Palangka Raya Jadi Kota Pertama Pencanangan Aksi Literasi

0
399

Ceria dan penuh tawa itulah yang tampak pada wajah anak-anak SD Percobaan dan beberapa SD lain di Palangka Raya. Pasalnya, Rona Mentari, pendongeng luar biasa, mampu menghidupkan suasana dalam acara Pencanangan Gerakan Aksi Literasi: 10 Menit Bacakan Cerita untuk Anak, bertempat di SD Percobaan Palangka Raya, Kalteng.

Gerakan tersebut dicanangkan pada tanggal 28 April 2015 dalam rangka mendukung program Kalteng Harati (Cerdas) oleh Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah. Hadir dalam pencanangan tersebut Kepala Disdik Provinsi Kalimantan Tengah, Drs. Dambler Liwan, sekaligus meresmikan Gerakan Aksi Literasi sebagai program Disdik Kalteng. Hadir pula dalam acara Kepala Disdik Palangka Raya, Norma Hikmah, para pengawas, dan ini juga yang membuat acara menjadi meriah yaitu hadirnya 140 kepala sekolah SD dari 14 kabupaten/kota di Kalteng serta seluruh kepala sekola SD se-Palangka Raya.

Dari Ditjen Pendidikan Dasar Kemdikbud, hadir Ibu Dewi Utama Fayza, didamping tim AMIND yaitu Bambang Trim sebagai Ketua Program dan Rona Mentari, praktisi mendongeng untuk anak yang juga pegiat AMIND. Hadir pula, wakil dari Provinsi Kalteng, yaitu Asisten III Provinsi, Herie Saksono.

Drs. Dambler Liman, Kadisdik Kalteng tengah membuka acara.
Drs. Dambler Liwan, Kadisdik Kalteng tengah membuka acara.

Palangka Raya menjadi kota pertama yang menyambut program Gerakan Ayo Membaca Indonesia (AMIND) sebagai gerakan masyarakat untuk menanamkan minat membaca dan minat menulis. Gerakan yang telah mendapatkan restu dari Mendikbud, Anies Baswedan, diadakan demi melancarkan usaha menanamkan literasi dasar kepada anak-anak. AMIND sendiri resmi diluncurkan pada Maret 2015 lalu yang diketuai Dedi Sjahrir Panigoro.

Tindak lanjut dari program ini adalah pemberian materi literasi dasar bagi guru-guru SD dalam bentuk Kamp Literasi. Program Kamp Literasi didesain selama 3 hari 2 malam dengan berbagai materi yang dapat memperkaya wawasan para guru untuk mengajarkan literasi dasar kepada siswa-siswa SD. AMIND telah siap membawa program ini ke seluruh Nusantara, termasuk menghadirkan narasumber yang mumpuni untuk memulai perubahan dari guru-guru SD.

Paduan suara dari SD swasta di Palangka Raya turut memeriahkan acara.
Paduan suara dari SD swasta di Palangka Raya turut memeriahkan acara.
Kadisdik Palangka Raya tengah berekspresi membacakan cerita.
Kadisdik Palangka Raya tengah berekspresi membacakan cerita.
Jajaran Disdik Kalteng, Disdik Palangka Raya, dan para kepala sekolah.
Jajaran Disdik Kalteng, Disdik Palangka Raya, dan para kepala sekolah.
Anak-anak SD yang setia mengikuti acara demi acara.
Anak-anak SD yang setia mengikuti acara demi acara.
Ibu Dewi Utama membacakan penggalan cerita kepada anak-anak.
Ibu Dewi Utama membacakan penggalan cerita kepada anak-anak.

Kemeriahan menjadi bertambah ketika para pejabat Disdik membacakan cerita secara bergantian kepada anak-anak. Cerita yang dipilih berasal dari cerita rakyat Kalimantan Tengah. Lalu, Rona Mentari, membuat suasana pecah oleh tawa anak-anak dengan kepiawaiannya membawakan dongeng rakyat Kalteng yang telah dimodifikasi. Rona beraksi dengan gitar kecilnya.

Salam jumpa dari Rona Mentari
Salam jumpa dari Rona Mentari
Aksi Rona Mentari
Aksi Rona Mentari
Kadisdik Provinsi memberi arahan didampingi Asisten III Provinsi, Herie Saksono.
Kadisdik Provinsi memberi arahan didampingi Asisten III Provinsi, Herie Saksono.

Secara informal, pada akhir acara, Kadisdik Provinsi Kalteng kembali memberikan arahan untuk para kepala sekolah agar mulai menggalakkan para guru untuk mau membacakan buku kepada anak selama 10 menit sebelum memulakan pelajaran di kelas. Salah satu cara efektif yang mendorong minat baca anak adalah membacakan buku-buku di hadapan mereka meski hanya 10 menit.

Acara Gerakan Aksi Literasi yang berlangsung lebih kurang selama dua jam itu menyisakan semangat bagi AMIND sendiri dan optimistis bahwa gerakan semacam ini niscaya untuk memulai perubahan-perubahan kecil dari karut marut dunia pendidikan kita–seperti yang ditengarai Mendikbud Anies sebagai Gawat Darurat Pendidikan. Bagaimanapun perubahan harus dimulai dengan aksi nyata.

Lepas dari acara pagi yang meriah tersebut, tim AMIND kembali memberikan materi literasi untuk para kepala sekolah yang tengah mengikuti acara Bimtek. Para peserta yang haus akan informasi dan ilmu diberi stimulus agar lebih percaya diri mengelola sekolah dan memberikan yang terbaik untuk peserta didik.

“Lupakan cara-cara belajar konvensional, belajar dengan buku-buku pelajaran dan kurikulum yang kaku. Mulai dengan membacakan cerita kepada anak-anak, itulah kurikulum sebenarnya,” ujar Ibu Dewi Utama Fayza memberi pesan kepada para kepala sekolah. [BT]

©2015 oleh Bambang Trim

 

 

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here