Berjuang Menerbitkan Buku Ilmiah Populer

0
248
Foto: Aleksi Tappura

Manistebu.com | Begitu mendarat di Cengkareng dari Solo pukul 19.30, saya langsung diantar ke Jambuluwuk Resort, di daerah Tapos, Kabupaten Bogor. Hampir dua jam perjalanan ditempuh menembus kemacetan Jakarta. Esok paginya saya dijadwalkan memberi materi pelatihan penulisan buku ilmiah populer yang digelar oleh LIPI Press.

Tanpa terasa sudah tujuh tahun saya rutin menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut bersama LIPI Press. Entah sudah berapa orang peneliti yang telah menghasilkan buku-buku dari pelatihan ini. Saya tidak pernah menghitungnya. Namun, setiap mengisi pelatihan, saya pasti mendapat kabar dari para staf LIPI Press bahwa ada beberapa buku yang merupakan hasil dari peserta pelatihan telah terbit. Bahagianya tuh di sini.

Ada 30 orang yang mengikuti pelatihan hari itu. Sekira lima tahun berturut-turut ada dua kali pelatihan yang diselenggarakan setiap tahunnya. Berarti sudah ada 300 orang yang mengikutinya ditambah selama tiga tahun ada satu kali pelatihan yang diikuti 30 orang masing-masing. Berarti ada sekira 390 orang yang telah mengikuti pelatihan Penulisan Buku Ilmiah Populer itu.

Buku-buku terbitan LIPI Press

Saya merasakan perubahan signifikan yang terjadi pada buku-buku terbitan LIPI Press sejak diberikannya pelatihan hingga kini. Perubahan itu terjadi pada banyak aspek, seperti topik buku yang beragam dari basis penelitian, penyajian buku yang tidak lagi kaku, serta penampilan buku yang mulai mengesankan pro pada pasar. Hal yang sangat membahagiakan adalah terdapat begitu banyak buku dengan konten yang penting bagi pengetahuan masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Inilah buah dari perjuangan yang dipupuk secara gigih dari tahun ke tahun dan terus mengalami peningkatan. Saya yakin jika ada alokasi dana pemerintah untuk membangun kekuatan buku-buku melalui pelatihan dan program insentif/hibah penerbitan buku, tentulah akan lebih banyak lagi lahir buku-buku bermutu karya para penulis Indonesia. Begitu juga yang akan terjadi jika lembaga pendidikan atau lembaga penelitian menaruh perhatian serius terhadap diseminasi karya para dosen/widyaiswara/peneliti ke dalam bentuk buku, tentu dunia ilmu pengetahuan Indonesia dapat lebih semarak dengan buku-buku.

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here