Usai, Penantian Penggemar Harry Potter Setelah 19 Tahun

0
569

Manistebu.com | Foto: Scholastic | Sosok bocah penyihir, Harry Potter, tampaknya memang akan selalu dirindukan para pembacanya. Tokoh rekaan J.K. Rowling ini bakal kembali “dihidupkan” dalam sebuah pertunjukan drama di London pada akhir Juli 2016.

Akhirnya, penantian setelah 19 tahun bagi para Potterhead (sebutan untuk para penggemar Harry Potter) sejak novel terakhir diterbitkan pun usai. Naskah drama Harry Potter yang berjudul Harry Potter and the Crused Child (I & II) akan diluncurkan dalam bentuk buku (script book) pada momen tanggal 31 Juli 2016 setelah tengah malam. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari kelahiran bocah penyihir tersebut. Adalah penerbit Little, Brown di Inggris, Scholastic di Amerika, dan Hachette menjadi penerbit buku paling ditunggu ini.

Penerbit Little, Brown dikenal sebagai penerbit novel dewasa pertama J.K. Rowling yaitu Casual Vacancy (versi bahasa Indonesia diterbitkan Qanita, Mizan). Selain itu, ada tiga novel kriminal yang ditulis dengan nama samaran Robert Galbraith, yaitu The Cuckoo’s Calling, The Silkworm, dan Career of Evil (versi bahasa Indonesia diterbitkan Gramedia Pustaka Utama).

Awalnya memang Harry Potter and the Crused Child diniatkan sebagai pertunjukan drama. Namun, desakan besar muncul dari para penggemar Harry Potter agar naskah tersebut diterbitkan menjadi buku. Apalagi, mereka yang tidak dapat melihat langsung pertunjukan drama di London tersebut.

“Muncul keberatan yang sangat besar dari para penggemar Harry Potter. Mereka mendesak drama itu dibukukan,” jelas David Shelley, CEO Little, Brown.

J.K. Rowling bekerja sama dengan Jack Thorne (penulis) dan John Tiffany (sutradara) dalam menyiapkan naskah dan pertunjukan drama Harry Potter yang disebut-sebut sekuel resmi dari tujuh seri novel Harry Potter. Novel terakhir seri Harry Potter adalah Harry Potter and the Deathly Hallows yang terbit pada 2007.

Sosok Harry Potter pun telah berubah. Ia kini menjadi pegawai yang sibuk di Kementerian Sihir. Seorang suami dan seorang ayah dari tiga anak-anak yang masih bersekolah. Demikian seperti yang termuat dalam ringkasan cerita pada publikasi di Pottermore tahun lalu. Kisah Harry Potter kini akan berpusat pada putra bungsunya, Albus Severus. Ada pergolakan-pergolakan batin yang dihadapi Harry Potter dan putra bungsunya itu.

Tampaknya “legenda” Harry Potter ini pun akan terus bergulir. Penerbit awal Harry Potter, Bloomsbury, bahkan tidak ingin ketinggalan. Mereka telah mengumumkan rencana peluncuran buku pada tahun 2017 untuk menandai 20 tahun sejak seri pertama Harry Potter diterbitkan. Tidak tanggung-tanggung empat buku akan diluncurkan mewakili empat kelompok di Sekolah Sihir Hogwarts, yaitu Gryffindor, Slytherin, Hufflepuff dan Ravenclaw.

Lalu, siapa yang bakal memegang hak penerbitan Harry Potter and the Crused Child dalam bahasa Indonesia? Kita tunggu saja. Pasti itu juga merupakan pertarungan yang sengit.

 

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here