Tren Buku yang Abadi adalah Masalah

0
973
Foto: Bambang Trim

Manistebu.com | Banyak penulis, editor, atau bahkan penerbit yang berkonsentrasi pada tren buku, apalagi menjelang dilakukannya rapat tahunan untuk membahas judul-judul tahun depan (front list). Bagi saya hal itu sederhana saja mengutip ungkapan No Pain, No Gain.

Tren buku yang abadi topiknya adalah MASALAH atau RASA SAKIT yang terutama dihadapi manusia. Di sinilah para pegiat buku perlu memikirkan masalah apa yang paling banyak dihadapi masyarakat dan paling diinginkan solusinya.

BilikMasalah

Jika saat ini muncul kecenderungan game Pokemon Go yang mewabah cepat, Anda dapat melihat apakah ada masalah di situ. Dari masalah muncul ide memberi solusi yang dapat dilakukan para penulis dengan latar belakang bidang tersebut.

Jadi, ada masalah yang aktual muncul dan ada masalah yang secara abadi akan terus muncul. Sebagai contoh masalah yang abadi adalah miskin, sakit, dosa, derita, dan bodoh. Dari situ para pakar atau penulis menemukan solusi sebagai harapan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Ide-ide kreatif dan inovatif terus bermunculan menggantikan ide-ide usang; atau dapat juga ide-ide usang itu diperbarui.

Sebagai contoh buku Dale Carnegie berjudul How to Win Friends and Influence People masih “hidup” sampai sekarang, lalu diperbarui dengan judul How to Win Friends and Influence People in the Digital Age. Pada buku tertulis nama Dale Carnegie dan the Associates. Artinya, ada tim yang dibentuk untuk merevisi buku tersebut karena Dale Carnegie sendiri sudah tiada.

Masalah apa yang diangkat Dale Carnegie? Apalagi kalau bukan masalah hubungan antarpersonal. Carnegie dapat melihat bahwa banyak orang menginginkan dirinya dapat diterima oleh seseorang/suatu kelompok, lalu bahkan mampu memengaruhi orang/kelompok itu. Buku ini penting bagi mereka yang mendambakan karier lebih tinggi dan kehidupan sosial yang sangat baik. Secara spesifik, buku ini penting bagi para pemimpin.

Nah, yang menjadi masalah apakah kita senantiasa dapat melihat masalah di balik begitu banyak masalah. Ingat bahwa masalah juga ada levelnya mulai tingkat yang sepele hingga yang sangat pelik. Begitupun sang pengurai masalah dan pemberi solusi alias si penulis juga dapat ditakar dari kedalamannya menyajikan ide dan mengurai masalah. Tidak jarang banyak penulis yang mengurai masalah dengan “obat” yang sama atau itu-itu saja.

Itu sebabnya kita pun dapat menemukan buku-buku yang dangkal pembahasannya dan juga buku-buku yang dalam serta terbukti ampuh pembahasannya. Salah satu pengurai masalah dan pemberi solusi yang meyakinkan adalah mereka yang mengalami sendiri apa yang dituliskan atau melakukan riset untuk itu.

Mengapa buku-buku bagaimana menjadi orang kaya sangat laris? Anda pasti tahu jawabannya. Lalu, mengapa kebanyakan buku menjadi orang kaya tidak membuat Anda kaya atau lebih kaya? Anda juga pasti tahu jawabannya. Adapun testimoni-testimoni hanya sebagai pemanis untuk mendongkrak penjualan buku. Tidak ada hal yang tidak dapat didesain dan diskenariokan untuk suatu buku yang laku.

Penulis, editor, dan penerbit akan terus dituntut menemukan masalah yang aktual dan kalau dapat, itu masalah yang tiap tahun menjadi masalah–alhasil buku bertahan lama. Buku-buku berisikan soal-soal ujian dan penyelesaiannya laku keras karena itu menjadi masalah yang setiap tahun ada bagi anak-anak sekolah yang hendak ujian. Jika saja ujian dihapuskan, bukubuku soal itu alamat tamat riwayatnya.

Akhirnya, selamat berburu dan memikirkan masalah di dalam hidup ini. Anda jangan membawa masalah-masalah aliens ke sini, kecual menulis fiksi. Berikanlah kepada pembaca solusi yang benar-benar teruji; dijamin buku Anda akan mengalami cetak ulang berkali-kali sampai orang tidak lagi merasa itu masalah karena sudah dibahas oleh Anda.

Karena itu, tanggapi saja dengan positif kalimat ini: “Emang masalah buat elo?” Bukankah kita sedang mencari-cari masalah?[]

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here