Nama Pena atau Nama Samaran

0
7955

Manistebu.com | Penggunaan nama pena atau nama samaran sudah menjadi kelaziman di dunia tulis-menulis. Nama pena biasa digunakan pengarang/penulis untuk menimbulkan kesan khas pada namanya agar mudah diingat orang. Nama samaran digunakan bisa dengan maksud-maksud tertentu untuk menyembunyikan identitas.

Pengarang/Penulis dibenarkan menggunakan nama pena atau nama samaran (pseudo name) di dalam karya ciptaannya untuk alasan-alasan tertentu. Hal tersebut dilindungi Undang-undang Hak Cipta yang dianggap sebagai bagian dari hak moral penulis/pengarang.

Pada masa penjajahan, banyak penulis Indonesia yang menggunakan nama samaran demi keamanan diri mereka yang menyebarkan tulisan propaganda nasionalisme. Pada masa kini penggunaan nama samaran pun lazim dilakukan dengan tujuan tertentu. Misalnya, pada beberapa ragam karya, pengarang/penulis menggunakan nama berbeda-beda seperti terjadi pada Yapi Panda Abdiel Tambayong.

Berikut beberapa tujuan digunakannya nama pena atau nama samaran:

  1. menyamarkan identitas asli demi alasan keamanan akibat dari tulisannya;
  2. menciptakan sebutan yang unik;
  3. menyamarkan gender;
  4. mengklasifikasikan antara penulis dan karyanya (kasus beberapa nama pena);
  5. menciptakan merek diri untuk pasar.

Sebagai contoh, J.K. Rowling yang sudah sangat populer dengan karya-karya kelas dunianya akhirnya juga mencoba menggunakan nama samaran lain yaitu Robert Galbraith dalam karyanya berjudul The Cuckoo’s Calling, The Silkworm, dan Career of Evil (versi bahasa Indonesia diterbitkan Gramedia Pustaka Utama). Rowling tentu punya alasan mengapa ia menggunakan nama samaran tersebut dengan nama laki-laki. Namun, siapa sebenarnya Robert Galbraith ini akhirnya bocor juga sehingga sontak publik pun memburu karya ini sebagai karya Rowling.

Nama pena atau nama samaran yang digunakan seorang pengarang/penulis juga bisa lebih dari satu. Perhatikan penggunaan nama pena/nama samaran berikut ini. Beberapa dilakukan dengan cara menyingkat nama, tetapi beberapa yang lain benar-benar berbeda dari nama asli.

Nama Pena/Nama Samaran Nama Asli
Hamka Haji Abdul Malik Karim Amrullah
N.H. Dini Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin
Pamusuk Eneste Pamusuk Nasution
Remy Silado; Dova Zila; Alif Danya Munsyi; Juliana C. Panda; Jubal Anak Perang Imanuel Yapi Panda Abdiel Tambayong
Dewi Dee Dewi Lestari
Tasaro GK Taufik Saptoto Rohadi
Tere Liye Darwis
Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here