Serius, 11 Hari Menulis Buku

6
511
Foto: Kyle Gregory Devaras/Unsplash

Manistebu.com | Menulis buku dalam sebelas hari? Mungkinkah? Sejatinya memang tidak mungkin karena karya buku bukanlah karya seperti halnya artikel yang tidak terlampau panjang sekaligus mendalam. Namun, dengan berkembangnya ragam buku maka mungkin saja Anda menulis buku dalam sebelas hari. Tentunya buku tertentu dengan mengikuti proses standar.

Buku apa yang dapat ditulis selama sebelas hari? Jawabnya, buku dengan pola prosedural atau buku how to (kiat) dan buku dengan pola klaster (kelompok) yang merupakan kumpulan artikel. Dua jenis pola buku ini yang paling memungkinkan Anda menulis dalam sebelas hari. Adapun pola hierarkis (tahapan) rasa-rasanya sulit Anda lakukan dalam tempo sebelas hari.

Buku yang ditulis sebelas hari ini bolehlah dikatakan buku “ringan dan lucu”. Akan tetapi, jangan salah, efeknya boleh jadi lebih dahsyat dari buku-buku tebal nan serius. Untuk itu, Anda perlu strategi dan perencanaan dalam menuliskannya.

Jika Anda bersiap menulis buku dalam 11 hari maka Anda wajib menyediakan waktu 4—6 jam sehari untuk proses ini, bahkan lebih. Artinya, Anda harus menyiapkan alokasi waktu 44—66 jam (dikali 11 hari) untuk menulis buku. Selain itu, Anda harus melalui tahapan atau proses penulisan yang standar. Perhatikan gambar berikut ini.

Karena itu, saya menyebut resep menulis ini dengan Total Writing atau menulis secara total–ya terdengar mirip Total Football. Meminjam strategi sepak bola maka saya menggunakan pola atau formasi 4-3-2-1. Anda akan semakin paham jika hal ini saya kaitkan dengan proses penulisan berikut.

Pratulis4 hari
Menulis Draf`3 hari
Merevisi dan Menyunting3 hari
Menerbitkan 1 hari
Total11 hari

Sampai di sini Anda paham waktu 11 hari itu dibuat apa saja. Lalu, mengapa proses pratulis itu memakan waktu paling lama? Waktu itu Anda gunakan untuk mengembangkan gagasan, mencari sumber bahan penulisan (baik buku, media berkala, maupun berselancar di internet), melakukan wawancara (jika diperlukan), dan menyusun kerangka penulisan.

Selanjutnya, waktu dialokasikan untuk menulis secara bebas selama 3 hari. Menulis saja dan Anda tidak perlu memperhatikan tentang tata tulis dan tata bahasa pada waktu menulis ini. Setelah itu, Anda diberi waktu 3 hari untuk menyempurnakan tulisan dan memperbaiki beberapa kesalahan. 

Terakhir, Anda diberi waktu 1 hari untuk mempersiapkan penerbitannya. Anda harus memutuskan apakah menerbitkan sendiri (self-publishing) atau mengirimkannya ke penerbit konvensional. 

Contoh gagasan buku dengan pola prosedural:

  1. Hikmah di Balik Corona: Langkah Demi Langkah Sanitasi Diri
  2. 7 Kiat Memulai Bisnis dari Nol

Contoh gagasan buku dengan pola klaster:

  1. Swakarantina: Pengalaman 14 Hari Menghindarkan Pandemi Covid-19
  2. Lockdown Stories: Kumpulan Kisah di Balik Corona

Bagaimana dengan ketebalan halaman buku? Untuk buku yang dibuat dalam 11 hari ini, Anda dapat membuat buku dengan ketebalan 48—72 halaman. Jadi, memang tidak terlalu tebal. Ada baiknya Anda menyiapkan dulu templat Word menulis dengan ukuran kertas A5 atau B5. Ukuran fon disesuaikan misalnya 11 pt dengan spasi 1,3.

Mau mencobanya? Apakah Anda perlu bimbingan secara daring? Boleh saja. Nantikan kelas Angkatan III via aplikasi ZOOM.[]

Bambang Trim adalah Pendiri dan Direktur Institut Penulis Indonesia. Ia telah berpengalaman lebih dari 25 tahun di dunia penulisan-penerbitan serta telah menulis lebih dari 200 buku. Ia juga menjadi Ketua Umum Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia dan penggagas sertifikasi penulis dan editor di Indonesia.

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.