Kasus Buku Bermasalah: Jangan Main-Main dengan Editing

0
404

Manistebu.com | Kembali soal buku anak bermasalah mencuat ke permukaan setelah viral di internet dan mendapat tanggapan keras dari KPAI. Adalah buku berjudul Aku Berani Tidur Sendiri: Aku Belajar Mengendalikan Diri terbitan Tiga Serangkai yang menjadi pangkal masalah. Buku ini yang sebenarnya mengandung konten pendidikan seks untuk anak yaitu berhati-hati dengan memainkan alat kelamin.

Berbagai tanggapan pun muncul, salah satunya juga terkait diksi yang digunakan penulis. Ada juga yang menyoroti ilustrasinya serta segi kepatutannya untuk anak. Dalam ranah editing naskah hal ini adalah menyangkut pada materi editing

  1. ketepatan gaya bahasa (penyajian);
  2. legalitas dan kesopanan;
  3. ketelitian data dan fakta.

Ketiga materi editing itu dilakukan atas dasar pemahaman terhadap pembaca sasaran (tingkat usia, gender, kelas sosial, dsb.). Dalam hal buku anak, tentu kehatian-kehatian menjadi faktor penting untuk menjaga sebuah teks dan visual publikasi tidak salah sasaran dan salah materi bagi anak. KPAI menggunakan istilah “buku ramah anak” untuk menyebut buku-buku yang berkonten aman, menyenangkan, serta bermanfaat bagi anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya.

Dalam dunia penerbitan, buku anak termasuk dalam genre tersendiri. Demikian pula perlakuannya memerlukan keterampilan tersendiri, terutama dari sisi editing. Para editor buku anak selain dituntut memiliki kompentensi dalam bidang ilmu bahasa/sastra, ilmu komunikasi, ilmu desain komunikasi visual, juga hendaknya memiliki wawasan ilmu psikologi anak.

Buku anak yang memerlukan pendampingan orangtua harus dilengkapi disclaimer (peringatang) dan harus melibatkan tinjauan dari para ahli, seperti ahli pendidikan, ahli bahasa, ahli psikologi, bahkan ahli agama jika diperlukan.

Ini menunjukkan penerbit tidak dapat “bermain-main” dalam soal editing buku anak. Editing meniscayakan keamanan sebuah buku untuk dikonsumi (dibaca) dan keamanan juga bagi penerbit dari sisi kontroversi buku tersebut.

Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) melalui Akademi Literasi dan Penerbitan Indonesia (Alinea) kembali menggelar pelatihan editing naskah tingkat dasar untuk dapat menghasilkan para editor andal. Kegiatan perdana akan dilaksanakan pada 29-30 Maret 2016 bertempat di Gedung Ikapi, Jakarta Pusat.


Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here