Akhirnya Penpro Dapat Dikenalkan kepada Bekraf

0
280

Manistebu.com | Saat dideklarasikan pada Desember 2016 lalu, Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro) sempat mengundang Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Bagaimana pun para penulis adalah orang-orang yang bekerja di sektor kreatif dan mendukung juga ke-16 industri kreatif yang dkembangkan Bekraf, terlebih penerbitan. Namun, kala itu pihak Bekraf berhalangan hadir.

Pengurus Penpro juga belum sempat mengagendakan audiensi ke Kepala Bekraf karena masih mencari waktu yang pas. Pucuk dicinta ulam pun tiba bak kata pepatah.

Saat perjalanan menuju ke rumah di tengah hujan Kota Bandung, saya menerima WA call dari Sekjen Penpro.

“Pak Ketum, apa kabar?”

“Alhamdulilah. Gimana Pak Sekjen?” jawab saya.

“Alhamdulillah, Bang. Saya mau melaporkan ini ke Abang baru saja kia bertemu Pak Triawan Munaf ….”

Rupanya hari ini Kepala Bekraf bertandang ke Makassar dan bersua para pegiat industri kreatif di kota itu. Lalu, bersua pulalah Pak Triawan Munaf dengan Sekjen Penpro, Bachtiar Adnan Kusuma dan Ketua Penpro Makassar, Syahriar Tato. BAK mengenalkan Penpro dan berharap dukungan Bekraf untuk bersinergi. Pak Triawan sempat kaget dengan keberadaan Penpro, tapi secara positif beliau menyampaikan dukungan dan siap bersinergi.

Penpro menyambut baik perkenan Pak Triawan untuk beraudiensi ke Bekraf. Bekraf sendiri dalam berita memang sempat menginisiasi terbentuknya sebuah asosiasi penulis. Soal itu sah-sah saja mengingat Bekraf juga berkepentingan terhadap pembinaan para pelaku industri kreatif. Namun, asosiasi yang hendak dibentuk Bekraf belum ada kabar kelanjutannya.

Dalam konteks itu, Penpro tetap ingin membina sinergi meski nanti ada beberapa asosiasi profesi. Satu yang segera hendak dirintis Penpro adalah adanya SKKNI profesi penulis, paling tidak untuk beberapa profesi turunan seperti penulis buku teks, penulis buku anak, atau penulis buku ilmiah populer.

Penpro memang baru seumur jagung, tetapi sudah mulai membangun kontribusi untuk meningkatkan daya literasi para penulis Indonesia. Insya Allah Penpro akan berkongres kali pertama pada bulan Mei 2017. Penpro berharap Kongres Penulis Nasional I yang akan diselenggarakan di PNRI ini dapat dibuka oleh RI-1 atau RI-2.[]

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here