Inilah Buku Anak #3: Buku Pembaca Mula ‘Early Readers’

0
452

Masih setia mengikuti ulasan ringkas tentang buku anak? Berikut ada lanjutan tulisan serial “Menyelami Dunia Buku Anak”. Kali ini saya akan membahas tentang buku untuk pembaca mula atau early readers. Jika Anda belum mengikuti tulisan awal, silakan baca dahulu bagian pertama tulisan ini.

Anak-anak yang sudah mulai belajar membaca akan meninggalkan buku bergambar, apalagi jika memang buku bergambar tersebut sudah diperkenalkan sejak usia balita kepada mereka. Anak-anak yang tumbuh bersama buku bergambar pada tahap selanjutnya mulai mendapatkan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka kadang enggan disebut “anak bayi” karena mereka adalah anak kecil yang sudah besar (big kids).

http://manistebu.com/2015/12/12/menyelami-dunia-buku-anak-1/

Alhasil, buku bergambar akan dianggap sebagai buku bayi bagi mereka dan itu bukan untuk mereka. Buku pembaca mula menjadi salah satu pilihan untuk menjawab kebutuhan anak usia 7 tahun ini meskipun rentangnya sangat pendek. Mereka adalah anak-anak yang sudah mulai duduk di bangku SD awal atau sering disebut kelas rendah.

http://manistebu.com/2015/12/14/menyelami-dunia-buku-anak-2-buku-bergambar/

 

Spesifikasi Buku Pembaca Mula

 

Buku pembaca mula didesain secara khusus untuk anak-anak yang sedang belajar membaca. Bentuk buku ini sudah mulai memperkenalkan bentuk persegi panjang, tidak lagi bentuk kotak/bujursangkar (square) seperti buku bergambar. Ukuran yang biasa digunakan adalah ukuran A4.

Meskipun tidak diklasifikasikan sebagai buku bergambar, buku pembaca mula juga memiliki ilustrasi. Fungsi ilustrasi sebagai petunjuk bagi pembaca dan juga menghibur. Jadi, tidak seperti buku bergambar yang menggunakan ilustrasi untuk membantu pembacanya menangkap jalan cerita.

Buku pembaca mula memiliki variasi ketebalan yaitu antara 48 halaman hingga 64 halaman atau paling sederhana adalah 32 halaman. Jumlah kata umumnya 1.500 kata atau lebih.

 

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here