemikiran;
  5. menjadi terkenal (populer);
  6. menegaskan reputasi di bidang tertentu;
  7. mendapatkan pengakuan dari sejawat atau orang-orang seprofesi;
  8. menguatkan merek diri (personal brand);
  9. membantu pemasaran seminar/pelatihan/lokakarya;
  10. memengaruhi publik/audiens tertentu untuk mengikuti pendapatnya;
  11. menjawab atau mengklarifikasi sebuah data/fakta yang dianggap menyimpang (buku putih);
  12. menjawab pertanyaan tentang dirinya sendiri;
  13. mengkritik pribadi/organisasi/pemerintah;
  14. menciptakan tonggak sejarah;
  15. membagi dan menyebarkan suatu ilmu pengetahuan;
  16. membagi dan menyebarkan resep sukses;
  17. membagi dan menyebarkan suatu penemuan atau hasil penelitian;
  18. mengungkap rahasia yang terpendam selama ini;
  19. menghibur orang lain;
  20. menaklukkan tantangan dalam diri;
  21. membagi pengalaman pribadi yang luar biasa, tragis, mengharukan, atau penuh dinamika;
  22. membantu pemasaran produk/jasa;
  23. memenuhi kewajiban sebagai akademisi (guru, dosen, peneliti, dsb.);
  24. memicu atau menimbulkan kontroversi dan polemik;
  25. memenuhi tugas dan tanggung jawab profesi, seperti sekretaris atau humas yang harus menulis;
  26. menyembuhkan pikiran dan perasaan;
  27. memotivasi orang alih-alih menyebarkan juga paham yang diyakini (self-help);
  28. menyebarkan metode, kiat, tip yang diyakini berhasil;
  29. memiliki karya yang dapat dibanggakan;
  30. menarik atau mencuri perhatian seseorang atau banyak orang;
  31. mengisi waktu luang;
  32. menjadikan sebagai bisnis;
  33. meluruskan sejarah yang dianggap menyimpang;
  34. mendokumentasikan sejarah atau linimasa sebuah peristiwa;
  35. menjadi penerbit;
  36. menyaingi karya lain yang dianggap tidak lebih baik;
  37. menginginkan karya dapat difilmkan;
  38. melanjutkan profesi yang sama dengan orangtua atau kakek/nenek;
  39. mengungkap pemikiran dan peranan untuk kampanye pemilihan (pilbup, pilgub, pilpres, dsb.);
  40. memantapkan diri sebagai motivator atau orang bijak yang nasihatnya selalu ditunggu.

Ada 40 tujuan dan adakah tujuan itu sesuai dengan diri Anda kini? Jika tidak ada, tentu Anda berpotensi menambah satu poin lagi.

Jadi, nanti Anda pun akan bertemu dengan jawaban dari pernyataan Mas Wendo (Arswendo Atmowiloto) bahwa mengarang itu gampang; dan pernyataan Pak Budi Darma bahwa menulis itu sulit. Semua bergantung pada sebagai apa Anda menempatkan kegiatan menulis dan apa tujuan yang hendak Anda capai.

Salam Literasi!

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

8 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here