Kala Staf Kementan Belajar Editing

0
497

Manistebu.com | Menjadi editor naskah mungkin tidak terbayangkan oleh banyak orang di Indonesia. Namun, ilmu editing sudah dirasakan kepentingannya. Buktinya, untuk kali kedua Pustaka (IAARD Press) yang merupakan lini penerbitan di Kementan mengadakan Pelatihan Penulisan dan Editing Kreatif.

Bertempat di Wisma Kementan, kawasan Mega Mendung Puncak, pada tanggal 3-5 April 2017, diadakan pelatihan editing yang diikuti 30 orang peserta. Peserta beragam dari pranata humas, staf perpustakaan, peneliti, dan juga beberapa pejabat di lingkungan Kementan.

Para peserta sangat antusias mendapatkan materi baru seperti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagia pengganti PUEYD. Selain itu, beberapa materi terkait penulisan KTI dan gaya selingkung penerbitan juga diberikan.

Pelatihan yang dirancang oleh Institut Penulis Indonesia dengan instruktur utama, Bambang Trim, ini bertujuan menanamkan kemampuan mengedit naskah kepada para peserta. Editing bukan hanya menyangkut kebahasaan, melainkan juga masalah legalitas, kepatutan, ketelitian data dan fakta, bahkan juga keterbacaan.

Institut Penulis Indonesia (IPI) membuka kesempatan untuk menggelar pelatihan serupa bagi lembaga/instansi pemerintah ataupun swasta agar materi publikasi atau terbitan yang dihasilkan memenuhi standar mutu. Editing naskah sendiri merupakan ilmu langka yang jarang diajarkan di negeri ini. Namun, IPI telah berpengalaman menggelar pelatihan semacam ini.[]

Bambang Trim adalah Pendiri dan Direktur Institut Penulis Indonesia. Ia telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia penulisan-penerbitan serta telah menulis lebih dari 180 judul buku. Ia juga menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia dan pernah menjadi anggota Tim Pendamping Ahli penyusunan RUU Sistem Perbukuan di Komisi X DPR-RI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here