Buku Nonfiksi Apa yang Hendak Anda Tulis?

2
707
Foto: Clem Onojeghuo

Manistebu.com | Pada bulan November 2017, Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) Penulis Buku Nonfiksi yang diinisiasi Penpro, resmi diregistrasi oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker.

Dengan demikian, ini merupakan standar kompetensi pertama yang diberlakukan bagi para penulis buku nonfiksi. Sebelumnya, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI juga sudah mendapatkan pengesahan dari Kemnaker untuk SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Penulis Buku Sejarah.

Buku apa saja yang masuk kategori buku nonfiksi itu? Dari namanya kita mafhum bahwa buku nonfiksi adalah buku yang tidak termasuk kategori fiksi: puisi, cerpen, novel, drama–yang berbasis imajinasi. Buku nonfiksi adalah buku-buku yang berbasis data dan fakta sebenarnya–terkadang terkait dengan satu bidang ilmu tertentu.

Pembagian Jenis Buku

Dalam lingkup besar sesuai dengan UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, buku dibagi atas buku pendidikan dan buku umum. Buku pendidikan dibagi lagi menjadi buku teks (pelajaran) dan buku nonteks (pelajaran), termasuk di dalamnya buku untuk pendidikan tinggi dan pendidikan agama.

Di dalam kategori buku pendidikan yaitu buku nonteks (pelajaran) tentu ada karya yang tergolong buku fiksi. Begitu pula di dalam buku umum.

Secara mudah, penggolongan buku nonfiksi adalah buku di luar karya fiksi (puisi, cerpen, novel, drama) yang berbasis imajinasi. Buku nonfiksi dapat dibagi berdasarkan jenisnya atau berdasarkan konten materinya–sesuai dengan bidang keilmuan.

Jenis-Jenis Buku Nonfiksi

Berikut ini pembagian buku nonfiksi berdasarkan jenis:

  • buku teks (pelajaran);
  • buku teks perguruan tinggi;
  • buku ilmiah populer (scientific book);
  • buku umum populer;
  • buku pegangan (hand book).
  • buku panduan (how to);
  • buku pengembangan diri (self-help);
  • biografi/autobiografi;
  • memoar; dan
  • buku referensi (kamus, ensiklpedi, dsb.).

Dari berbagai jenis tersebut maka buku nonfiksi dikelompokkan lagi secara spesifik seperti berikut ini:

  • buku sejarah;
  • buku ekonomi/bisnis;
  • buku religi;
  • buku anak dan remaja;
  • buku komputer dan teknologi;
  • buku masakan;
  • buku hobi;
  • buku pertanian;
  • buku perjalanan (traveling);
  • buku kesehatan dan kedokteran;
  • buku (ilmu) hukum;
  • buku sosial-politik;
  • buku (ilmu) komunikasi;
  • buku bahasa dan sastra;
  • buku olahraga;
  • dan sebagainya.

Kini banyak berkembang kreativitas penyajian pada buku-buku nonfiksi. Contohnya, jika Anda membaca buku Orange Economy, isi buku ini semuanya adalah infografik.

Bahkan, ada buku-buku nonfiksi yang disajikan dengan “rasa sastra” sehingga lebih menarik untuk dibaca. Terobosan-terobosan yang dilakukan para penulis itu boleh jadi melahirkan genre baru dalam penulisan buku nonfiksi.

Namun, unsur yang kental dalam penulisan buku nonfiksi selain menyajikan data dan fakta yang valid, juga materi buku dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan, pengalaman, ataupun berdasarkan kompetensi penulisnya.[]

 

Bambang Trim adalah praktisi di bidang penulisan-penerbitan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Ia juga telah menulis lebih dari 160 judul buku sejak 1994. Bambang Trim pernah menjabat posisi puncak di beberapa penerbit nasional serta pernah menjadi dosen ilmu penerbitan di tiga PTN (Unpad, PNJ, dan Polimedia). Kini, Bambang Trim mengelola lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang penulisan-penerbitan yaitu Alinea Ikapi dan InstitutPenulis.id. Tahun 2016 ia juga terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia (Penpro).

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here